Pemerintah Kabupaten Seluma Tetap Mewajibkan ASN Hadir di Kantor
Pemerintah Kabupaten Seluma, Bengkulu hingga saat ini masih mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap masuk kantor sesuai dengan jam kerja seperti biasa. Kebijakan tersebut diambil karena ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Seluma masih terbilang stabil dan belum berdampak pada aktivitas perkantoran di lingkungan pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma Deddy Ramdhani mengatakan, belum ada kebijakan untuk menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) maupun Work From Anywhere (WFA) bagi ASN di lingkungan Pemkab Seluma. Aktivitas kerja aparatur sipil negara masih berjalan normal sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap harus dilakukan secara langsung di kantor masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“ASN masih tetap masuk kantor seperti biasa sesuai dengan jam kerja yang berlaku. Sampai saat ini BBM di Seluma masih stabil,” kata Deddy Ramdhani saat dikonfirmasi Jumat 27 Maret 2026.
Penerapan sistem kerja WFA maupun WFH baru akan dipertimbangkan jika ke depan terjadi kelangkaan BBM yang dapat mengganggu mobilitas ASN menuju tempat kerja. Jika kondisi tersebut terjadi, pemerintah daerah akan mengambil langkah kebijakan yang dianggap paling efektif agar pelayanan publik tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kalau ke depan BBM mulai langka dan mengganggu aktivitas kerja, baru kita akan mempertimbangkan penerapan WFA atau WFH,” ucap Sekda.
Selain persoalan BBM, Pemkab Seluma juga saat ini tengah menghadapi kondisi seringnya pemadaman listrik di beberapa wilayah. Untuk menyiasati hal tersebut, pemerintah daerah meminta seluruh OPD agar lebih berhemat dalam penggunaan energi, terutama ketika memanfaatkan mesin genset sebagai sumber listrik cadangan.
Sekda menegaskan penggunaan genset tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan harus diprioritaskan untuk kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar penggunaan bahan bakar untuk genset dapat dikendalikan serta tidak menimbulkan pemborosan anggaran.
“Kita minta OPD berhemat. Penggunaan genset dibatasi dan hanya digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat,” kata Deddy.
Selain itu, Sekda juga mengingatkan para pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Seluma agar lebih bijak dalam menggunakan kendaraan dinas. Ia meminta kendaraan dinas tidak digunakan untuk kepentingan yang tidak terlalu mendesak, sebagai bagian dari upaya penghematan penggunaan BBM.
“Pejabat dan ASN juga diminta mengurangi penggunaan kendaraan dinas untuk hal-hal yang tidak terlalu urgen,” tegas Sekda.
Menurut Sekda, langkah penghematan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga efisiensi penggunaan energi serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Dengan kondisi BBM yang masih relatif stabil, Pemkab Seluma berharap aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berlangsung tanpa hambatan berarti.
“Kami tetap akan memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap mengambil langkah kebijakan apabila kondisi ketersediaan BBM maupun lainnya mengalami perubahan ke depannya,” sampai Deddy Ramdhani.
Pemerintah Akan Terapkan WFH Sehari Dalam Seminggu
Pemerintah tengah menggodok kebijakan bekerja dari rumah atau work from home bagi seluruh aparatur sipil negara. Rencana kebijakan WFH ini diusulkan untuk dilakukan sebanyak satu hari dalam sepekan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak secara nasional.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, pada Rabu (25/3/2026). Pemerintah telah menggelar rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk membahas teknis kebijakan tersebut. Rapat koordinasi yang dilaksanakan secara virtual tersebut dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Fokus utama pembahasan adalah mengenai rencana penyesuaian kembali sektor energi serta beberapa kebijakan ekonomi penting. Situasi geopolitik perang di Timur Tengah saat ini tengah memicu gejolak pada stabilitas harga minyak dunia. Konflik antara pihak Iran dengan Amerika Serikat-Israel telah membuat harga minyak global melonjak sangat tajam. Kondisi tersebut memaksa pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipasi guna menjaga ketahanan energi domestik.
“Kami sudah sepakat kemarin, rapat, itu dihadiri sejumlah menteri, Menko Ekonomi, Menko PMK. Ada sejumlah skenario, termasuk juga WFH satu hari per Minggu. Harinya pun disepakati,” kata Tito Karnavian. Kesepakatan mengenai hari pelaksanaan WFH tersebut sudah mulai mengerucut pada jadwal yang tetap.
Meskipun skenario telah disepakati, kebijakan ini masih harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto. Keputusan akhir mengenai pemberlakuan WFH bagi ASN sepenuhnya berada di tangan Kepala Negara saat ini. Apabila Presiden menyetujui, maka kebijakan bekerja dari rumah selama sehari dalam sepekan akan segera diluncurkan.
Pemerintah juga akan menunjuk juru bicara resmi untuk mengumumkan detail kebijakan tersebut kepada publik. “Setelah nanti Pak Presiden mengambil keputusan, baru nanti akan diumumkan. Siapa yang ditunjuk untuk mengumumkan, apakah Menko Ekonomi, Atau Mensesneg, Saya enggak tahu,” ujar Tito. Seluruh jajaran kementerian kini tinggal menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden terkait implementasi teknisnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan mobilitas kendaraan dinas maupun pribadi milik para pegawai pemerintah. Pengurangan frekuensi perjalanan ke kantor dinilai efektif dalam mengurangi beban subsidi energi negara secara signifikan. Sinergi antar kementerian terus diperkuat untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama masa WFH. Transformasi sistem kerja berbasis digital akan menjadi pendukung utama dalam menyukseskan rencana penghematan anggaran ini.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











