Perjuangan untuk Persatuan dalam Dunia yang Terpecah
Banyak komunitas yang menolak marginalisasi menyadari betul bahwa perpecahan antar kelompok hanya akan membawa kerugian, sehingga mereka sangat menjunjung tinggi nilai persatuan dan kekeluargaan. Namun, tantangan tetap ada. Masih saja ditemukan individu yang merasa kelompoknya jauh lebih unggul dibandingkan yang lain.
Untuk mengubah pola pikir itu, diperlukan berbagai macam pendekatan. Kekerasan tentu menjadi opsi terakhir yang paling dihindari, dan Tris (Shailene Woodley) sangat teguh pada prinsipnya untuk tidak menempuh jalan tersebut.
Pemimpin Faksi Erudite, Jeanine (Kate Winslet), telah menguasai seluruh Chicago dengan bantuan tentara Dauntless yang telah ia kontrol pikirannya. Mereka juga telah menghancurkan Faksi Abnegation untuk mendapatkan kotak segi lima misterius dengan lambang setiap faksi di tiap sisinya. Jeanine yakin bahwa di dalam kotak terdapat data-data tentang pendiri kotanya, dan menjadi kunci untuk mengakhiri isu Divergent. Terutama karena ia membutuhkan seorang Divergent untuk membuka kotak tersebut.
Karena itu, Jeanine memerintahkan seluruh Dauntless untuk menangkap semua Divergent demi isi di dalam kotak. Tris dan kawan-kawannya bersembunyi di dalam Amity. Mereka mendapatkan bantuan dan perlindungan dari ketua Faksi Amity yang menolak segala jenis kekerasan. Namun, mereka segera ditemukan oleh Eric, (Jai Courtney), pemimpin Dauntless. Maka, mereka harus segera mencari tempat lain untuk berlindung.
Mereka berhasil mendapatkan perlindungan dari para Factionless dengan bantuan Four (Theo James), yang ternyata ibunya adalah pemimpin Factionless. Tapi, mereka tidak dapat bertahan lama di sana karena kehadiran Tris membuat para Factionless tidak aman. Lalu mereka memutuskan untuk mencari perlindungan di Faksi Candor, dimana kawan lama Dauntless mereka, Christina (Zoe Kravitz).
Namun, di sana pun mereka tidak aman karena banyak anggota Faksi Candor memihak Jeanine dan Erudite. Mereka lalu terpojokkan oleh serangan Dauntless yang dipimpin oleh Eric. Eric dan pasukannya menembakkan peluru pelet khusus yang menempel ke tubuh sasarannya, dan membutuhkan operasi beresiko tinggi untuk melepaskan pelet tersebut. Pelet ini dapat membedakan mereka yang Divergent dan tidak. Begitu tertembak, mereka yang bukan Divergent akan langsung jatuh pingsan, sedangkan Divergent tidak. Lalu dengan bantuan alat pendeteksi, mereka bisa membaca seberapa tinggi kualitas Divergent orang tersebut.
Tris memiliki kualitas Divergent tertinggi, dan Eric percaya bahwa Tris dapat membantu mereka membuka kotak. Lalu dibawalah Tris ke Erudite dimana ia dipasangi alat-alat yang telah disediakan Erudite untuk memecahkan misteri tentang kota mereka ini.
Film ‘The Divergent Series: Insurgent’
Film ‘The Divergent Series: Insurgent’ ini mendapatkan skor 6.2/10 di IMDb dan 58% Popcornmeter di Rotten Tomatoes. Film ini juga memenangkan Top Box Office Films di ASCAP Award 2016.
Meskipun para aktornya telah bekerja dengan sangat baik dan hasil karya editingnya juga sangat bagus, film ini hanya akan terasa keren untuk para penonton muda. Bagi kritikus dan penonton dewasa, film ini tidak terlalu menonjol bagi mereka.
Kesimpulan
Dalam dunia yang penuh dengan konflik dan perpecahan, upaya untuk menjaga persatuan dan keharmonisan antar kelompok menjadi semakin penting. Film ini memberikan gambaran tentang bagaimana individu-individu dengan prinsip kuat dapat bertindak untuk melawan ketidakadilan dan menciptakan perdamaian. Meski tidak sempurna, film ini tetap menjadi refleksi penting tentang nilai-nilai yang harus dijaga dalam masyarakat.











