My WordPress Blog
Budaya  

40 pantun penutup kultum Ramadan, lucu dan kreatif

Tips Membuat Kultum Ramadan yang Berkesan

Kultum Ramadan yang penuh pesan kebaikan bisa terlupakan dengan cepat bila diakhiri dengan biasa saja. Agar kultum lebih berkesan di hati dan ingatan audiens, gunakan pantun sebagai penutupnya. Pantun tidak hanya memberikan kesan yang menyenangkan, tetapi juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengakhiri ceramah dengan tawa atau rasa haru.

Bagaimana jika kamu gak jago bikin pantun penutup kultum Ramadan? Tenang, berikut ini beberapa contoh pantun yang bisa kamu gunakan untuk menutup kultummu. Dengan menggunakan pantun, kultum akan lebih keren dan meninggalkan kesan yang mendalam.

Contoh Pantun Penutup Kultum Ramadan

  1. Ke Surabaya borong pakaian

    Kultumnya cukup sekian

  2. Jalan-jalan sampai ke Tarakan

    Kurang lebihnya tolong dimaafkan

  3. Buah rambutan buah alpukat

    Semoga kultum ini bermanfaat

  4. Pak Dadang makan buka alpukat

    Semoga kultum ini mendatangkan berkat

  5. Pak RT mengundang buat kenduri

    Sekian kultum ini, sampai jumpa lagi

  6. Petik mangga dapat lima

    Cuci dulu supaya bersih

    Ceramah saya tidaklah lama

    Cukup sekian terima kasih

  7. Siang hari makan permen kacang

    Malam hari sudah sakit gigi

    Kalaulah ada umur panjang

    Izinkan saya berceramah lagi

  8. Kalau ada sumur di ladang

    Bolehlah kita menyikat gigi

    Kalau ada umur yang panjang

    Bolehkah saya ceramah lagi?

  9. Tidur nyenyak di atas ranjang

    Air mengalir di kolam ikan

    Ceramah saya memang panjang

    Tapi tetap menyenangkan

  10. Baju putih terkena minyak

    Jangan lupa dicuci lalu dilipat

    Terima kasih sudah menyimak

    Semoga tausiyahnya bermanfaat

Pantun Penutup Kultum Ramadan yang Keren

  1. Menggoreng ikan dicampur bakmi

    Digoreng terpisah, jangan sekaligus

    Cukup sekian ceramah kami

    Moga mendapat nilai yang bagus

  2. Mentari senja telah tenggelam

    Hujan turun mulai terjatuh

    Kami tutup ceramah dengan salam

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

  3. Jalan ke lembah tidaklah rata

    Di ujung kali tumbuh melati

    Ku mohon maaf segala kata

    Ceramah ini moga mengena di hati

  4. Mangga harum namanya kweni

    Sayang sedang sakit gigi

    Ceramah saya sampai di sini

    Besok-besok yuk sambung lagi

  5. Dua ekor kucing mencuri ikan

    Suaranya nyaring karena berkelahi

    Bila ada kurangnya, mohon dimaafkan

    Agar Allah senantiasa memberkahi

  6. Sungguh enak buah srikaya

    Tapi jangan ditambah bluntas

    Cukup sekian dari saya

    Karena ceramahnya sudah tuntas

  7. Untuk apa jadi bujang

    Hidup sepi tak bermuara

    Ingin hati ceramah panjang

    Apa daya masih ada acara

  8. Tidur nyenyak di atas ranjang

    Air mengalir di kolam ikan

    Kultum saya memang panjang

    Tapi tetap menyenangkan

  9. Bunga mekar di perbukitan

    Sawah luas di pedesaan

    Terima kasih untuk perhatian

    Mohon maaf untuk kesalahan

  10. Tanah luas tak ada tuannya

    Tombak tajam ditancapkan

    Atas perhatian dan bantuannya

    Terima kasih saya ucapkan

Pantun Penutup Kultum Ramadan yang Memikat

  1. Anak kecil duduk di papan

    Memakai dasi dan juga celana

    Puluhan menit berdiri di depan

    Moga ceramah saya memberi makna

  2. Di Kota Berlin banyak melati

    Melati putih buat seremoni

    Hadirin yang saya hormati

    Terima kasih telah menyimak ceramah ini

  3. Bapak ke kota bawa bonsai

    Jalannya lambat karena ramai

    Ceramah saya sudah selesai

    Moga suasana tetap damai

  4. Bunga melati berwarna putih

    Elok bentuknya tapi berduri

    Cukup sekian dan terima kasih

    Assalamualaikum, saya undur diri

  5. Tak mau miskin tak ingin kaya

    Hidup sederhana jadi kebiasaan

    Hanya demikian ceramah saya

    Moga dapat menambah wawasan

  6. Kalau ada sumur di ladang

    Boleh saya menumpang mandi

    Kalau ada umur yang panjang

    Boleh dong saya ceramah lagi

  7. Jalan-jalan ke Surabaya

    Tidak lupa membeli makanan

    Demikian ceramah saya

    Jika ada yang salah mohon dimaafkan

  8. Sungguh gagah raja Malaya

    Dari Malaka ke negeri Campa

    Sampai di sini ceramah saya

    Wassalamualaikum sampai jumpa

  9. Jalan-jalan ke Surabaya

    Tidak lupa membeli makanan

    Demikian kultum saya

    Jika ada yang salah mohon dimaafkan

  10. Jalan ke lembah tidaklah rata

    Di ujung kali tumbuh melati

    Ku mohon maaf segala kata

    Kultum ini moga mengena di hati

Pantun Penutup Kultum Ramadan

  1. Hari Senin bersih-bersih

    Pasang bendera biar berkibar

    Cukup sekian dan terima kasih

    Maaf jika ceramahnya panjang lebar

  2. Di sungai ada buaya

    Buayanya lagi makan ikan

    Demikian ceramah saya

    Semoga hadirin berkenan

  3. Burung Dara Cenderawasih

    Cari dulu di Papua

    Cukup sekian terima kasih

    Moga bermanfaat untuk semua

  4. Nona manis namanya Soraya

    Pergi ke dokter karena sakit gigi

    Sekian tausiyah dari saya

    Kalau suka jangan lupa datang lagi

  5. Pisau diasah buat bertani

    Bawa ke ladang naik pedati

    Selesai sudah kultum ini

    Semoga bisa memberi arti

  6. Pak Mamat punya burung kenari

    Burung dijemur hingga siang

    Kultum berakhir sampai di sini

    Salah dan janggal mohon maafkan

  7. Jalan-jalan ke Balikpapan

    Jangan lupa mengajak Wawan

    Maafkan semua kekurangan

    Karena kesempurnaan punya Rizky Febian

  8. Ke warung beli makanan

    Warungnya milik Bu Salman

    Bila ada kesalahan, mohon dimaafkan

    Bila ada perasaan, segera ungkapkan

  9. Di kota Bandung banyak melati

    Melati indah dan wangi

    Semua hadirin yang saya hormati

    Terima kasih menyimak kultum hari ini

  10. Tetangga baru namanya Maman

    Punya anak namanya Dadan

    Mohon maaf jika ada kekurangan

    Jika ada lebihnya tak usah dikembalikan

Itu dia contoh pantun penutup kultum Ramadan yang bisa kamu sontek. Menurutmu, mana pantun yang paling menarik dan berpotensi bikin audiens terkesan?

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *