My WordPress Blog

Prediksi Andi Azwan Soal Dokter Tifa Meleset, Roy Suryo Tetap Konsisten

Perkembangan Terbaru Mengenai Dr Tifa

Roy Suryo, seorang pakar telematika, memberikan informasi terbaru mengenai dr Tifa. Ia menyatakan bahwa dr Tifa kembali muncul ke publik dan tetap mempertahankan sikap awalnya. Sebelumnya, kehilangan kontak dengan dr Tifa menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Dalam sebuah podcast yang disiarkan pada Jumat malam (27/3/2026), Roy Suryo menjelaskan bahwa dr Tifa tidak pernah mengubah pendiriannya meskipun sempat menghilang dari pandangan publik. “Alhamdulillah kemarin dr Tifa sudah muncul kembali. Memang sempat dikhawatirkan karena diam, tapi akhirnya tetap bersama para lawyer dan tetap kekeh dengan pernyataan awal,” ujarnya.

Pernyataan ini sejalan dengan harapan publik yang mengikuti perkembangan kasus ini. Keberadaan dr Tifa juga menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang berkembang luas.

Bantahan Terhadap Isu Perubahan Sikap

Roy Suryo menilai bahwa isu yang menyebut dr Tifa berubah sikap tidak berdasar. Menurutnya, kabar tersebut justru bagian dari upaya sistematis untuk memecah pihak-pihak yang masih terlibat dalam polemik ini. “Yang tersisa sekarang lima orang. Ini yang justru diupayakan agar terpecah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa narasi yang berkembang sengaja diarahkan untuk menciptakan keraguan dan perpecahan di antara pihak terkait. Hal ini menunjukkan adanya strategi yang terencana untuk memperkuat persepsi tertentu.

Dugaan Penyebaran Pesan Palsu

Roy juga mengungkap adanya dugaan penyebaran pesan WhatsApp palsu yang mencatut nama dr Tifa. Pesan tersebut dibuat menyerupai komunikasi asli, termasuk memuat ucapan Idul Fitri dan ajakan pertemuan tertutup. Namun, ia menemukan sejumlah kejanggalan dalam pesan tersebut.

“Penulisan nama saja salah, lokasi pertemuan juga tidak sesuai. Setelah saya telusuri, nomor itu memang dibuat khusus dan baru diaktifkan untuk tujuan ini,” tegasnya.

Menurut Roy, upaya tersebut sengaja dirancang untuk membangun persepsi bahwa dr Tifa mulai goyah. “Padahal itu tidak benar sama sekali. Ini jelas siasat licik untuk memecah belah,” katanya.

Isu Dana Rp50 Miliar dan Pencatutan Nama Tokoh

Roy juga menyoroti kemunculan isu lain terkait tudingan dana Rp50 miliar yang dikaitkan dengan polemik ini. Ia menilai narasi tersebut sengaja diarahkan untuk menggiring opini publik. Lebih lanjut, ia mengkritik keras pencatutan sejumlah nama tokoh nasional dalam isu tersebut, seperti Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Luhut Binsar Pandjaitan, Jusuf Kalla, hingga Mahfud MD.

“Ini menurut saya sangat kurang ajar. Nama-nama besar diseret untuk membuat seolah-olah informasi itu valid,” tegasnya. Ia memastikan tidak ada bukti autentik yang mendukung klaim tersebut. “Tidak ada video asli, tidak ada pernyataan langsung. Semua hanya narasi,” lanjutnya.

Prediksi Andi Azwan Meleset

Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan, menilai dr Tifa akan mengikuti langkah Rismon Sianipar yang mengajukan Restorative Justice (RJ). Dugaan Andi beralasan karena semenjak Rismon mengajukan RJ, dr Tifa justru menghilang dari media.

“Tiba-tiba dia menghilang dari medsos, menghilang dari media mainstream dan saya ingat waktu di Catatan Demokrasi salah satu pembicaranya mestinya itu adalah dokter Tifa, akhirnya diganti oleh salah satu dari penasihat hukumnya yaitu Bang Petrus Selestinus,” paparnya, Rabu (25/3/2026).

Hal tersebut, kata Andi, lantas menimbulkan pertanyaan karena Rismon juga melakukan hal yang sama sebelum mengajukan RJ. “Ketika Rismon mengajukan RJ itu juga melakukan hal yang sama, Rismon tidak mau tampil di televisi, tidak mau tampil di podcast dan menghilang seperti itu.”

“Terakhir kan bertemu dengan saya di Metro TV pada saat itu melalui Zoom, itu terakhir saya bertemu dengan dia, jadi awal bulan pada saat itu,” kata Andi.

Oleh karena itu, Andi pun berkeyakinan dr Tifa akan melakukan hal yang sama dan sekarang ini sedang berkontemplasi. Andi juga mengatakan bahwa ada yang menghubunginya untuk meminta RJ, tetapi dia tidak menyebutkan rinci siapa sosok tersebut.

“Saya masih belum yakin apakah ini merupakan permintaan atau hanya main-main saja atau menjebak saya seperti jebakan Batman,” ungkapnya.

Andi mengatakan, jika dr Tifa mengajukan RJ dan disetujui oleh Jokowi, maka dia akan bebas dari status tersangka karena sebelumnya tidak pernah terjerat kasus hukum lain. Jika demikian, maka nasib dr Tifa akan seperti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.

Eggi dan Damai merupakan tersangka kasus ijazah klaster kedua pertama yang status tersangkanya telah dicabut setelah mereka mengajukan RJ kepada Jokowi. “Kalau dr Tifa ini dia mengajukan RJ kemudian diterima RJ-nya oleh Pak Jokowi dan juga teman-teman yang lain, maka dia akan bebas, seperti Eggi Sudjana dengan SP3 karena tidak mempunyai laporan kepolisian dari pihak-pihak yang lain, pasti dia itu berpikir keras untuk itu,” jelas Andi.

Hal ini, kata Andi, akan berbeda dengan Rismon karena Ahli Digital Forensik itu masih akan menghadapi kasus lain meskipun RJ-nya nanti disetujui Jokowi. Kasus lain yang dimaksud tersebut yakni terkait laporan ijazah S1 dan S2 Rismon di Yamaguchi, Jepang, yang dituding palsu. “Kalau Rismon diterima RJ dan SP3, tapi dia masih menghadapi dilematis yaitu tentang kriminalnya,” ujar Andi.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *