Penyerapan APBD Kaltim 2025 Masih Rendah
Menjelang akhir tahun 2025, penyerapan anggaran APBD Kalimantan Timur (Kaltim) masih menunjukkan angka yang rendah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, yang menjelaskan beberapa faktor penyebabnya.
Faktor Utama Penyebab Rapor Merah OPD
Sri Wahyuni menyebutkan bahwa salah satu faktor utama adalah pergeseran kewenangan dan alokasi gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Contohnya, Dinas Perkebunan (Disbun) memiliki dana yang cukup besar namun tidak terserap karena kewenangan di bidang pertanian sudah tidak lagi berada di bawah mereka. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya ada anggaran tambahan untuk perubahan kebijakan terkait kewenangan pertanian, sehingga Disbun mengalami penganggaran yang lebih besar.
Selain itu, kendala lain muncul dari alokasi gaji P3K. Pemprov Kaltim telah menganggarkan gaji sejak Januari, tetapi pengangkatan pegawai dilakukan bertahap, dengan beberapa di antaranya baru diangkat pada Mei dan Oktober. Hal ini menyebabkan selisih anggaran yang cukup signifikan.
Jabatan Kosong dan Anggaran Tak Terserap
Sri Wahyuni juga mengakui adanya jabatan kosong di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meski menurutnya dampak terhadap serapan anggaran tidak terlalu besar. Ia menyatakan bahwa mayoritas masalah berasal dari perbedaan waktu pengangkatan pegawai dan pembagian anggaran.
Berdasarkan data, sekitar Rp1,52 triliun anggaran APBD Kaltim 2025 terancam tidak terserap. Potensi anggaran yang tidak terserap mencapai 6,6 hingga 7 persen dari total APBD sebesar Rp21,74 triliun. Angka ini akan diketahui secara pasti pada awal Januari 2026.
21 OPD Masuk Kategori Merah
Sampai pekan ketiga Desember 2025, masih ada 21 OPD yang masuk kategori merah dalam hal serapan anggaran. Dari total 41 OPD yang ada, lebih dari separuhnya memiliki capaian yang jauh dari target.
Sri Wahyuni menjelaskan bahwa sistem pemantauan mingguan menggunakan kode warna untuk menilai capaian OPD. Merah untuk capaian jauh dari target, kuning untuk capaian sedang, dan biru untuk capaian baik. Saat ini, 21 OPD berada dalam kategori merah.
Target Realisasi Anggaran
Target realisasi anggaran tahun ini semula ditetapkan sebesar 93 persen. Namun, dengan potensi anggaran yang tidak terserap, capaian diperkirakan hanya sekitar 91 persen. Ini disebabkan oleh dinamika dalam proses penyerapan anggaran yang terjadi sepanjang tahun.
Variasi Serapan Anggaran di Setiap OPD
Serapan anggaran di masing-masing OPD sangat bervariasi. Idealnya, setiap OPD seharusnya sudah mencapai hampir 90 persen realisasi anggaran pada minggu ini. Namun, kenyataannya, masih terdapat OPD yang realisasi fisiknya baru mencapai 80 persen dengan realisasi keuangan hanya 60 persen, bahkan ada yang lebih rendah dari itu.
Sri Wahyuni menegaskan bahwa pihak Pemprov Kaltim akan terus memantau perkembangan realisasi anggaran hingga minggu depan. Hal ini sesuai dengan tata kelola keuangan yang memungkinkan pembayaran dapat dilakukan maksimal hingga 31 Desember 2025.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”











