Pengertian dan Hukum Sholat Tarawih
Sholat Tarawih merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan. Sholat ini bisa dikerjakan secara mandiri atau berjamaah, namun lebih utama dilakukan secara berjamaah. Sholat Tarawih disebut juga dengan Qiamulail Ramadan, yaitu salat yang dilakukan setiap malam selama bulan Ramadan. Berbeda dengan salat-salat lainnya, sholat tarawih tidak dilakukan di bulan-bulan lainnya.
Hukum melaksanakan sholat tarawih adalah sunnah muakad, artinya salat sunnah yang sangat dianjurkan baik kepada laki-laki maupun perempuan. Kata “tarawih” berasal dari kata Arab “raha”, yang berarti istirahat. Oleh karena itu, sholat tarawih dilaksanakan dengan cara santai dalam waktu yang panjang.
Waktu pelaksanaannya adalah setelah melakukan salat Isya hingga terbit fajar. Jumlah rakaat sholat tarawih berbeda versi. Ada yang mengerjakannya dengan 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat sehingga berjumlah 11 rakaat. Ada pula yang mengerjakannya dengan 20 rakaat ditambah witir 3 rakaat sehingga berjumlah 23 rakaat.
Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih
Berikut niat dan tata cara sholat tarawih:
Niat Sholat Tarawih Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta’ālā.
Artinya: Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku menyengaja salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Tarawih
- Rakaat Pertama
- Membaca niat sholat tarawih.
- Membaca Takbiratul Ihram.
- Membaca Doa Iftitah.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca surat-surat pendek Al-Quran. Pada rakaat pertama, usai membaca surat Al-fatihah, kemudian membaca surat pendek, misalnya Al-Kafirun.
- Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.
Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya. - I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami Allahu liman hamidah.
Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana walakal hamdu.
Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian. - Sujud dengan tumakninah lalu membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“ - Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya:, “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.” - Sujud lalu membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“ -
Berdiri lagi
-
Rakaat Kedua
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah Pendek membaca surat pendek, misalnya Al-Ikhlas.
- Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.
Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya. - I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami Allahu liman hamidah.
Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana walakal hamdu.
Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian. - Sujud dengan tumakninah lalu membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“ - Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya:, “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.” - Sujud lalu membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“ - Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
Berikut bacaan Tasyahud Akhir:
[Bacaan lengkap Tasyahud Akhir] - Salam
Ulangi gerakan hingga empat kali.
Setelah selesai Sholat Tarawih, lanjutkan membaca doa kamilin. Doa Kamilin adalah doa yang dibaca setelah selesai sholat tarawih. Berikut doa setelah salat tarawih (doa kamilin):
[Doa Kamilin]
Sholat Witir
Setelah salat Tarawih dilanjutkan dengan salat Witir. Salat Witir adalah salat sunah yang jumlah rakaatnya ganjil yang dilakukan setelah melakukan salat lainnya pada waktu malam. Adapun bilangannya adalah satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, dan paling banyak sebelas.
Niat dan Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat
Dilansir dari Rumaysho.com, Sholat Witir 3 rakaat dapat dilakukan dengan dua cara.
Cara pertama: tiga raka’at, sekali salam.
Cara kedua: mengerjakan dua raka’at terlebih dahulu kemudian salam, lalu ditambah satu raka’at kemudian salam.
Niat Sholat Witir
2 Rakaaat
Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Jika Anda makmum, maka kata “imāman” diganti menjadi “makmūman”.
1 Rakaat
Ushalli sunnatal Witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Jika Anda makmum, maka kata “imāman” diganti menjadi “makmūman”.
3 Rakaat
Ushlli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan imaaman lillahi ta’aala
Jika Anda makmum, maka kata “imāman” diganti menjadi “makmūman”.
Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat 1 Kali Salam
Tata cara Sholat Witir hampir sama dengan sholat pada dasarnya sama dengan wajib pada umumnya. Bedanya, Sholat Witir 3 rakaat dikerjakan langsung 3 rakaat dengan satu salam tanpa duduk tasyahud awal atau tahiyat awal.
Berikut bagikan tata cara Sholat Witir 3 Rakaat 1 Kali Salam:
– Membaca Niat.
– Takbiratul Ihram
– Membaca Surat Al-Fatihah
– Membaca Surat Pendek
– Ruku’
– I’tidal
– Sujud
– Duduk Antara Dua Sujud
– Sujud
– Berdiri lagi
– Ulangi sampai rakaat ketiga.
– Tahiyat akhir.
– Salam
(Bacaan saat ruku, i’tidal, sujud, dan tahiyat akhir bisa dilihat di tata cara Sholat Tarawih)
Doa Sholat Witir
[Doa Sholat Witir]











