Pembangunan SPBU Nelayan di Labuhan Maringgai: Langkah Konkret Pemerintah dalam Meningkatkan Ekonomi Maritim
Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan milik KUD Bina Mina di Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dilakukan oleh Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Ferry Juliantono. Acara ini berlangsung pada Rabu (12/11), yang menandai langkah penting pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi maritim berbasis koperasi serta memperluas akses energi bagi masyarakat pesisir.
“Ini menunjukkan bahwa koperasi nelayan bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga menjadi pengelola dan penggerak ekonomi di wilayah pesisir. Pembangunan SPBU Nelayan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi maritim berbasis koperasi,” ujar Ferry Juliantono.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, serta jajaran pengurus koperasi daerah.
Koperasi sebagai Pelaku Utama Ekonomi Kelautan
Menurut Menkop, SPBU Nelayan (SPBUN) tidak hanya memudahkan akses bahan bakar bagi nelayan, tetapi juga menempatkan koperasi sebagai pelaku utama dalam rantai nilai ekonomi kelautan.
“Ini akan menjadi model percontohan. Nantinya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga bisa mengelola SPBU Nelayan di desa-desa nelayan lainnya,” jelas Ferry.
Ia menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan merupakan pilar utama ekonomi biru yang berkelanjutan dan berkeadilan. Melalui pembangunan SPBUN berbasis koperasi, pemerintah berupaya memperkuat kemandirian energi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Kami berharap, koperasi nelayan dapat semakin berdaya, menjadi penggerak utama ekonomi maritim, serta mewujudkan pertumbuhan pesisir yang inklusif dan berkeadilan,” kata Menkop.
Tahun Ini, 65 SPBU Nelayan Baru Akan Dibangun
Menkop mengungkapkan bahwa tahun 2025 akan dibangun 65 titik SPBU Nelayan di berbagai Kampung Nelayan Merah Putih, yang akan dikelola oleh koperasi desa di daerah pesisir Indonesia.
Saat ini, total sudah terdapat 416 SPBU Nelayan di seluruh Indonesia, dan 61 unit di antaranya dikelola oleh koperasi.
“Model pengelolaan SPBU Nelayan berbasis koperasi terbukti mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi anggota dan masyarakat sekitar,” tambah Ferry.
Luncurkan Buku Pedoman Kemitraan SPBU Nelayan
Dalam kesempatan yang sama, Menkop juga meluncurkan Buku Pedoman Kemitraan Usaha SPBU Nelayan untuk koperasi nelayan di seluruh Indonesia. Buku ini diharapkan menjadi panduan nasional dalam membangun kemitraan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan bersama Pertamina Patra Niaga dan pemerintah daerah.
“Dengan pendampingan yang baik, koperasi nelayan akan semakin mampu menjalankan fungsinya secara profesional, modern, dan berbasis digital,” jelas Menkop.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Pertamina
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan, saat ini baru terdapat enam SPBU Nelayan eksisting di Provinsi Lampung, dari 131 desa nelayan yang ada.
“Kita akan terus mewujudkan SPBU Nelayan di seluruh desa nelayan di Lampung. Ini momen yang ditunggu masyarakat. Kita dorong koperasi agar menjadi pengelolanya,” ujarnya.
Lampung disebut memiliki 60% potensi sebagai sentra perikanan tangkap dan budidaya udang, menjadikannya gerbang maritim terbesar kedua di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penyediaan energi bagi nelayan.
“Kami pastikan ketersediaan produk, kemudahan akses, dan kualitas layanan tetap terjaga. Program SPBU Nelayan juga akan dikolaborasikan dengan jaringan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia,” jelas Mars Ega.
Ia juga mendorong koperasi untuk lebih aktif membangun outlet SPBU Nelayan, tidak hanya menjual solar tetapi juga produk pelumas Pertamina.
“Kuota solar kita besar, tetapi masih kurang outlet, terutama di desa-desa nelayan. Karena itu, kami dorong koperasi agar bisa membangun lebih banyak SPBU Nelayan,” tegasnya.
Menuju Kemandirian Energi dan Ekonomi Pesisir
Pembangunan SPBU Nelayan di Labuhan Maringgai menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, daerah, koperasi, dan BUMN dalam mewujudkan kemandirian energi sekaligus memperkuat ekonomi pesisir rakyat.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan nelayan terhadap pihak ketiga dalam mendapatkan bahan bakar, serta membuka peluang baru bagi koperasi untuk tumbuh sebagai motor ekonomi rakyat di wilayah maritim Indonesia.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”











