Kedatangan Pejabat Amerika Serikat ke Rumah Jabatan Gubernur Sulsel
Pada hari Jumat, 27 Maret 2026, sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) mengunjungi Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terletak di Jl Sungai Tangka, Kota Makassar. Kedatangan mereka disambut oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan beberapa pejabat pemerintah daerah.
Pejabat yang Hadir dalam Pertemuan
Pejabat Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat, Peter M Haymond, bersama dengan Konsul Jenderal di Surabaya Christopher Green, hadir dalam pertemuan tersebut. Keduanya tiba menggunakan mobil Innova berwarna hitam dan mengenakan kemeja batik. Peter M Haymond pernah menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Laos antara tahun 2020 hingga 2023. Ia juga memimpin Misi AS untuk Indonesia, yang bertanggung jawab atas memperkuat kerjasama dalam Kemitraan Strategis Komprehensif.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel Asrul Sani serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kasman. Pertemuan berlangsung selama sekitar 45 menit di ruang utama Rujab Gubernur Sulsel.
Pembahasan Konflik di Timur Tengah
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa pertemuan ini membahas situasi konflik di Timur Tengah yang telah berdampak luas hingga ke Indonesia. Ia menyampaikan pesan damai terkait kebijakan AS yang terkait dengan invasi di wilayah tersebut, khususnya konflik AS-Israel dan Iran. Duta Besar AS mendengarkan dan memahami situasi saat ini termasuk dampaknya hingga ke Indonesia, dan berjanji akan meneruskan pesan ini kepada Washington DC.
Andi Sudirman menekankan pentingnya pendekatan damai untuk memulihkan ekonomi global. Konflik di Timur Tengah sangat berdampak pada sektor energi, terutama karena blokade di Selat Hormuz yang membuat suplai minyak dunia merosot. Di sisi lain, harga minyak semakin meroket, dan sejumlah negara sudah menyatakan krisis energi.
Pendekatan Damai dan Kebijakan Ekonomi Global
“Kami berbincang dan kembali menegaskan bahwa kebijakan AS di Timur Tengah hingga eskalasi lebih jauh tidak akan menyelesaikan apapun kecuali korban pada semua pihak. Semua harus menahan diri dan mengambil pendekatan kebijakan damai untuk recovery ekonomi global lebih baik,” ujar Andi Sudirman.
Pertemuan ini juga membahas program strategis nasional yang sedang berjalan di Sulsel, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, konektivitas terintegrasi, hingga program pemenuhan gizi anak. Sulsel memiliki posisi strategis sebagai hub utama distribusi barang dan logistik di kawasan Indonesia Timur, yang menghubungkan wilayah barat dan kawasan timur.
Program Transportasi Publik dan Investasi
Program transportasi publik Bus Trans Sulsel yang saat ini telah beroperasi di kawasan Mamminasata juga menjadi fokus dalam diskusi. Kepala DPM-PTSP Sulsel Asrul Sani menyebut bahwa investor kini sedang bimbang mengambil keputusan, mengingat dunia menghadapi ketidakpastian. Ia menambahkan bahwa kondisi global memengaruhi pengambilan keputusan investasi, terutama karena banyak industri yang mengandalkan minyak mentah.
Selain itu, Asrul Sani menyoroti pentingnya memaksimalkan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Potensi EBT di Sulsel besar, termasuk energi bayu, hidro, dan surya. Ia menyarankan agar pabrik-pabrik yang beroperasi di Sulsel mulai beralih ke sumber energi baru dan terbarukan.
Proyek EBT di Sulsel
Beberapa proyek EBT yang sedang dikembangkan antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap dan Jeneponto. Dengan memaksimalkan EBT, dampak gejolak geopolitik dapat diminimalkan, sehingga memberikan stabilitas ekonomi dan lingkungan yang lebih baik.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











