My WordPress Blog

Sebelum OTT KPK, Bupati Tulungagung Ingin Potong Anggaran Perjalanan Dinas 50 Persen

Perencanaan Pemotongan Anggaran Sebelum Terjaring OTT KPK

Sebelum terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo sempat menyampaikan rencana untuk memangkas anggaran perjalanan dinas. Rencana ini diungkapkan saat ia menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung di Pendopo pada Kamis (9/4/2026) sore.

Gatut Sunu mengatakan bahwa pemerintah pusat memberi arahan untuk memotong anggaran perjalanan dinas dalam negeri sebesar 50 persen dan 70 persen untuk perjalanan dinas luar negeri. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan diterapkan setelah melalui pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Sekarang masih kami bahas dengan TAPD. Pasti kami akan laksanakan karena ini arahan pemerintah pusat,” ujar Gatut Sunu.

Ia juga menjelaskan bahwa pengetatan anggaran ini akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah, serta pertimbangan skala prioritas yang sangat ketat. Menurutnya, jika ada undangan yang urgen, maka keberangkatan tetap akan dilakukan.

Salah satu yang mungkin tetap dianggarkan adalah kebutuhan koordinasi dengan pemerintah pusat. Bagi Gatut Sunu, konsistensi komunikasi antara pemerintah daerah dan pusat penting untuk menghindari kebijakan yang bermasalah.

Contoh dari hal ini adalah kenaikan harga aspal akibat kenaikan harga minyak dunia. Harga aspal yang naik 10-15 persen berdampak pada paket proyek perbaikan jalan yang belum dilelang. Jika harga tetap dipertahankan seperti sebelum kenaikan, maka tidak ada kontraktor yang mau menawar.

“Kami harus tanya ke Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan, khawatir tender tidak bisa jalan karena kenaikan aspal,” ujarnya.

Konsultasi dengan lembaga terkait di pusat juga bertujuan untuk mencegah masalah hukum di kemudian hari. Proses konsultasi biasanya melibatkan TAPD agar tidak ada kesalahan penganggaran.

“Konsultasi dengan TAPD langkah terbaik agar aman untuk semua,” pungkasnya.

Terjaring OTT KPK

Sehari setelah menyampaikan rencana tersebut, Gatut Sunu terjaring dalam OTT KPK. Informasi yang didapat menunjukkan bahwa KPK datang ke Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Sejumlah anggota Satpol PP yang berjaga disita ponselnya. Personel KPK juga terlihat mengeledah kantor Dinas PUPR di dalam area kantor Pemkab Tulungagung. Pada Jumat malam, sejumlah pejabat Pemkab Tulungagung mendatangi Polres Tulungagung untuk diperiksa KPK.

Salah satu yang datang dengan mobil personel KPK adalah Yulius Rama Isworo, Kabag Umum. Ia turun disusul personel KPK, lalu menurunkan kardus-kardus berisi berkas. Sebelumnya Dwi Yoga, ajudan bupati juga datang dengan minibus bersama personel KPK. Mereka kemudian menurunkan koper diduga berisi dokumen.

Sejumlah pejabat datang sendiri, seperti Kabag Kesra Makrus Mannan, Kabag Pemerintahan Arif Effendi, Kepala Satpol PP Hartono, Direktur RSUD Iskak Zuhrotul Aini, dan Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo. Sementara seorang perwira di Polres Tulungagung mengatakan, Plt Sekda Soeroto dan Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo sudah lebih dulu datang.

“Memang ada aktivitas KPK,” ujar seorang sumber.

Penyitaan Uang Ratusan Juta

KPK tidak hanya mengamankan belasan orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (10/4/2026) malam. Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan lembaga antirasuah juga turut menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya penyitaan uang dalam giat penindakan yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Sabtu (11/4/2026) pagi.

“Ada uang ratusan juta rupiah,” kata Fitroh memberikan konfirmasi terkait temuan barang bukti dari operasi tersebut.

Adapun penangkapan pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Tulungagung itu sebelumnya juga telah dibenarkan oleh Fitroh pada Jumat malam.

Profil Bupati Tulungagung

Gatut Sunu Wibowo merupakan pria asli Tulungagung yang lahir pada 17 Desember 1967 atau kini berusia 58 tahun. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Malang pada tahun 1992. Lalu, dirinya melanjutkan studi magister di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada tahun 2023.

Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut merupakan seorang pengusaha toko bangunan. Karier politiknya dimulai ketika dirinya menjadi kader PDI Perjuangan pada tahun 2021. Setelah itu dia dipercaya untuk mendampingi Maryoto Birowo sebagai Wakil Bupati Tulungagung pada periode 2021-2024.

Gatut lantas memutuskan untuk berkontestasi dalam Pilkada 2024 sebagai cabup Tulungagung bersama dengan wakilnya Ahmad Baharudin. Gatut-Ahmad pun menang dalam kontestasi tersebut dengan meraih 297.882 suara atau 50,72 persen. Namun, dalam kontestasinya tersebut, ia bukan lagi menjadi kader PDIP tetapi sebagai anggota Partai Gerindra.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *