My WordPress Blog
Bisnis  

Kinerja OTT Membuat Laba Bersih MSIN Melonjak Menjadi Rp399 Miliar

Laba Bersih MSIN Melejit, OTT Jadi Penyebabnya!

OTT (Over-The-Top) merupakan salah satu layanan yang semakin populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan melonjaknya laba bersih MSIN (Media Sumber Informasi Nasional) menjadi Rp399 miliar. Ternyata, OTT menjadi penyebab utama dari peningkatan kinerja MSIN yang begitu signifikan.

Dengan adanya layanan OTT, MSIN mampu menjangkau lebih banyak pengguna dan meningkatkan jumlah subscriber yang berlangganan. Hal ini tentu membawa dampak positif bagi MSIN, terutama dalam segi keuangan. Dengan meningkatnya laba bersih, MSIN dapat terus mengembangkan layanan-layanan baru yang lebih inovatif dan menarik bagi pengguna.

Selain itu, OTT juga memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas layanan MSIN. Dengan adanya teknologi OTT, pengguna dapat menikmati konten-konten yang lebih berkualitas dan bervariasi. Hal ini membuat pengguna semakin puas dan loyal terhadap layanan MSIN.

Dengan begitu, tidak heran jika OTT menjadi penyebab utama dari melonjaknya laba bersih MSIN. Semakin berkembangnya teknologi OTT, diharapkan MSIN dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan layanan terbaik bagi pengguna setianya.

pinrangpost.com – PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), anak perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melaporkan pencapaian yang luar biasa pada tahun 2024. Dengan pendapatan sebesar Rp3.470 miliar, perseroan mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 18% secara tahunan (Year on Year/YoY) dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp2.953 miliar. Bahkan, pendapatan pada kuartal keempat tahun 2024 meningkat hingga 98% YoY menjadi Rp1.167 miliar.

Pencapaian yang luar biasa ini didukung oleh kontribusi yang signifikan dari sektor OTT perseroan. Pendapatan dari konten, IP, dan talen mencapai Rp1.724 miliar, naik 10% YoY dari tahun sebelumnya. Hal ini berkat peningkatan lisensi konten pihak ketiga yang didistribusikan melalui platform media internasional. Dengan begitu, MSIN berhasil mengoptimalkan potensi OTT-nya.

Direktur MSIN, Valencia Tanoesoedibjo, menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras tim, tetapi juga bukti nyata bahwa platform OTT MSIN telah menjadi yang terbaik di Indonesia.

“Saya senang melaporkan bahwa kinerja Perseroan sangat luar biasa di tahun 2024. Kami tumbuh dengan kuat, dan dengan momentum yang kami miliki, kami yakin tahun 2025 akan menjadi tahun yang lebih baik lagi. Satu hal yang patut disorot adalah kesuksesan berkelanjutan platform OTT kami, yang kini menjadi yang nomor satu di Indonesia. Kami optimis masa depan OTT MSIN akan semakin cerah, dan kami bersemangat untuk mencapai pencapaian-pencapaian lebih besar lagi,” ujar Valencia dikutip dari keterangan resmi, Kamis (20/3/2025).

Meskipun demikian, pendapatan iklan digital MSIN mengalami penurunan sebesar 5% YoY. Hal ini disebabkan oleh perubahan perilaku pengiklan yang lebih memilih untuk beriklan langsung melalui KOL (key opinion leader) serta penurunan pangsa pendapatan iklan dari platform media sosial nasional. Namun, RCTI+ (superapp OTT AVOD) tetap menjadi kontributor utama pendapatan iklan digital MSIN, menyumbang lebih dari 55% dari total pendapatan iklan digital.

Beban langsung meningkat 18% YoY menjadi Rp2.433 miliar, terutama karena peningkatan volume produksi konten orisinil yang berkontribusi pada kinerja OTT yang semakin solid serta pertumbuhan signifikan pendapatan lisensi konten pihak ketiga.

Kinerja keuangan yang luar biasa juga tercermin pada EBITDA yang meningkat 22% YoY, mencapai Rp760 miliar. MSIN juga melaporkan laba bersih yang tumbuh pesat sebesar 51% YoY, menjadi Rp399 miliar.

Menghadapi tahun 2025, MSIN memperkirakan perkembangan yang lebih pesat dengan target yang lebih tinggi melalui ekspansi basis pelanggan berbayar dan peningkatan pendapatan iklan. Beberapa inisiatif baru yang direncanakan untuk tahun mendatang mencakup peluncuran drama serial berdurasi pendek yang ditujukan untuk tontonan seluler, optimalisasi paket langganan, pengembangan inventaris iklan di empat saluran TV FTA milik MNCN, serta monetisasi konten olahraga dan hiburan premium. Dengan langkah-langkah tersebut, MSIN memperkirakan pendapatan dari sektor OTT-nya akan melampaui Rp2 triliun pada tahun 2025.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *