My WordPress Blog

Heboh Bupati Malang Sanusi Lantik Anak Jadi Kepala Dinas, PDIP Angkat Suara

Pelantikan Anak Bupati Malang sebagai Kepala Dinas Memicu Kontroversi

Bupati Malang, Sanusi, melantik anaknya sendiri, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Malang pada Senin (13/4/2026). Pelantikan ini dilakukan bersamaan dengan 447 pejabat lain yang dikukuhkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Namun, keputusan ini memicu polemik di tengah masyarakat.

Tudingan terhadap dinasti politik muncul karena Ahmad Dzulfikar adalah putra kandung dari Bupati Malang, Sanusi. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang objektivitas proses pelantikan dan apakah posisi jabatan itu diperoleh secara adil atau hanya karena hubungan keluarga.

PDIP Angkat Bicara

Menanggapi isu tersebut, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang memberikan pernyataan resmi melalui juru bicaranya, Busilan. Ia meminta masyarakat untuk melihat masalah secara rasional dan objektif. Menurutnya, jika ukuran penilaian hanya berdasarkan siapa orang tua seseorang, maka diskusi akan bergeser dari sistem merit menjadi sentimen, yang berbahaya bagi logika publik.

Busilan menyampaikan sindiran yang cukup menohok mengenai takdir kelahiran seseorang. Ia mengatakan bahwa Avie, sapaan akrab Ahmad Dzulfikar, tidak bisa memilih lahir dari rahim siapa. “Saudara Ahmad Dzulfikar Nurrahman tidak pernah diberi pilihan ingin lahir di Gondanglegi. Kalau beliau dikasih pilihan, mungkin dia minta dilahirkan di Solo, karena kalau di Solo bisa jadi Wapres,” ujarnya dengan nada menyindir.

Ia menegaskan bahwa status anak seorang pejabat tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi hak seseorang dalam mengabdi. “Jangan sampai kita menghukum orang karena garis lahirnya,” tambahnya.

Latar Belakang dan Kualifikasi Ahmad Dzulfikar

Cak Bush juga menjelaskan bahwa Ahmad Dzulfikar bukanlah orang sembarangan secara intelektual. Ia lulusan doktoral (S3) Ilmu Lingkungan Universitas Brawijaya dengan predikat lulus dengan status Cumlaude. Selain itu, karier Avie dimulai jauh sebelum ayahnya menjabat sebagai Bupati Malang.

“Kariernya dimulai sebelum ayahnya jadi bupati. Artinya, proses profesionalnya tidak lahir dari kekuasaan hari ini. Justru tidak adil kalau haknya dihambat hanya karena status anak pejabat,” jelasnya.

Fraksi PDIP juga menjamin bahwa proses pelantikan telah sesuai dengan mekanisme birokrasi yang berlaku tanpa ada aturan yang ditabrak. Bahkan, Cak Bush menyentil isu nasional dengan menyatakan bahwa tidak ada aturan yang diubah atau direkayasa untuk meloloskan jabatan tersebut.

Proses Pelantikan 447 Pejabat

Pelantikan 447 pejabat ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk menjalankan sistem manajemen kepegawaian dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Bupati Sanusi menekankan bahwa pengawasan terhadap kinerja pegawai baru tidak bertujuan mencari kesalahan, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab.

“Pakta Integritas yang telah dibaca saat proses pengukuhan, bukanlah hanya sekedar seremonial. Tapi, Pakta Integritas dijadikan sebagai pedoman untuk mengambil langkah,” jelas Sanusi.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada penjualan jabatan, dan semua yang dilantik tidak dimintai uang. “Kalau ada yang bayar bilang saya. Kita harus hentikan semua ini, itu melanggar sumpah janji,” tegasnya.

Penjelasan dari BKPSDM

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menambahkan bahwa pelantikan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan, refreshing, serta penyegaran di lingkungan Pemkab Malang. Ia menyatakan bahwa rekomendasi untuk tiga JPTP sudah lama, namun petunjuk dari Bupati dibarengkan dengan jabatan lain.

Sebenarnya, ada sekitar 600 an pejabat yang hendak dilantik secara bersamaan. Namun, hanya 447 orang yang disetujui oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sisanya akan menyusul di waktu yang akan datang.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *