Pinrangpost.com – Kementerian Luar Negeri RI akan mengevaluasi kemungkinan untuk mendorong penyelesaian konflik yang masih terjadi di beberapa negara di Afrika. Hal ini disampaikan oleh Direktur Afrika Kemlu RI, Dewi Justicia Meidiwaty, pada Selasa (10/11).
Dalam acara “Forum of Experts and Practitioners – Insights on the African Region: Krisis Kemanusiaan dan Masa Depan Afrika (Kasus Sudan, Somalia dan Mali)” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kemlu RI, Dewi mengatakan bahwa Indonesia perlu terlibat lebih dalam dalam mengatasi konflik yang terjadi di Afrika.
Meskipun Indonesia telah memperluas kerja sama ekonomi dengan Afrika, namun situasi keamanan di kawasan tersebut masih belum stabil. Beberapa negara seperti Sudan, Somalia, dan Mali masih terlibat konflik yang mengkhawatirkan.
Selain itu, keputusan beberapa negara di bagian barat Afrika untuk keluar dari kelompok Masyarakat Ekonomi Negara-negara Afrika (ECOWAS) juga menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap negara-negara lain di bagian timur dan selatan Afrika.
Dewi menegaskan bahwa Indonesia perlu terlibat lebih dalam dalam upaya memperluas kerja sama di berbagai sektor di Afrika. Hal ini termasuk juga dalam menangani konflik yang terjadi di beberapa negara Afrika.
Selain itu, Dewi juga mendukung upaya untuk memperluas kerja sama di bidang pembangunan di Afrika. Ia menekankan bahwa kerja sama pembangunan dapat menjadi alat diplomatik yang efektif dan terarah. Oleh karena itu, dalam strategi besar kerja sama pembangunan, Indonesia juga memasukkan upaya untuk mencapai perdamaian dan membangun masyarakat di Afrika.











