My WordPress Blog
Bisnis  

Konflik AS-Iran Memanas, Pendanaan Startup RI Terancam Menipis

Tantangan dan Strategi Investor di Tengah Ketidakpastian Global

Di tengah ketidakpastian global akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran, para investor semakin berhati-hati dalam menyalurkan pendanaan ke startup. Hal ini dianggap sebagai sikap yang wajar mengingat situasi geopolitik yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Meski demikian, Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) melihat bahwa Indonesia tetap menjadi pasar yang menarik bagi investor regional maupun global.

Even Chandra, pengurus Amvesindo, menjelaskan bahwa meskipun belum ada reaksi signifikan dari para investor, Indonesia masih memiliki potensi besar karena basis konsumen domestik yang kuat dan pertumbuhan digital yang pesat. “Dengan penetrasi digital yang terus berkembang, Indonesia tetap menjadi prioritas bagi banyak investor,” ujarnya.

Dalam situasi yang tidak menentu, Even menekankan pentingnya keberlanjutan sebagai kunci utama bagi seluruh ekosistem pendanaan dan inovasi. Bagi perusahaan modal ventura, hal ini berarti meningkatkan selektivitas dalam investasi dengan memprioritaskan model bisnis yang tangguh, jalur menuju profitabilitas yang jelas, serta disiplin keuangan yang baik.

Alokasi modal cenderung dialihkan ke sektor-sektor defensif seperti agritech, B2B SaaS, dan kecerdasan buatan (AI), yang memiliki kebutuhan struktural jangka panjang. Di sisi lain, pengelolaan risiko nilai tukar menjadi semakin krusial, terutama bagi investasi lintas mata uang yang rentan terhadap volatilitas global.

Adaptasi dan Kepatuhan untuk Startup

Bagi startup, adaptasi menjadi prasyarat utama untuk bertahan dan berkembang. Perusahaan perlu memperpanjang runway melalui pengendalian biaya dan optimalisasi efisiensi operasional. Selain itu, pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan lebih diutamakan daripada ekspansi agresif yang bergantung pada subsidi.

Penguatan tata kelola perusahaan dan kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi faktor pembeda. Dalam kondisi ketidakpastian, investor semakin sensitif terhadap risiko non-keuangan, termasuk aspek hukum, reputasi, dan kepatuhan.

Kebijakan Publik yang Menunjang Investasi

Dari perspektif kebijakan publik, Even menilai ada tiga area krusial untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Pertama, stabilitas makroekonomi dan nilai tukar, karena volatilitas berlebihan akan memengaruhi persepsi risiko dan biaya modal. Kedua, insentif fiskal yang kompetitif, termasuk dukungan terhadap investasi riset dan pengembangan serta perlakuan pajak yang mendorong reinvestasi modal. Ketiga, kepastian regulasi dan kemudahan struktur investasi lintas batas.

“Kejelasan hukum dan konsistensi kebijakan menjadi faktor diferensiasi utama dalam menarik modal jangka panjang,” kata Even.

Perspektif Ekonom Digital

Ekonom Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global pasca-konflik di Timur Tengah, investor cenderung menghindari instrumen berisiko tinggi seperti startup digital. Mereka lebih memilih instrumen yang dianggap aman, seperti emas atau US Treasury.

Menurut Huda, kondisi ini berpotensi membuat pendanaan bagi startup digital semakin berkurang. Padahal, tahun 2026 seharusnya menjadi momentum rebound akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengarah pada ekspansi ekonomi. Namun, ketidakpastian global menyebabkan kembali melemahnya minat pendanaan.

Ketika pendanaan menyusut, sulit berharap adanya pertumbuhan signifikan di sektor digital, mengingat hampir semua startup digital masih membutuhkan suntikan modal. Salah satu opsi yang tersedia adalah melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) untuk menghimpun dana publik. Namun, Huda menilai bahwa kondisi startup digital yang masih mencatatkan kerugian membuat permintaan terbatas.

“Kecuali startup tersebut memiliki ‘nilai lebih’ di mata investor ritel, sulit bagi mereka untuk menggaet dana publik,” katanya.

Peran Pemerintah dan Investor Domestik

Huda mendorong pemerintah untuk memperkuat peran investor domestik, termasuk perusahaan modal ventura dalam negeri, agar dapat menyalurkan pendanaan ke startup digital. Salah satu upayanya adalah memberikan insentif pajak bagi perusahaan venture capital.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ekosistem startup digital dapat tetap tumbuh meskipun dalam situasi ketidakpastian global.

Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *