Kepemilikan Kendaraan dan Harta Kekayaan Kepala BGN yang Menarik Perhatian
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, kini menjadi sorotan utama di tengah isu harta kekayaannya dan pengadaan kendaraan dalam jumlah besar. Pemanggilan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadapnya menjadi momen penting untuk menguji akuntabilitas lembaga tersebut serta menjawab keraguan publik terkait efisiensi anggaran dan fokus program.
Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah kepemilikan kendaraan milik Dadan. Berdasarkan laporan kekayaan, ia memiliki sejumlah kendaraan dengan total nilai mencapai Rp1,4 miliar. Kendaraan-kendaraan ini meliputi Mazda CX-5, Honda HR-V, dan Mazda CX-3. Selain itu, total kekayaannya mencapai lebih dari Rp9 miliar, sebagaimana tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Pemanggilan ini berkaitan dengan rencana pengadaan puluhan ribu motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan agenda resmi untuk meminta penjelasan langsung dari BGN. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026, di Gedung DPR RI.
DPR: Tidak Pernah Diajak Konsultasi
Charles Honoris menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan rencana pengadaan motor listrik tersebut. Ia menyatakan bahwa jika informasi tersebut disampaikan ke komisi, pasti akan ditolak. Pernyataan ini mengindikasikan adanya kesenjangan komunikasi antara pelaksana program dan lembaga legislatif.
Menurut Charles, kebijakan pengadaan motor listrik dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama program MBG yang berfokus pada peningkatan gizi anak-anak Indonesia. Ia juga menilai langkah tersebut tidak tepat di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah.
“Adanya pengadaan ini di tengah efisiensi yang sedang dilakukan oleh pemerintah ini sangat tidak tepat, sehingga kami meminta BGN untuk membatalkan pengadaan itu,” tegasnya.
Rekam Jejak Akademisi yang Jadi Pejabat Negara
Dadan Hindayana bukanlah sosok baru di dunia akademik. Ia dilantik sebagai Kepala BGN oleh Joko Widodo pada 19 Agustus 2024, menjelang akhir masa jabatan presiden. Sejak saat itu, ia telah menjabat lebih dari satu tahun. BGN sendiri merupakan lembaga yang dibentuk pada masa akhir pemerintahan Jokowi untuk mendukung program strategis di bidang gizi nasional.
Dadan berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tempat ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 1990 dan kemudian berkarier sebagai dosen di Fakultas Pertanian. Ia melanjutkan studi magister di University of Bonn, Jerman, dan meraih gelar doktor dari Leibniz Universität Hannover, Jerman. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan Banau Jailolo di Halmahera Barat, Maluku Utara.
Rincian Harta Kekayaan Miliaran Rupiah
Mengacu pada LHKPN yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, total kekayaan Dadan Hindayana tercatat sebesar Rp9.022.400.000 per 14 Maret 2025. Sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan di wilayah Bogor dengan nilai mencapai Rp5,9 miliar.
Berikut rincian lengkapnya:
DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 5.900.000.000
– Tanah dan Bangunan Seluas 150 m2/250 m2 di KAB / KOTA KOTA BOGOR , HASIL SENDIRI Rp. 2.000.000.000
– Tanah Seluas 459 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 3.900.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.400.000.000
– MOBIL, MAZDA CX-5 Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 675.000.000
– MOBIL, HONDA HR-V 1.5L SE CVT Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 330.000.000
– MOBIL, MAZDA CX-3 1.5 (4X2) A/T Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 395.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 322.400.000
D. SURAT BERHARGA Rp. —-
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 1.400.000.000
F. HARTA LAINNYA Rp. —-
Sub Total Rp. 9.022.400.000
HUTANG Rp. —-
TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 9.022.400.000
Ujian Transparansi di Tengah Program Besar
Pemanggilan terhadap Kepala BGN menjadi momen penting dalam memastikan akuntabilitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Di tengah sorotan terhadap kebijakan pengadaan motor listrik, publik kini menanti penjelasan resmi yang diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.
Dengan latar belakang akademik yang kuat serta tanggung jawab besar di pundaknya, langkah Dadan Hindayana ke depan akan menjadi perhatian, terutama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program strategis nasional tersebut.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











