My WordPress Blog

Dubes Boroujerdi: Ironi Dewan Keamanan PBB Tidak Mengutuk Serangan AS-Israel ke Iran

Kritik Dubes Iran terhadap Standar Ganda PBB

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan kritik tajam terhadap cara Dewan Keamanan (DK) PBB menangani konflik yang sedang berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, DK PBB menggunakan standar ganda dalam menghadapi serangan yang dilakukan oleh negara-negara asing terhadap Iran.

Boroujerdi menekankan bahwa serangan-serangan tersebut melanggar hukum internasional, khususnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menyebutkan bahwa serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel bertentangan dengan pasal 4 nomor 2 dari Piagam PBB. Namun ironisnya, DK PBB tidak mengutuk tindakan tersebut.

“Serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel terhadap negara kami bertentangan dengan pasal 4 nomor 2 dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dan ironisnya adalah Dewan Keamanan PBB sama sekali tidak mengutuk serangan ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kejanggalan sikap DK PBB yang justru memberikan kutukan kepada Iran saat negara tersebut mencoba memberikan jawaban atau pertahanan diri, sementara serangan pihak musuh dibiarkan tanpa teguran.

“Malah sebaliknya, basis militer Amerika Serikat yang berada di kawasan kami dan jawaban yang kami berikan terhadap basis militer tersebut malah dikutuk oleh Dewan Keamanan PBB,” ungkapnya.

Menurut Boroujerdi, PBB telah abai dalam melihat keberadaan basis militer asing yang digunakan untuk menggempur kedaulatan Iran. Ia mempertanyakan logika dunia internasional dalam merespons kejahatan perang.

“Dewan Keamanan tidak mengutuk adanya basis militer di kawasan kami untuk menyerang kami dan tidak mengutuk pihak musuh menyerang negara kami. Ini merupakan sebuah hal di mana bangsa-bangsa mandiri harus menyadarinya dan harus menyuarakannya. Kami tidak memahami logika yang digunakan oleh DK PBB dan lembaga internasional lainnya,” tegas Boroujerdi.

Situasi Terkini di Iran

Dalam wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Senin (6/4/2026), Boroujerdi menjelaskan situasi terkini di Iran yang telah memasuki hari ke-38 di bawah serangan.

Ia menyebut serangan tersebut menyasar fasilitas sipil hingga kantor pemimpin tertinggi. “Sejak hari pertama, kantor Pemimpin Agung, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei diserang. Beliau bersama seluruh keluarganya hingga cucu beliau yang berusia 14 bulan mencapai tingkat kesyahidan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Boroujerdi mengungkap fakta memilukan di mana sebuah sekolah dasar khusus siswi di kota terpencil Minab turut menjadi sasaran bom. Peristiwa tersebut mengakibatkan 175 anak-anak sekolah dasar gugur (syahid).

Ia menilai serangan-serangan ini merupakan bentuk kejahatan perang yang bahkan diumumkan secara terbuka oleh pihak musuh sebelum dilakukan, namun dunia tetap bungkam.

“Mereka menyerang anak-anak tidak berdosa, objek sipil, infrastruktur industri, hingga industri nuklir. Tentu pembiaran ini membuat pihak musuh makin ganas dan berani. Ini merupakan sebuah musibah terhadap kemanusiaan,” tuturnya.

Harapan untuk Media Massa

Lebih lanjut, Dubes Boroujerdi berharap media massa, khususnya yang independen seperti Tribunnews, terus berani menyuarakan fakta di balik konflik ini guna mencegah kezaliman yang lebih luas di masa depan.

“Tentu saja musuh kami yang imperialis dan Zionis telah melakukan ratusan kejahatan perang. Kami berharap media-media dan pihak-pihak yang merdeka dapat menyuarakan kebenaran ini untuk mencegah terjadinya kezaliman lebih lanjut,” pungkasnya.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *