My WordPress Blog
Budaya  

Istri Gubernur Kaltim yang Pernah Viral dengan Busana Bangsawan Eropa

Profil dan Kehidupan Syarifah Suraidah, Istri Gubernur Kaltim yang Viral

Syarifah Suraidah, istri dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Masud, kini menjadi sorotan publik karena gaya berpakaian glamornya yang sering dibandingkan dengan bangsawan Eropa. Selain itu, ia juga dikenal sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar. Dengan latar belakang yang kuat di dunia politik dan bisnis, Syarifah menunjukkan peran penting dalam kehidupan publik.

Karier Politik dan Bisnis

Lahir pada 1 Januari 1981 di Balikpapan, Syarifah memiliki akar yang kuat di Kalimantan Timur. Sebelum terjun ke dunia politik, ia sukses sebagai pengusaha. Ia pernah menjabat sebagai pemimpin di PT Barokah Agro Perkasa selama hampir satu dekade (2014–2023). Karier politiknya memuncak saat ia resmi dilantik sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar. Ia maju dari Dapil Kalimantan Timur untuk menggantikan posisi suaminya yang memilih berkompetisi dalam Pemilihan Gubernur.

Di internal partai, Syarifah juga memegang posisi strategis sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kaltim. Hal ini menunjukkan perannya yang aktif dalam membangun jaringan dan memperkuat keberadaan Partai Golkar di wilayah Kaltim.

Kegiatan Sosial dan Pemberdayaan

Selain kesibukan di parlemen, Syarifah dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Ia mendirikan Bestie Syarifah Suraidah (BSS), sebuah komunitas sosial, serta menginisiasi Harum Center Foundation. Lembaga ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan misi sosial bagi warga di wilayah Kalimantan Timur.

Rincian Harta Kekayaan

Sebagai pejabat negara, Syarifah secara transparan melaporkan hartanya dalam LHKPN. Berdasarkan data per 22 Maret 2025 untuk periode 2024, total kekayaan bersihnya mencapai Rp 166.519.280.429. Berikut adalah rincian aset utamanya:

  • Tanah dan Bangunan (Rp 26,5 Miliar): Mencakup 5 aset properti di Jakarta Selatan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara. Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 15 miliar.
  • Alat Transportasi (Rp 250 Juta): Terdiri dari tiga unit mobil lama, yaitu Suzuki X-Over (2007), Honda Freed (2008), dan Honda CRV (2010).
  • Kas dan Setara Kas: Mencapai Rp 28 miliar.
  • Harta Lainnya: Tercatat sebesar Rp 224 miliar.
  • Utang: Syarifah juga melaporkan kewajiban utang sebesar Rp 112,6 miliar.

Polemik Pengadaan Mobil Dinas

Polemik terkait pengadaan mobil dinas baru gubernur Kaltim senilai Rp8,5 miliar memicu perhatian publik. Rudy Masud, suami Syarifah, menyatakan keberatannya jika harus menggunakan kendaraan kelas menengah seperti Kijang karena dianggap tidak merepresentasikan kekuatan ekonomi daerahnya.

“Jangan saya disuruh pakai Kijang. Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh,” tegas Rudy saat menanggapi kritik terkait pengadaan tersebut pada Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan yang sedang diproses tersebut merupakan jenis SUV hybrid mewah dengan spesifikasi teknis tinggi, yakni mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP yang didukung motor listrik 140 kW.

Pengadaan ini memicu gelombang protes dari ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi GERAM) pada Senin (23/2/2026). Menghadapi desakan tersebut, Rudy Masud meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak berpikiran negatif.

“Kami di Kalimantan Timur sampai hari ini. Belum ada mobil dinas dari Pemprov Kaltim untuk Kalimantan Timur yang ada di Jakarta,” ujar Rudy.

Rudy berargumen bahwa pemilihan spesifikasi mobil tersebut masih berada dalam koridor hukum, khususnya merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur standar kendaraan dinas pejabat daerah. Selain itu, ia menekankan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai beranda utama Indonesia menyusul keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, fasilitas yang mumpuni diperlukan untuk menyambut tamu-tamu internasional agar martabat daerah tetap terjaga.

“Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Hari ini mobil Pemprov Kaltim tidak ada mobilnya di sini yang ada cuma di Jakarta, kalau di Jakarta disesuaikan dong,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tersebut.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *