My WordPress Blog
Budaya  

15 Kultum Ramadhan 7 Menit: Puasa, Sabar, Jaga Lisan, dan Bersyukur

Ringkasan Berita

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026, terdapat referensi 15 materi kultum Ramadan singkat yang berdurasi sekitar 7 menit. Materi ini disusun secara tematik mulai dari esensi puasa, kesabaran, hingga menjaga lisan di era digital. Setiap draf kultum dirancang dengan alur yang jelas—pembukaan, isi yang berbobot, dan penutup yang menyentuh—sehingga mudah disampaikan oleh siapa saja, baik pengurus masjid, pelajar, maupun masyarakat umum.

Berikut adalah beberapa contoh materi kultum yang bisa digunakan:

Kultum Ramadhan Singkat 7 Menit tentang Puasa

1. Mengapa Puasa Bisa Sia-sia?

Banyak yang berpuasa namun hanya mendapat lapar dan dahaga (HR. Ahmad). Hal ini disebabkan oleh:
– Salah Niat: Puasa karena riya’ atau ingin dipuji, bukan karena Allah.
– Penyakit Hati: Percaya klenik atau dukun yang merusak tauhid.
– Lisan yang Tajam: Menyakiti tetangga atau memutus silaturahim dapat menggugurkan pahala puasa.

Contoh isi kultum ramadhannya:
Jamaah yang berbahagia,
Di bulan Ramadhan ini, seorang muslim yang memenuhi syarat, wajib melaksanakan ibadah puasa. Dengan bertambahnya jumlah umat Islam, tentu semakin banyak pula yang menjalankan ibadah puasa. Namun yang perlu dipertanyakan adalah apakah setiap orang yang menjalankan ibadah puasa akan diterima Allah, atau sebaliknya ibadah puasanya menjadi sia-sia di sisi Allah, sebagaimana disinyalir Rasulullah “Betapa banyak orang yang berpuasa, dan bagian dari puasanya (yang ia dapat hanya) lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad).

Kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah,
Di antara perbuatan yang bisa menyia-nyiakan ibadah puasa kita adalah berpuasa bukan karena Allah, atau salah niat. Niat adalah pokok dari segala amal. Salah niat akan menjadikan puasa sia-sia. Termasuk salah niat adalah kita berpuasa bukan karena Allah. Diam-diam ada niat terselinap di dalam hati kita yang bukan karena Allah. Ada riya’, maupun ada pengharapan kepada selain Allah. Riya adalah salah satu bentuk kesyirikan yang sangat dibenci Allah. Karenanya, ibadah semacam itu akan tertolak dan akan menjerumuskan pemiliknya ke dalam api neraka. Allah berkalam, “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (al-Kahfi: 110). Niat adalah roh amal, inti, dan sendinya. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Sebaliknya, amal jadi rusak karena niat yang rusak. Ibnul Mubarak rahimahullah berkata, “Berapa banyak amalan yang sedikit bisa menjadi besar karena niat, dan berapa banyak amalan yang besar bisa bernilai kecil karena niatnya.”

Jamaah yang dimuliakan Allah,
Salah satu perkara yang dapat menyia-nyiakan puasa kita adalah percaya dengan “klenik”. Karena orang yang percaya kepada dukun, pembaca nasib, paranormal dan sejenisnya, ia telah menyekutukan Allah. Ketika seseorang telah menyekutukan Allah, maka seluruh amal ibadahnya menjadi sia-sia. Allah berkalam, “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (az-Zumar: 65). Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad” (HR. Abu Daud dan an-Nasâ’i).

Ma’âsyiral muslimin rahimakumullâh,
Salah satu hal yang bisa menjadikan ibadah puasa kita sia-sia adalah menyakiti tetangga. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah disebutkan bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, sesungguhnya si fulanah disebut-sebut banyak mengerjakan shalat, puasa, dan sedekah, hanya saja ia menyakiti tetangganya dengan lisannya.” Rasulullah menjawab, “Dia di neraka.” Laki-laki tadi bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya si fulanah disebut-sebut sedikit mengerjakan puasa, sedekah, dan shalat, hanya saja ia tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya.” Rasulullah berkomentar, “Dia di surga.” (HR. Ibnu Hibbȧn).

Di samping itu, memutus silaturahim juga menjadi penyebab tertolaknya semua amal ibadah, termasuk ibadah puasa. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah, “Allah tidak menerima amalan orang yang memutus tali silaturrahim.” (HR. Ahmad). Ketika seluruh amal ibadah itu tertolak, bisa dipastikan ia tidak akan masuk surga. Diriwayatkan dari Jubair bin Muth’im bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Seorang pemutus silaturahim tidak akan masuk surga.” (HR. Bukhari Muslim). Hukuman bagi orang yang memutus tali silaturahim, tidak hanya akan dirasakan di akhirat, namun di dunia pun ia akan merasakannya. la bisa mati dalam kondisi yang mengenaskan atau su’ul khatimah. Naudzubillah. Diriwayatkan dari Nabi “Barang siapa memutus tali kekeluargaan atau bersumpah palsu, maka ia akan melihat akibat buruknya sebelum ia meninggal.” (Silsilah al-Ahâdits ash-Shahihah, al-Albâni).

Demikianlah beberapa hal yang bisa menjadikan ibadah puasa menjadi sia-sia alias tidak mendapatkan pahala sedikit pun dari Allah. Maka perlu diperhatikan, bahwa puasa tidak hanya sebatas menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa secara lahiriah seperti makan dan minum dengan sengaja, tetapi juga harus menjaga diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan pahala puasa di sisi Allah SWT.

Kultum Ramadhan Singkat 7 Menit tentang Sabar

8. Janji Pahala Tanpa Batas Bagi yang Bersabar

Intisari: Berlandaskan QS. Az Zumar ayat 10, Allah menjanjikan balasan tak terhitung bagi mukmin yang teguh.
Poin Utama: Sabar dalam menjalankan perintah, menjauhi larangan, dan menerima takdir/musibah.
Kutipan Penting: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah, yang dicukupkan pahala tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10).

Contoh isi kultum ramadhannya :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillaah, wasyukurillaah. Washolatu wassalaamu alaa Rosuulillaah. Laa nabiyya ba’dah. Amma ba’du.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua.
Selawat beserta salam tidak lupa kita curahkan kepada junjungan nabi besar kita baginda Nabi Muhammad saw., juga kepada keluarga dan pengikutnya sampai akhir zaman. Amin.
Dalam kesempatan kali ini izinkan saya memberikan ceramah singkat berjudul, “Sabar dan Keutamaannya”. Allah Swt. berfirman dalam surah Az Zumar ayat 10, yang artinya:
“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Rabb-mu’. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini, (akan) memperoleh (balasan) kebaikan (dari-Nya). Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah, yang dicukupkan pahala tanpa batas.”
Sungguh kesenangan dan kesusahan yang kita alami di dunia ini adalah cobaan dari Allah Swt. Bahkan, kehidupan dunia ini semuanya adalah cobaan.
Agar mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat maka setiap muslim harus memahami hakikat kehidupan dunia ini dan mengambil bekal utama dalam menjalaninya, di antara bekal tersebut adalah sikap sabar.
Sabar mempunyai kedudukan yang agung dalam agama Islam, bahkan urusan agama berdiri di atas sabar tersebut yaitu:
Sabar dalam menjalankan perintah Allah Ta’ala.
Sabar dalam menjauhi larangan-Nya.
Sabar dalam menghadapi musibah yang menimpa.
Dan orang-orang yang bersabar dialah orang yang beruntung karena telah melaksanakan ketaatan kepada Allah.
Adapun di antara janji Allah bagi orang mukmin yang bersabar adalah:
Allah akan memberikan ganjaran kepadanya tanpa terhitung.
Dengan musibah tersebut (jika bersabar dan mengharapkan balasan dari Allah) maka Allah akan menghapuskan dosa-dosanya.
Allah akan mengangkat derajat orang yang bersabar dalam menghadapi cobaan dari Allah.
Demikianlah ceramah singkat yang dapat saya sampaikan. Akhir kata, wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Kultum Ramadhan Singkat 7 Menit tentang Menjaga Lisan

13. Kultum: Menjaga Lisan di Bulan Ramadan

Estimasi Waktu: 5-7 Menit
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang dengan rahmat-Nya kita dipertemukan kembali dengan Ramadan 2026 dalam keadaan sehat walafiat. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Sahabat jemaah yang dirahmati Allah, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Salah satu tantangan terbesar kita adalah menjaga lisan. Lidah yang tidak bertulang ini sering kali lebih tajam dari pedang. Tanpa sadar, pahala puasa kita bisa gugur hanya karena satu ucapan ghibah, fitnah, atau kata-kata kotor.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Mengapa? Karena lisannya tidak ikut berpuasa dari kemaksiatan. Menjaga lisan bukan berarti diam seribu bahasa, melainkan memastikan setiap kata yang keluar mengandung manfaat atau lebih baik diam.
Mari kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum “detoks lisan”. Gunakan lidah kita untuk berzikir dan menebar kedamaian, agar puasa kita mencapai derajat takwa yang sempurna.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *