My WordPress Blog
Bisnis  

Pertamina Tanggapi Sidak LPG 12 kg di Samarinda, Petugas Tidak Kabur dan Takaran Sesuai Standar

Penjelasan Pertamina Terkait Sidak Gas Elpiji 12 kg di Samarinda

Pertamina memberikan penjelasan terkait kegiatan sidak gas elpiji 12 kg yang dilakukan oleh Pemkot Samarinda. Dalam pernyataannya, pihak Pertamina menegaskan bahwa tim mereka tidak “kabur” seperti yang diberitakan sebelumnya. Menurut Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, tim Pertamina hadir dalam kegiatan sidak tersebut sebagai bentuk dukungan penuh terhadap agenda yang telah disepakati bersama.

  • Tim Pertamina kala itu hadir mendampingi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam kegiatan sidak (inspeksi mendadak) elpiji 12 kg.
  • Kehadiran tersebut merupakan bentuk dukungan penuh terhadap agenda yang telah disepakati bersama.
  • Pertamina tidak “kabur” sebagaimana yang telah diberitakan.

Di lokasi sidak tersebut juga terlihat perwakilan Pertamina, tapi saat diminta keterangan soal permasalahan isi tabung gas 12 kg, menghindar dari kerumunan wartawan dan meninggalkan area pemeriksaan. Menurut informasi yang diterima, yang bersangkutan memiliki agenda lain sehingga tidak sempat melayani wartawan.

Menjamin Kualitas Produk Sesuai Standar

Edi menjelaskan bahwa tim Pertamina menyelesaikan tugasnya sesuai tahapan yang direncanakan oleh tim Pemkot Samarinda. Pemeriksaan lapangan tersebut dilanjutkan dengan agenda lanjutan yang melibatkan sejumlah pihak terkait. Sehingga tim Pertamina melanjutkan tindak lanjutnya secara terpisah setelah agenda bersama Pemkot Samarinda selesai.

  • Pertamina memastikan telah menindaklanjuti temuan-temuan awal selama kegiatan pemeriksaan.
  • Pengecekan lanjutan langsung dilakukan di Stasiun Pengisian dan Pengemasan Bulk Elpiji (SPBE) terkait.
  • Hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pertamina untuk memastikan bahwa seluruh produk LPG 12 kg yang disalurkan melalui lembaga penyalur resmi telah bermutu sesuai standar yang berlaku.
  • Termasuk takaran isi dan keselamatan konsumen.

Pertamina menjamin produk yang dipasarkan sesuai takaran. Jika ditemukan produk yang tidak sesuai ketentuan di SPBE, produk akan dikembalikan untuk proses pengisian ulang. Konsumen juga diimbau untuk melakukan penimbangan di lokasi penjualan resmi sebelum bertransaksi guna memastikan takaran.

Komitmen Pertamina dalam Mengawasi Distribusi Energi

Edi menekankan bahwa Pertamina Patra Niaga senantiasa berkomitmen untuk bekerja secara transparan dan kooperatif bersama pemerintah daerah dalam mengawasi dan menjaga distribusi energi, baik bersubsidi maupun non-subsidi. Ia juga menyatakan bahwa Pertamina siap menindaklanjuti setiap indikasi penyimpangan di lapangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan saluran resmi dalam menyampaikan laporan atau temuan, yakni melalui Pertamina Contact Center 135 atau kanal media sosial resmi @pertamina135, agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara terukur dan akuntabel.

Sidak Gas Elpiji 12 kg di Samarinda

Sebelumnya, inspeksi mendadak di sebuah pangkalan gas di kawasan Jalan Sentosa, Kecamatan Sungai Pinang, dilakukan oleh tim Pemkot Samarinda, diinisiasi oleh Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Kala itu, isi tabung gas LPG merek Elpiji yang diproduksi oleh Pertamina berukuran 12 kg ternyata banyak yang tidak sesuai takaran, alias kurang. Bahkan, sebagian tabung ditemukan mengalami kekurangan hingga mencapai 1 kilogram.

Hal ini terungkap saat sidak yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Samarinda Saefuddin Zuhri, yang melakukan penimbangan langsung terhadap sejumlah tabung LPG 12 kg di lokasi tersebut. Hasilnya, petugas menemukan adanya selisih berat yang cukup signifikan dibandingkan standar yang telah ditentukan.

Untuk diketahui, berat tabung gas 12 kg dalam kondisi kosong sekitar 15 kg. Bila ditambah berat isinya 12 kg, jadi totalnya sekitar 27 kg. Tapi di lokasi ini, tim menemukan sejumlah tabung gas 12 kg itu beratnya hanya 26 kg lebih.

Terkait hal ini, Wakil Walikota Samarinda Saefuddin Zuhri menyampaikan bahwa kondisi isi tabung yang kurang jelas sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen, apalagi menjelang Nataru.

  • “Kita tahu isinya seharusnya 12 kilo. Tadi setelah ditimbang, ditemukan ada yang kurang, bahkan ada yang sampai kurang satu kilo. Ini jelas merugikan masyarakat,” tegas Saefuddin.
  • “Temuan ini kita dalami karena ada ambang batas toleransi yang harus dihitung. Pemeriksaan juga akan kita lanjutkan sampai ke SPPE sebagai pihak pemasok,” katanya.

Di lokasi tersebut juga terlihat perwakilan Pertamina, tapi saat diminta keterangan soal permasalahan isi daripada tabung gas 12 kg, menghindar dari kerumunan wartawan dan meninggalkan area pemeriksaan. Menurut informasi yang diterima, yang bersangkutan memiliki agenda lain sehingga tidak sempat melayani wartawan.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *