Profil dan Kronologi Pemeriksaan Jatmiko Dwijo Seputro oleh KPK
Jatmiko Dwijo Seputro, adik kandung Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, menjadi sorotan setelah ikut diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Ia memberikan penjelasan mengenai kronologi keterlibatannya sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Pada pernyataannya, Jatmiko menyebut bahwa dirinya sedang berada di rumah saat kejadian OTT terjadi. Ia juga menjelaskan bahwa ia pertama kali bersinggungan dengan penyidik KPK saat menghadiri pengajian di rumah kakaknya. Saat hendak meninggalkan lokasi, ia mengaku langsung berpapasan dengan tim KPK yang sedang melakukan penggeledahan.
“Saya dibawa ke Polres Tulungagung dan dimintai keterangan sampai pagi,” ujar Jatmiko. Ia kemudian dibawa ke Surabaya dan diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Di ruang pemeriksaan, Jatmiko mengaku dicecar pertanyaan berulang yang fokus pada dugaan jual beli jabatan serta kemungkinan keterlibatannya dalam proyek pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam dugaan kasus tersebut dan juga tidak memiliki CV yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah Tulungagung.
Selain itu, penyidik juga menanyakan apakah dirinya memiliki perusahaan yang terlibat dalam proyek APBD Tulungagung. Jatmiko menjawab bahwa ia tidak memiliki perusahaan seperti itu.
Pemeriksaan Maraton dan Pertanyaan Berulang
Pemeriksaan terhadap Jatmiko berlangsung cukup panjang dan berulang, baik di Polres Tulungagung maupun di Gedung KPK Jakarta. Pertanyaan utama yang terus diulang adalah soal kemungkinan keterlibatan dirinya dalam dugaan praktik suap jabatan di lingkungan Pemkab Tulungagung.
Meski begitu, Jatmiko menegaskan posisinya hanya sebagai saksi dan bukan pihak yang terjaring OTT. Selain itu, telepon genggam miliknya juga ikut disita oleh penyidik KPK dan hingga kini belum dikembalikan.
Menanti Langkah KPK Selanjutnya
Secara prosedural, pemeriksaan saksi seperti yang dialami Jatmiko merupakan bagian penting dalam proses pendalaman perkara oleh KPK untuk memperkuat alat bukti. Kasus yang tengah diusut diduga berkaitan dengan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, yang menyeret sejumlah pejabat daerah dalam rangkaian OTT.
Pemeriksaan keluarga pejabat, termasuk Jatmiko, menjadi bagian dari upaya KPK untuk memetakan aliran informasi dan potensi keterkaitan dalam perkara tersebut. Meski pemeriksaan ini memicu perhatian publik, seluruh pihak tetap harus menempatkan asas praduga tak bersalah sebagai prinsip utama dalam melihat perkembangan kasus.
Keterbukaan Jatmiko dalam memberikan klarifikasi menjadi catatan tersendiri di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kasus ini. Namun, pada akhirnya, publik masih menanti langkah lanjutan dari KPK untuk mengungkap duduk perkara secara utuh dan transparan.
Rekam Jejak Jatmiko Dwijo Saputro
Jatmiko Dwijo Saputro, S.H., adalah politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulungagung untuk masa bakti 2024–2029. Ia terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang mencakup Kecamatan Bandung, Besuki, dan Pakel, serta dilantik secara resmi pada 26 Agustus 2024.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, Jatmiko dikenal cukup aktif turun ke masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Beberapa di antaranya meliputi bakti sosial kesehatan, seperti pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis bagi warga.
Dari sisi latar belakang keluarga, ia merupakan adik dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Hubungan ini turut membuat namanya kerap menjadi perhatian dalam dinamika politik lokal.
Namun, pada April 2026, Jatmiko ikut terseret dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tulungagung. Ia kemudian diamankan dan dibawa ke Jakarta bersama sejumlah pihak lain untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam perkara tersebut, Jatmiko masih berstatus sebagai saksi. Pihak penegak hukum hingga kini terus mendalami kemungkinan keterlibatan berbagai pihak dalam kasus yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan. Perkembangan ini membuat sosok Jatmiko tidak hanya dikenal lewat aktivitas politik dan sosialnya, tetapi juga menjadi bagian dari sorotan publik terkait isu hukum yang sedang berlangsung.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











