My WordPress Blog
Bisnis  

Takut di Pasar Kripto: Apa Arti Weak Hands dan Strong Hands?

Kondisi Pasar Kripto yang Penuh Ketakutan

Pasar kripto saat ini masih dihiasi oleh rasa takut, terutama karena penurunan harga yang semakin luas. Namun, kondisi ini justru bisa menjadi tanda baik bagi investor yang sabar. Perusahaan riset on-chain Santiment mengungkapkan bahwa peningkatan rasa takut di kalangan trader sering kali menandakan peralihan aset dari investor jangka pendek (weak hands) ke pemegang jangka panjang (strong hands), yang biasanya memicu kenaikan harga yang tidak terduga.

Menurut laporan Santiment, komentar di media sosial terkait Bitcoin (BTC) saat ini terbagi rata antara pandangan bullish dan bearish. Sementara itu, komentar tentang Ether (ETH) menunjukkan sekitar 50% lebih banyak sentimen positif dibanding negatif. Meskipun demikian, tingkat keterlibatan dalam diskusi tentang ETH lebih rendah dari biasanya. Adapun untuk XRP, kurang dari separuh komentar di media sosial menunjukkan optimisme. Santiment menyebut kondisi ini sebagai salah satu momen “terpenuh ketakutan” bagi XRP sepanjang 2025.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rasa Takut

Rasa takut pasar kripto saat ini didorong oleh berbagai faktor makroekonomi. Salah satunya adalah pergeseran minat investor menuju aset yang lebih sensitif terhadap kebijakan ekonomi dan likuiditas, terutama di tengah berakhirnya penutupan sementara (shutdown) pemerintah Amerika Serikat.

Indeks Crypto Fear & Greed, yang mengukur sentimen pasar secara keseluruhan, mencatat skor 15 dari 100 pada Kamis (13/11), menandai level “ketakutan ekstrem” terendah sejak Februari lalu. Joe Consorti, Head of Bitcoin Growth di Horizon, mengatakan bahwa tingkat ketakutan pasar saat ini setara dengan kondisi pada 2022, ketika harga Bitcoin sempat turun hingga sekitar US$18.000, mengutip data Glassnode.

Namun, Santiment menilai suasana suram di kalangan trader bisa menjadi “kabar baik bagi mereka yang sabar.” Menurut mereka, ketika sentimen publik berbalik negatif terhadap aset-aset besar seperti Bitcoin dan Ether, pasar justru mendekati titik kapitulasi.

“Ketika investor ritel menjual panik, para pemain besar mulai memborong aset yang jatuh dan mendorong harga naik kembali. Bukan soal jika, tapi kapan hal itu terjadi,” tulis Santiment.

HODLers Kembali Memperkuat Pasar

Pandangan senada disampaikan Samson Mow, pendiri perusahaan infrastruktur Bitcoin Jan3. Ia menyebut tekanan jual saat ini sebagian besar datang dari investor baru yang membeli Bitcoin dalam 12–18 bulan terakhir dan kini memilih mengambil untung karena khawatir siklus harga telah mencapai puncak.

“Mereka bukan pembeli Bitcoin berdasarkan prinsip jangka panjang, melainkan spekulan yang bereaksi terhadap berita,” ujarnya. Menurut Mow, kelompok penjual ini kini mulai menipis, dan koin mereka telah berpindah ke tangan investor dengan keyakinan kuat (HODLers with conviction).

“Ini adalah skenario terbaik. Tahun 2026 akan menjadi tahun yang luar biasa. Siapkan diri Anda,” katanya optimistis.

Data Harga Bitcoin Terbaru

Sebagai informasi, mengutip data Coinmarketcap pukul 10.05 WIB, harga Bitcoin berada di level US$102.047 atau terkoreksi 1,13% dalam 24 jam terakhir. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan, potensi kenaikan tetap terbuka, terutama jika para HODLers mulai memperkuat posisi mereka di pasar.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *