My WordPress Blog
Bisnis  

Jerman Memilih China Sebagai Mitra Dagang Utama, Hubungan Ekonomi Semakin Erat

Jerman dan China Semakin Akrab dalam Kerjasama Dagang, Hubungan Ekonomi Keduanya Semakin Erat

pinrangpost.com – BERLIN – Amerika Serikat (AS) menjadi mitra dagang terbesar Jerman pada tahun lalu untuk pertama kalinya sejak 2015, menggusur China dari posisi teratas karena ekspor ke kekuatan Asia menurun. Hal ini terlihat dari data resmi yang dirilis oleh Kantor Statistik Federal Jerman.

“Perdagangan antara AS dan Jerman mencapai 252,8 miliar euro (USD264,3 miliar) pada tahun 2024, naik 0,1% dari tahun sebelumnya,” demikian pernyataan Kantor Statistik Federal Jerman seperti dilansir AP. Sementara itu, perdagangan dengan China, yang selama ini menjadi mitra dagang terbesar Jerman sejak 2016 hingga 2023, mengalami penurunan sebesar 3,1% menjadi 246,3 miliar euro.

Belanda menempati posisi ketiga sebagai mitra dagang terbesar Jerman dengan total volume perdagangan sebesar 205,7 miliar euro, namun mengalami penurunan 4,2%. Kondisi ini menunjukkan bahwa Jerman belum mencatat pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Meskipun Jerman merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, namun dalam beberapa tahun terakhir, negara ini terus mengalami kontraksi ekonomi.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya persaingan dari perusahaan China yang memberikan tekanan, serta faktor-faktor lainnya. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya pandemi yang mengakibatkan Jerman mengalami kontraksi ekonomi dalam dua tahun terakhir. Karena itu, pemulihan ekonomi menjadi salah satu tugas paling mendesak yang harus ditangani oleh pemerintah Jerman, terutama dalam menghadapi pemilihan umum yang akan berlangsung akhir pekan ini.

Meskipun demikian, Jerman tetap berhasil mencatat surplus perdagangan dengan AS sebesar 70 miliar euro tahun lalu, naik dari 63,3 miliar pada tahun 2023. Data ini menunjukkan bahwa AS telah menjadi tujuan ekspor tunggal terbesar bagi Jerman sejak 2015. Sementara itu, nilai ekspor Jerman ke AS mengalami kenaikan sebesar 2,2% menjadi 161,4 miliar euro, sedangkan impor dari AS turun sebesar 3,4% menjadi 91,4 miliar euro.

Namun, Jerman mengalami defisit perdagangan dengan China yang semakin melebar. Impor dari China turun sebesar 0,3% menjadi 156,3 miliar euro, sedangkan ekspor Jerman ke China mengalami penurunan sebesar 7,6% menjadi 90 miliar euro. Secara keseluruhan, ekspor Jerman pada tahun lalu mencapai 1,56 triliun euro, namun mengalami penurunan sebesar 1,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total impor dari seluruh dunia turun sebesar 3% menjadi 1,32 miliar euro.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi ini, pemerintah Jerman juga harus menavigasi kebijakan perdagangan dari pemerintahan AS yang baru. Dengan kondisi ini, pemilihan umum akhir pekan ini akan menjadi momen yang penting bagi Jerman dalam menentukan arah ekonomi dan perdagangan di masa depan.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *