Penanganan Tudingan Ijazah Palsu Jokowi oleh Jusuf Kalla
Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, telah mengambil langkah hukum terkait tudingan yang menyebut dirinya mendanai isu ijazah palsu Joko Widodo. Langkah ini dilakukan setelah adanya pernyataan dari Rismon Hasiholan Sianipar, seorang ahli digital forensik, yang menuduh JK berperan dalam penyebaran informasi tersebut.
Pihak kuasa hukum Jusuf Kalla, Abdul Haji Talaohu, mengungkap bahwa beberapa akun YouTube dan narasumber yang dilaporkan ke Bareskrim Polri diduga terafiliasi dengan kota Solo atau lingkaran Joko Widodo. Hal ini menjadi dasar bagi pihak JK untuk melaporkan mereka karena dianggap menyebarkan informasi palsu dan fitnah.
Akun YouTube dan Narasumber yang Dilaporkan
Beberapa akun YouTube yang dilaporkan antara lain:
- Ruang Konsensus, milik Budhius M Piliang, yang menghadirkan Mardiansyah Semar, Ketua Rampai Nusantara.
- Mardiansyah Semar dikenal sebagai relawan pendukung Jokowi. Dalam pernyataannya, ia menuduh Jusuf Kalla masih haus kekuasaan dan memiliki insting berkuasa yang tidak rasional.
-
Menurut Abdul Haji, pernyataan tersebut dinilai sebagai hoaks yang perlu diuji kebenarannya.
-
Musik Ciamis, sebuah channel YouTube yang diduga menyebarkan statement serupa yang disampaikan Mardiansyah Semar.
-
Mosato TV, milik Laurensius Irjan Buu, yang menulis judul “JK Diseret Pidana Provokasi” di kanal YouTube-nya.
- Pernyataan tersebut dinilai sangat fatal oleh pihak JK karena menyebut indikasi kemunafikan dan dukungan terhadap Prabowo sambil menyerukan makar.
Selain itu, pihak kuasa hukum juga melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar secara langsung karena pernyataannya yang menuduh JK berada di balik gerakan mempersoalkan ijazah Jokowi.
Hubungan dengan Kota Solo
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Abdul Haji Talaohu menyebut bahwa empat akun YouTube dan narasumber yang dilaporkan ini terafiliasi dengan Solo. Meski tidak secara eksplisit menyebutkan kaitan dengan Joko Widodo, ia menegaskan bahwa hal ini bisa ditafsirkan sendiri.
“[Di Solo itu di rumah Pak Jokowi] Bisa ditafsirkan begitu,” ujar Abdul Haji. Ia juga menjelaskan bahwa para YouTuber tersebut baru saja merayakan 1 tahun YouTuber Nusantara di Solo.
Kuasa Hukum Jusuf Kalla: Tidak Ada Kepentingan Politik
Abdul Haji Talaohu menegaskan bahwa Jusuf Kalla saat ini adalah tokoh bangsa yang aktif dalam misi kemanusiaan sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI). Oleh karena itu, pihaknya menolak tuduhan bahwa JK memiliki kepentingan politik terkait isu ijazah Jokowi.
“Jadi dia tidak punya kepentingan politik, interest politik untuk memanfaatkan misalnya ya, tuduhan-tuduhan orang itu, bahwa JK di balik isu ini,” jelas Abdul Haji. Ia menambahkan bahwa laporan ini bertujuan untuk menguji kebenaran pernyataan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang dilaporkan.
Pihak JK menggunakan beberapa pasal hukum dalam pelaporannya, antara lain Pasal 439 juncto Pasal 441 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP yang baru) tentang pencemaran nama baik, serta Pasal 27A juncto 45 Undang-Undang ITE tentang pencemaran nama baik atau tuduhan fitnah, serta pasal berita hoaks atau bohong.
Klarifikasi Jusuf Kalla
Sebelum melaporkan ke Bareskrim Polri, Jusuf Kalla juga memberikan klarifikasi mengenai tudingan yang menyebut dirinya menggelontorkan uang sebesar Rp5 miliar dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
JK membantah keras tudingan tersebut dan mengaku tidak mengenal Rismon secara pribadi. Ia juga menegaskan bahwa tidak pernah terlibat dalam kasus tersebut meskipun mengenal Roy Suryo.
“Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar. Saya tidak pernah kenal pun Rismon itu, apa pun, ketemu tidak pernah. Roy karena dia bekas menteri saya kenal, ya saya kenal. Tapi yang lainnya tidak,” ujar JK. Ia juga mempertanyakan dasar pernyataan Rismon yang menudingnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











