My WordPress Blog
Bisnis  

BEI Bocorkan Rencana IPO 2 Emiten Lighthouse di Kuartal I 2026

Perusahaan Mercusuar Siap Melakukan IPO pada Kuartal Pertama 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa terdapat dua perusahaan yang dianggap sebagai mercusuar atau lighthouse company sedang bersiap untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada kuartal pertama tahun 2026. Dua perusahaan ini dikenal memiliki kapitalisasi pasar minimal sebesar Rp 3 triliun dan porsi saham publik (free float) minimal 15%.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Nyoman Gede Yetna, menjelaskan bahwa kedua perusahaan tersebut berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan (mining). Selain itu, ia juga menyebut bahwa terdapat tujuh perusahaan lainnya yang berada dalam pipeline atau antrean untuk IPO pada tahun 2026, meskipun tidak termasuk dalam kategori lighthouse company.

“Lighthouse ada 2. Yang ada itu sektor infrastruktur dan mining,” ujar Nyoman ketika diwawancara usai penutupan perdagangan BEI di Main Hall, Selasa (30/11).

Keberagaman Sektor dalam Antrean IPO

Nyoman menegaskan bahwa BEI terbuka terhadap rencana IPO dari berbagai sektor, mulai dari industri hingga keuangan. Meski demikian, ia menyatakan bahwa nama Bank Jakarta belum masuk dalam daftar pipeline di BEI.

“Saat ini di pipeline kita ada masih sekitar 7 yang pipeline. Kami belum ada nama bank tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, BEI telah mengumumkan sembilan calon emiten yang antre untuk IPO pada tahun depan. Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat enam perusahaan dalam pipeline yang termasuk skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar. Sementara itu, satu perusahaan berada dalam kategori skala menengah, yaitu aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Dua perusahaan lainnya termasuk dalam kategori skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.

“Sampai dengan 24 Desember 2025 telah tercatat 26 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 18,11 triliun,” tulis Nyoman dalam laporannya.

Daftar Perusahaan dalam Pipeline Berdasarkan Sektor

Berikut adalah jumlah perusahaan yang mengantre IPO berdasarkan sektornya:

  • 2 perusahaan dari sektor material dasar
  • 1 perusahaan dari sektor energi
  • 3 perusahaan dari sektor finansial
  • 1 perusahaan dari sektor industri
  • 1 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Sinyal IPO Titan Infra Sejahtera

Titan Infra Sejahtera, sebuah perusahaan di sektor energi, sempat memberikan sinyal akan melakukan IPO pada tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam salah satu pemberitaan yang dimuat di laman resmi perusahaan. Selain itu, rencana IPO ini juga sudah diungkap pada 2024, dengan target melepas 10% saham.

Direktur Utama Titan Infra Sejahtera, Suryo Suwignjo, mengatakan bahwa meski harga batu bara global menurun, perusahaan tetap melanjutkan ekspansi terukur. Ia menambahkan bahwa kinerja Titan Infra menunjukkan tren positif pada lima bulan pertama tahun 2025.

“Reputasi dan brand awareness perusahaan yang semakin kuat di industri batu bara menjadi modal besar dalam menghadapi rencana IPO pada 2025,” kata Suryo seperti dikutip dari laman resmi perusahaan.

Di tengah rencana IPO tersebut, perusahaan kini tengah beraksi melalui anak usaha PT Servo Lintas Raya (SLR), mengoperasikan jalan khusus batu bara (hauling road) sepanjang 118 km. Jalan khusus itu berkapasitas 50 juta ton yang menghubungkan wilayah Kabupaten Lahat, Muara Enim dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Adapun Kabupaten Lahat dan Muara Enim merupakan lumbung batu bara di Sumatera Selatan. Servo Lintas Raya terkoneksi dengan pelabuhan batu bara yang dioperasikan oleh PT Swarnadwipa Dermaga Jaya (SDJ), anak usaha PT Titan Infra Sejahtera. Saat ini, SDJ dapat menampung 34 juta ton batu bara per tahun dan berencana untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi 45 juta ton per tahun.

IPO Neo Energy Dikabarkan Makin Dekat

PT Anugrah Neo Energy Materials juga disebut tengah bersiap untuk IPO di BEI. Berdasarkan rumor pasar, Neo Energy disebut tengah melaksanakan proses Pre-Deal Investor Education (PDIE).

Rumor yang beredar itu juga menyebut bahwa raksasa baterai ternama sekaligus mitra strategis Volkswagen Group asal Cina, Gotion High-Tech akan resmi bergabung sebagai mitra strategis Neo Energy.

Skemanya, Gotion dikabarkan akan mengambil porsi saham pada proyek HPAL (High-Pressure Acid Leaching) milik ANEM. Perusahaan juga akan menyediakan transfer teknologi dan jaminan pembelian (offtake) untuk produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Selain itu, Gotion juga disebut akan bertindak sebagai standby buyer dalam rencana IPO ANEM.

Namun hingga saat ini belum diketahui berapa besaran porsi dan nilai investasinya. Perusahaan juga belum menyampaikan jadwal hingga berapa jumlah saham yang ditebar saat IPO.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *