My WordPress Blog
Bisnis  

Harga Tiket Pesawat di Aceh Melonjak Saat Bencana, Pemprov Minta Kemenhub Intervensi

Permasalahan Harga Tiket Pesawat di Aceh Saat Bencana

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh mengharapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera menangani masalah mahalnya harga tiket pesawat di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, yang terkena dampak bencana banjir dan longsor.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Teuku Faisal, menyampaikan harapan tersebut saat diminta tanggapannya di Banda Aceh, Rabu (3/12/2025). Ia berharap Kemenhub dapat memberikan tindakan serius terkait isu ini.

Sebelumnya, informasi viral mengenai tingginya harga tiket pesawat Susi Air dan Wings Air untuk rute Bandara Rembele Bener Meriah menuju Kualanamu Sumatera Utara serta dari Rembele ke Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar menjadi perhatian masyarakat. Dalam informasi tersebut, harga tiket untuk penerbangan Wings Air dari Rembele ke Kualanamu mencapai Rp3,5 juta per orang, sementara harga tiket Susi Air yang menggunakan sistem carter mencapai Rp8 juta dari Rembele ke Bandara SIM di Aceh Besar.

Pihak Dishub Aceh sudah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub dan sedang melakukan penelusuran terkait permasalahan ini. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kemenhub khususnya Ditjen Perhubungan Udara. Mereka sedang meneliti terkait hal ini,” ujar Faisal.



Pekerja membongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (22/5/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menambah jadwal penerbangan di Provinsi Aceh yang saat ini hanya satu kali dalam sehari jika ada peningkatan penumpang dengan tetap menjalankan prosedur protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Sampai saat ini, Dishub Aceh belum menerima informasi terkait hasil penelitian Kemenhub. Namun, mereka berharap permasalahan ini mendapat perhatian karena Aceh sedang dilanda musibah besar.

“Kami tunggu saja hasilnya. Semoga ada tindakan serius,” kata Faisal.

Sebanyak 18 kabupaten/kota di Aceh sedang menghadapi musibah banjir bandang hingga longsor. Wilayah dataran tinggi seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara juga terdampak. Hingga Rabu, Kabupaten Bener Meriah masih menjadi daerah yang terisolir pasca bencana, akibat akses jalur darat menuju jalan maupun jembatan lumpuh total dan sedang dalam tahapan penanganan oleh tim tanggap darurat bencana Aceh.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kadin Indonesia, Carmelita Hartoto, menegaskan bahwa kelancaran pergerakan masyarakat dan layanan kemanusiaan harus menjadi prioritas semua pihak.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas laporan kenaikan harga tiket pesawat pada sejumlah rute di wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh,” ujar Carmelita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/12/2025).



Warga menggunakan kabel baja yang untuk menyeberangi Sungai Juli pascaputusnya Jembatan Juli di jalan lintas Bireuen – Takengon, Aceh, Selasa (2/12/2025). Kabel baja yang didesain khusus relawan bencana menjadi sarana penghubung untuk memobilisasi warga dan barang sejak putusnya jembatan Juli pada 26 November 2025 akibat banjir luapan Sungai Peusangan.

Dalam situasi darurat bencana, Carmelita menilai, akses dan mobilitas masyarakat, relawan, logistik, serta tenaga medis merupakan prioritas yang harus dijaga kelancarannya. Ia menekankan bahwa keterjangkauan harga tiket pesawat tetap harus diupayakan, terutama saat kebutuhan pergerakan meningkat.

“Karena itu, seluruh pihak perlu bersama-sama mengupayakan layanan transportasi yang tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucap Carmelita.

Kadin Indonesia, lanjut Carmelita, terus memantau dinamika tarif penerbangan di Aceh. Informasi lapangan disebut akan terus diperbarui melalui koordinasi dengan Kadin Provinsi Aceh.

“Sebagai respons atas perkembangan ini, kami akan terus memantau dinamika tarif di Aceh dengan menerima masukan langsung dari Kadin Aceh,” kata Carmelita.

Selain memantau, Kadin, kata Carmelita, juga mulai melakukan koordinasi dengan para pelaku industri penerbangan. Upaya ini ditempuh melalui asosiasi Indonesia National Air Carriers Association (INACA) untuk memastikan adanya komunikasi konstruktif dengan maskapai.

“Kami berupaya untuk berkoordinasi dengan para pengusaha maskapai melalui INACA. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan adanya komunikasi yang konstruktif untuk memberikan layanan sebaik-baiknya kepada masyarakat di tengah situasi darurat ini,” lanjut Carmelita.

Carmelita menambahkan Kadin Indonesia berkomitmen mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak. Komitmen ini mencakup dukungan terhadap kelancaran pergerakan masyarakat, relawan, tenaga medis, serta distribusi logistik, tidak hanya di Aceh tetapi juga di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Kadin Indonesia berkomitmen mendukung upaya percepatan pemulihan kondisi di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat,” kata Carmelita.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *