My WordPress Blog

Iskandar Usman Al-Farlaky Menangis Saat Hadapi Banjir Aceh Timur

Bupati Aceh Timur Menangis Minta Bantuan Presiden Akibat Banjir Parah

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menunjukkan kekhawatiran yang luar biasa terhadap kondisi wilayahnya yang terkena banjir parah. Ia bahkan menangis saat memohon bantuan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam situasi ini, ia mengaku tidak sanggup menangani krisis tersebut sendirian dan harus menggunakan dana pribadi untuk membantu masyarakat.

Kondisi Wilayah yang “Nyaris Kolaps”

Iskandar Usman Al-Farlaky menggambarkan situasi di Aceh Timur sebagai “nyaris kolaps” dan tidak pernah separah ini sejak ia memimpin. Ia menyatakan bahwa rakyatnya kekurangan bantuan logistik, sehingga ia terpaksa menggunakan uang pribadi untuk membantu masyarakat sambil bekerja sama dengan TNI–Polri lokal.

Banjir yang melanda Aceh Timur telah menyebabkan 24 kecamatan lumpuh, tiga desa di Serbajadi diduga hilang, dan warga terisolasi tanpa logistik dan komunikasi. Al-Farlaky mengatakan kerusakan yang terjadi mirip dengan tragedi tsunami 2004. Dalam rapat darurat bersama Forkopimkab, ia beberapa kali menahan air mata sambil memohon bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Ada kemungkinan warga meninggal kelaparan jika dua hari lagi bantuan tak masuk,” katanya. Ia juga memohon agar bencana ini tidak dianggap sepele.

Harta Kekayaan Bupati Aceh Timur

Melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Iskandar Usman Al-Farlaky tercatat dalam laporan pada 4 Maret 2024/Periodik – 2023 saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Aceh. Berikut adalah data harta:

  • Tanah dan Bangunan: Rp. 3.300.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 500 m2 di Aceh Timur: Rp. 1.000.000.000
  • Tanah Seluas 106 m2 di Aceh Timur: Rp. 800.000.000
  • Tanah Seluas 378 m2 di Kota Banda Aceh: Rp. 500.000.000
  • Tanah Seluas 2.000 m2 di Kota Banda Aceh: Rp. 1.000.000.000
  • Alat Transportasi dan Mesin: Rp. 120.000.000
  • Mobil Nissan Teana Sedan Tahun 2013: Rp. 120.000.000
  • Harta Bergerak Lainnya: Rp. 63.000.000
  • Surat Berharga: Rp. —-
  • Kas dan Setara Kas: Rp. 250.000.000
  • Harta Lainnya: Rp. —-

Sub Total: Rp. 3.733.000.000

Hutang: Rp. —-

Total Harta Kekayaan: Rp. 3.733.000.000

Akses Jalan Terputus, Bantuan Masih Tertunda

Aceh Timur kini berada di ambang kolaps: pelayanan publik berhenti total, listrik padam, jaringan komunikasi terputus, dan distribusi logistik gagal karena akses darat tak dapat ditembus. Al-Farlaky menegaskan bahwa hingga kini belum ada bantuan yang tiba, karena akses Banda Aceh–Medan masih tertutup dari dua arah.

Sejumlah bupati lain juga menyatakan ketidaksanggupan dalam menangani banjir, termasuk Bupati Aceh Selatan Mirwan MS dan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.

Respons Mendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons sigap setelah para bupati di Aceh menyatakan tidak mampu mengatasi banjir. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Pusat akan mengambil alih sepenuhnya pengiriman logistik ke Provinsi Aceh via udara dari Jakarta dan Medan.

“Akses via darat terputus, maka Aceh memerlukan dukungan pangan yang didistribusikan menggunakan pesawat,” ujar Tito. Ia juga menjelaskan bahwa proses penanganan pascabanjir sulit dilakukan karena akses jalan yang belum memungkinkan adanya penggunaan alat berat.

Surat Pernyataan Ketidaksanggupan

Selain Bupati Aceh Tengah, Bupati Aceh Selatan juga resmi mengeluarkan Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam penanganan tanggap darurat banjir dan longsor. Dokumen bernomor 360/1315/2025 yang ditandatangani Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menjadi langkah administratif strategis untuk mendorong percepatan penanganan bencana oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Selatan, Diva Samudera Putra, menegaskan bahwa penerbitan surat ketidaksanggupan bukanlah bentuk menyerah atau ketidakmampuan daerah. Surat tersebut memberikan dasar hukum bagi Pemerintah Aceh untuk menggerakkan bantuan dalam skala lebih besar.

Data BNPB

Berdasarkan data BNPB per Minggu (30/11/2025) sore, banjir dan longsor di Provinsi Aceh telah mengakibatkan 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang. Angka itu dihimpun dari korban di berbagai daerah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *