Penyesuaian Harga BBM oleh BP-AKR
Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BP-AKR melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan harga ini hanya berlaku pada produk BP Ultimate Diesel. Berdasarkan informasi yang diberikan melalui akun Instagram resmi BP Indonesia (@bp_idn), harga BP Ultimate Diesel kini mencapai Rp 25.560 per liter. Angka ini meningkat sebesar Rp 10.940 per liter dibandingkan harga sebelumnya, yaitu Rp 14.620 per liter.
Sementara itu, harga produk BBM dengan Research Octane Number (RON) 92 atau BP 92 tetap dijual dengan harga Rp 12.390 per liter. Produk BP Ultimate dengan RON 95 juga tidak mengalami perubahan, dan masih dijual seharga Rp 12.930 per liter.
Manajemen BP-AKR menjelaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar dilakukan secara berkala. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti fluktuasi harga minyak dunia, kondisi pasar, serta ketentuan yang berlaku di sektor energi. Penyesuaian ini merupakan bagian dari mekanisme industri untuk menjaga keberlanjutan layanan energi kepada masyarakat.
“BP-AKR berkomitmen untuk mengelola operasional secara efisien serta menjaga kesinambungan layanan jaringan SPBU bp bagi para pelanggan,” ujar manajemen BP-AKR dalam pernyataannya.
Kenaikan Harga BBM Non Subsidi
Sebelumnya, perusahaan plat merah PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga tiga produk BBM non subsidi per 18 April 2026. Pertamina melakukan penyesuaian harga terhadap Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga ketiga produk tersebut cukup signifikan.
Dalam wilayah Provinsi DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo naik dari sebelumnya Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter. Sementara itu, harga Dexlite melonjak dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter. Harga Pertamina Dex juga meningkat tajam dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.
Namun, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan. Harga Pertamax tetap dijual sebesar Rp 12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 bertahan di harga Rp 12.900 per liter.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi ini mengacu pada Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Aturan ini mengatur tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran JBU jenis bensin dan minyak solar.
Baron menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi ini mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk dinamika harga minyak dunia serta kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat. Pertamina terus memantau harga komoditas minyak dunia yang masih bergerak volatil di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
“Keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Sedangkan harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Pertamina tetap memonitor dinamika harga minyak dunia dan berkoodinasi intensif dengan Pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional,” kata Baron saat dihubungi oleh .co.id.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga BBM
Penyesuaian harga BBM oleh BP-AKR dan Pertamina didasarkan pada beberapa faktor utama. Pertama, fluktuasi harga minyak dunia yang terus berubah karena kondisi politik dan ekonomi global. Kedua, kondisi pasar lokal yang memengaruhi permintaan dan penawaran BBM. Ketiga, regulasi pemerintah yang mengatur mekanisme penetapan harga BBM.
Selain itu, kebijakan penyesuaian harga juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi masyarakat dan keberlanjutan bisnis industri energi. Dengan demikian, penyesuaian harga dilakukan secara bertahap dan terkendali agar tidak memberikan dampak negatif yang besar terhadap konsumen.
Pertamina dan BP-AKR terus memantau perkembangan pasar serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasokan BBM tetap stabil dan aman. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat tetap mendapatkan akses terhadap bahan bakar yang cukup dan terjangkau.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











