Lokasi Strategis di Jantung Amsterdam
Rijksmuseum berada di alamat Museumplein 1, 1071 XX Amsterdam, Belanda. Letaknya yang strategis menjadikannya sebagai bagian dari kawasan budaya utama Amsterdam. Di sekitarnya terdapat museum-museum terkenal lainnya seperti Museum Van Gogh, Museum Stedelijk Amsterdam, dan Royal Concertgebouw. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung dapat menggunakan transportasi umum seperti trem dari Central Station (jalur 2 atau 5) yang berhenti langsung di halte “Rijksmuseum.” Selain itu, bus, sepeda, tur perahu kanal, atau bus naik-turun juga bisa menjadi pilihan. Bagi pengemudi mobil, disarankan untuk memanfaatkan fasilitas Parkir & Naik (P+R) seperti di ArenA atau Zeeburg, lalu melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum untuk menghindari kemacetan.
Awal Sejarah yang Menarik
Sejarah Rijksmuseum dimulai dari Den Haag pada tahun 1800 dengan nama Nationale Kunst-Galerij (Galeri Seni Nasional). Tujuannya adalah untuk memamerkan koleksi seni milik para stadtholder alias penguasa Belanda. Pada tahun 1808, atas perintah Raja Louis Bonaparte, saudara Napoleon I, museum dipindahkan ke Amsterdam dan ditempatkan di Istana Kerajaan di Dam Square. Setelah keluarga Bonaparte digulingkan pada tahun 1815, koleksi museum dipindahkan ke Trippenhuis dan dibuka kembali dengan nama resmi Rijksmuseum te Amsterdam, diberikan oleh Raja Willem I. Akhirnya, pada tahun 1885, Rijksmuseum pindah ke gedung permanennya yang megah hingga kini.

Serangkaian Renovasi yang Membawa Perubahan
Sejak pertama kali dibuka, Rijksmuseum telah melalui serangkaian renovasi dan perubahan. Salah satu renovasi besar-besaran adalah proyek senilai sekitar €375 juta yang berlangsung selama satu dekade dari tahun 2003 hingga 2013. Proyek ini dipimpin oleh arsitek Spanyol, Cruz y Ortiz. Tujuan utamanya adalah memodernisasi fasilitas, mengembalikan keindahan desain asli Pierre Cuypers, serta meningkatkan aksesibilitas dan mengintegrasikan koleksi agar kisah seni dan sejarah Belanda disajikan secara kronologis dan menyeluruh. Setelah dibuka kembali, Rijksmuseum menarik lebih dari 2 juta pengunjung setiap tahun.

Arsitektur yang Mengagumkan
Bangunan Rijksmuseum adalah salah satu bangunan paling ikonik dan berkesan di Amsterdam. Dirancang oleh arsitek Belanda terkemuka abad ke-19, Petrus Josephus Hubertus “Pierre” Cuypers—yang juga merancang Amsterdam Central Station—bangunan ini menggabungkan gaya Neo-Gotik dan Neo-Renaisans Belanda. Ciri fisik paling khas dari bangunan ini adalah Lorong Melengkung (Passage) di tengah yang unik, yang memungkinkan pejalan kaki dan pesepeda melintasinya sambil menghubungkan Museumplein dengan area kota lainnya. Karena kondisi tanah Amsterdam yang berawa, fondasi gedung masif ini ditopang oleh sekitar 8.000 tumpukan kayu.

Koleksi yang Luas dan Beragam
Koleksi Rijksmuseum terdiri lebih dari satu juta objek, dengan sekitar 8.000 objek dipamerkan secara permanen. Koleksi ini mencakup seni Belanda dan sejarah dari sekitar tahun 800 hingga saat ini. Museum ini sangat terkenal dengan koleksi lukisan Zaman Keemasan Belanda abad ke-17 yang berjumlah lebih dari 2.000 karya, termasuk mahakarya tak tertandingi seperti “The Night Watch” karya Rembrandt dan “The Milkmaid” karya Johannes Vermeer. Selain lukisan, museum ini juga memiliki Ruang Cetak dengan koleksi besar sekitar 700.000 karya seni kertas, termasuk etsa dan gambar karya Rembrandt dan cetakan karya Lucas van Leyden.

Koleksi Non-Seni yang Menarik
Selain koleksi seni lukis, Rijksmuseum juga menyimpan koleksi non-seni yang dikategorikan sebagai Seni Terapan dan Sejarah. Koleksi ini mencakup berbagai macam objek yang berkaitan dengan sejarah Belanda dan internasional dari tahun 1200 hingga 2000. Museum ini menyimpan lebih dari 15.000 benda sehari-hari, mulai dari peralatan makan dan barang-barang rumah tangga hingga dekorasi dari istana. Koleksi objek non-seni di Rijksmuseum menyoroti sejarah melalui Relik Patriotik, yang mencakup artefak unik seperti lambang HMS Royal Charles dan pelat Hartog (artefak tertulis tertua dari Australia).

Pengalaman yang Ramah dan Modern
Rijksmuseum dirancang sebagai museum modern yang sangat ramah pengunjung. Museum ini menawarkan fasilitas lengkap mulai dari 80 lebih Galeri Utama yang menampilkan 8.000 objek bersejarah, termasuk ruang khusus untuk mahakarya “The Night Watch” karya Rembrandt, hingga area pameran modern di Philips Wing. Rijksmuseum juga menyediakan informasi digital, ruang penitipan barang gratis, dan aksesibilitas penuh untuk kursi roda di seluruh area. Pengalaman di museum diperkaya dengan adanya Perpustakaan Cuypers yang indah untuk penelitian, Rijksmuseum Gardens yang terbuka bagi publik, serta fasilitas kuliner mewah, termasuk RIJKS®, restoran fine dining yang dianugerahi bintang Michelin pada tahun 2017.

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











