Penurunan Angka Kemiskinan di Kabupaten Sigi
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi dalam menurunkan angka kemiskinan dari 12 persen pada tahun 2021 menjadi 10 persen pada tahun 2024. Hal ini dilakukan dengan dukungan program Berani Berkah Ramadan yang menjangkau sekitar 1.000 kepala keluarga (KK).
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa strategi yang digunakan adalah pendekatan berbasis data dan kunjungan langsung ke rumah warga. Dengan cara ini, bantuan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.
Program Berani Berkah Ramadan
Kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri oleh Gubernur Anwar Hafid dan jajaran pemerintah provinsi serta kabupaten berlangsung di kediaman Bupati Sigi di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Acara ini juga diisi dengan penyerahan paket sembako sebagai bagian dari Program Berani Berkah Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyebut Kabupaten Sigi memiliki perhatian khusus dalam agenda pembangunan provinsi. Ia bahkan menyebut daerah tersebut memiliki posisi istimewa di Sulawesi Tengah. Ia mengatakan:
“Kalau ada lagu bilang Jogja istimewa, maka bagi saya Sulawesi Tengah itu Sigi istimewa,” ujar Anwar, yang disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Menurutnya, kepemimpinan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi menunjukkan komitmen nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Strategi Pengentasan Kemiskinan
Dalam laporannya, Bupati Rizal menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sigi mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut bantuan sembako yang disalurkan kepada sekitar 1.000 KK diharapkan turut membantu menekan angka kemiskinan.
“Buka puasa bersama Pak Gubernur hari ini kami sangat berterima kasih, sekaligus beliau membantu sembako kepada masyarakat Sigi kurang lebih 1.000 KK. Dengan adanya sembako ini kami berharap angka kemiskinan bisa kembali turun,” kata Rizal.
Ia menjelaskan, berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sigi menunjukkan tren penurunan dari sekitar 12 persen pada 2021 menjadi sekitar 10 persen pada 2024. Pemerintah daerah menargetkan tren tersebut terus berlanjut hingga 2025.
Pendekatan Berbasis Data
Menurut Buapti Rizal, salah satu strategi yang dilakukan adalah pendekatan berbasis data yang disertai kunjungan langsung ke rumah warga untuk memastikan kondisi masyarakat secara nyata.
“Kami turun langsung door to door memastikan kondisi masyarakat sehingga penanganannya bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Alokasi Dana Infrastruktur dan Perumahan
Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menegaskan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dan pusat untuk Kabupaten Sigi pada 2026 cukup signifikan. Ia menyebut total alokasi dana yang masuk ke daerah tersebut mencapai sekitar Rp268 miliar, di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sigi.
Beberapa program strategis yang disoroti di antaranya pembukaan akses jalan Lembantongoa–Sausu yang diharapkan memperlancar konektivitas wilayah timur menuju Kota Palu melalui Kecamatan Palolo. Selain itu, peningkatan ruas jalan Kalukubula–Gimpu juga menjadi perhatian pemerintah.
Tak hanya sektor infrastruktur, Kabupaten Sigi juga mendapatkan program penanganan kawasan kumuh dari pemerintah pusat. Menurut Anwar Hafid, sektor perumahan menjadi salah satu faktor berkontribusi terhadap angka kemiskinan.
“Mulai 2027, saya minta seluruh kepala daerah fokus pada perbaikan rumah tidak layak huni. Kalau ini kita lakukan secara konsisten, angka kemiskinan akan kembali turun,” tegasnya.
Upaya Penguatan Nilai Spiritual
Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Sigi aktif memantau langsung kondisi rumah warga kurang mampu sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid turut mengajak masyarakat untuk mendoakan para pemimpin agar tetap istiqamah dan berpihak kepada rakyat. Ia mencontohkan budaya masyarakat di Brunei Darussalam yang mendoakan pemimpinnya selepas salat sebagai bentuk dukungan moral.
Selain itu, ia juga menitipkan program Berani Berkah, termasuk gerakan salat berjamaah dan mengaji, sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dalam pembangunan daerah.
“Kita ingin pembangunan berjalan seiring dengan penguatan iman dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Optimisme Masa Depan Kabupaten Sigi
Menutup sambutannya, Anwar menyatakan optimisme terhadap masa depan Kabupaten Sigi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kepemimpinan yang bekerja tanpa lelah dan dukungan masyarakat, saya yakin Sigi akan semakin maju,” pungkasnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











