PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) terus memperkuat posisinya sebagai penyedia kain dan fesyen ritel yang terintegrasi. BELL adalah anak perusahaan PT Trisula International Tbk (TRIS) yang telah berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri tekstil dan garmen. Perusahaan ini memiliki peran penting dalam sektor hulu, sebagai produsen kain berkualitas dengan layanan lengkap mulai dari pemberian tekstur, pelintiran, pemberian kanji, penenunan, pewarnaan hingga penyelesaian akhir. Produk kain yang dihasilkan mencakup kebutuhan pabrik garmen (B2B) maupun pelanggan eceran (B2C).
Dari sisi produk, BELL menawarkan berbagai jenis kain seperti 100% polyester, polyester rayon, kain dengan fungsi khusus, kain recycle, seragam perusahaan, hingga produk ritel lainnya. Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan berada pada segmen ritel fesyen dan seragam. Untuk lini kain, merek utama yang diusung adalah Caterina dan Bellini, sedangkan untuk bisnis fesyen ritel, perusahaan mengandalkan merek JOBB dan Jack Nicklaus.
Hingga Desember 2025, jaringan ritel BELL mencapai 199 gerai, terdiri dari 129 gerai JOBB dan 70 gerai Jack Nicklaus (JN), termasuk gerai yang bekerja sama dengan department store. Pada tahun 2026, perusahaan merencanakan anggaran belanja modal sebesar Rp 21 miliar. Alokasi dana tersebut mencakup restrukturisasi permesinan, optimalisasi proses, pengembangan dan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi yang lebih optimal, peningkatan otomatisasi, serta ekspansi retail. Anggaran juga akan digunakan untuk pembukaan outlet baru retail JOBB dan Jack Nicklaus.
Selain itu, BELL juga berupaya memperkuat riset dan pengembangan (R&D) melalui Trisula Innovation Center (TIC). Tujuan dari TIC adalah untuk memperkuat kolaborasi dengan ekosistem internal perusahaan serta menjalin kerja sama eksternal dengan para pemasok (supplier) guna mendorong inovasi dalam menghadirkan produk unik dan fungsional yang dapat diterima pasar yang lebih luas.
Saat ini, BELL telah memproduksi material daur ulang (recycle), kain tahan api, serta menjadi salah satu pabrik yang memiliki kapabilitas memproduksi kain stretch. Langkah ini merupakan strategi BELL untuk bersaing dengan produk asal China melalui diferensiasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Di segmen ritel, BELL berencana secara rutin meluncurkan produk-produk anyar yang dinilai relevan dengan kebutuhan pasar. Salah satu produk yang akan dirilis tahun ini adalah kain hasil benang daur ulang (recycle), yang akan dikhususkan 100% untuk dipasarkan secara ekspor.
Pada tahun 2025, 60% penjualan BELL berasal dari pasar ritel, kemudian 26% dari institusi (pemerintah dan swasta), dan sekitar 6% dari ekspor. Dari sisi keuangan, sejak Januari hingga September 2025, total penjualan BELL turun 3,05% secara tahunan dari Rp 426,36 miliar per September 2024 menjadi Rp 413,33 miliar di periode sama tahun 2025. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BELL pun merosot 40,38% YoY dari Rp 9,20 miliar ke Rp 5,48 miliar.
Meskipun begitu, perseroan optimistis mampu mencetak pertumbuhan sepanjang tahun 2026. Karsongno mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% secara tahunan untuk tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, emiten tekstil ini menyiapkan beberapa strategi utama. Salah satunya adalah modernisasi mesin dengan teknologi yang lebih canggih guna mendorong efisiensi dan meningkatkan produktivitas.
Menurutnya, menghadirkan mesin baru memungkinkan pengembangan produk yang lebih berkualitas dan inovatif, sekaligus mendukung efisiensi energi dan peningkatan produktivitas SDM. Dari sisi operasional, BELL akan melakukan konsolidasi back office untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur biaya dan mendukung kinerja perusahaan secara keseluruhan.
“Konsolidasi back office dan otomasi menjadi bagian dari rencana kerja tahun 2026, sejalan dengan langkah efisiensi dan penguatan R&D. Kami meyakini langkah ini akan meningkatkan EBITDA margin,” ujarnya. Tidak kalah penting, BELL akan rutin meluncurkan produk baru di divisi ritel guna memperluas pangsa pasar. Karsongno menekankan, keberhasilan dalam menjaga tren kinerja yang positif mencerminkan strategi perseroan yang adaptif terhadap dinamika, serta menghadirkan solusi tekstil maupun garmen yang selaras dengan kebutuhan pasar.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











