My WordPress Blog

Profil Calon Pemimpin OJK: Purbaya, Perry, dan Suahasil



JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 16/P Tahun 2026 tanggal 9 Februari 2026. Tim Pansel Dewan Komisioner OJK dipimpin oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Profil Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Yudhi Sadewa, yang memiliki nama lengkap Dr. Purbaya Yudhi Sadewa, Ph.D, telah menjabat sebagai Ketua DK LPS sejak 24 September 2020, setelah dilantik oleh Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Presiden RI kala itu. Sebelumnya, Purbaya menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan. Dia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Selain kiprahnya di pemerintahan, Purbaya juga memiliki pengalaman di dunia korporasi. Purbaya pernah dipercaya menjadi salah satu komisaris PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID. Sebagaimana diketahui, Inalum merupakan holding BUMN pertambangan yang menaungi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Timah Tbk. (TINS), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Freeport Indonesia.

Purbaya menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang Teknik Elektro. Namun demikian, ketertarikannya pada bidang ekonomi kemudian membawanya melanjutkan studi doktoral di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Ph.D.

Anggota Pansel Lainnya

Perry Warjiyo

Sebagai anggota pansel, terdapat Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Perry merupakan bankir sentral yang telah lama berkarier di Bank Indonesia dan menjabat sebagai Gubernur BI dua periode. Berdasarkan situs resmi BI, Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 1959. Perry menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) pada 1982. Perry melanjutkan pendidikan magister di Iowa State University hingga meraih gelar Master pada 1989, juga meraih gelar Ph.D pada 1991.

Suahasil Nazara

Anggota lainnya adalah Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Di Kementerian Keuangan, Suahasil menangani berbagai isu fiskal dan kebijakan anggaran negara. Merujuk laman resmi Kementerian Keuangan, Suahasil lahir di Jakarta pada tanggal 23 November 1970. Dirinya meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE.) dari Universitas Indonesia pada tahun 1994, kemudian mendapatkan gelar Master of Science (MSc.) dari Cornell University USA pada tahun 1997. Pada tahun 2003, meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD.) dari University of Illinois at Urbana-Champaign USA.

Bambang Eko Suhariyanto

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto juga tercatat sebagai anggota pansel. Bambang Eko Suhariyanto lahir tanggal 1 Oktober 1961, di Jember, Jawa Timur. Ia memiliki perjalanan pendidikan yang mengesankan. Setelah menyelesaikan Sekolah Perwira Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun 1987, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dan lulus tahun 2003. Dia meraih gelar doktor pada tahun 2018 dari Universitas Brawijaya.

Aida S. Budiman

Dari Bank Indonesia, Deputi Gubernur Aida S. Budiman turut menjadi anggota pansel. Aida S. Budiman lahir di Bogor pada tahun 1965. Setelah menempuh pendidikan di bidang Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis Institut Pertanian Bogor pada tahun 1987, Aida melanjutkan pendidikan di University of Southern California dan mendapatkan gelar Master di bidang Economics pada tahun 1996. Aida juga melanjutkan pendidikan di Claremont Graduate University dan mendapat gelar Phd di bidang Ekonomi pada tahun 2001.

Erwan Agus Purwanto

Anggota berikutnya adalah Deputi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Erwan Agus Purwanto. Erwan lahir di Klaten, Jawa Tengah pada 2 Agustus 1968. Dirinya merupakan jebolan sarjana hingga magister di Universitas Gajah Mada (UGM) dengan fokus administrasi publik dan kebijakan publik. Dia mendapatkan gelar Ph.D dari Universiteit van Amsterdam, Belanda tahun 2004.

Dhahana Putra

Dari unsur hukum, terdapat Dhahana Putra yang menjabat sebagai Direktur Jenderal di Kementerian Hukum. Dhahana menjabat beberapa kedudukan strategis. Pada 2014, dirinya merupakan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta. Lalu pada 2015 dirinya menduduki kursi Direktur Perancangan Peraturan Perundang-undangan.

Muhammad Rullyandi

Selain unsur pemerintah dan otoritas moneter, pansel juga melibatkan pakar yakni Muhammad Rullyandi yang dikenal sebagai pakar hukum tata negara. Rullyandi merupakan dosen tetap pada fakultas hukum Universitas Jayabaya Jakarta, dan saat ini juga menjadi staf ahli pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan staf ahli pada Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri).

Gusti Aju Dewi

Sementara itu, Gusti Aju Dewi tercatat sebagai pakar grafologi dalam susunan pansel. Adapun grafologi merupakan ilmu yang mempelajari kepribadian seseorang melalui tulisan tangan. Gusti Aju Dewi merupakan jebolan School of Computer Science Universitas Nusa Putra dengan studi Magister Informatika atau Master AI. Gusti Aju juga mendirikan ISOG (Indonesian School of Graphologist), sebuah institusi yang bertujuan memfasilitasi masyarakat yang berminat mendalami grafologi secara profesional yang didukung oleh beberapa praktisi Grafolog Internasional. Pada tahun 2018, Gusti Aju Dewi menjadi orang Indonesia pertama yang tersertifikasi grafologi secara global. Dia diakui melalui skema EC0-293 di bawah SEP-CONOCER Meksiko, dan tercatat dalam Gaceta Official (Lembaran Negara Meksiko) yang berlaku di 83 negara.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *