Pergerakan IHSG pada Tahun 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan tahun 2025 dengan kenaikan sebesar 22% secara year to date. Kenaikan ini tidak lepas dari kinerja yang baik dari saham-saham emiten konglomerasi yang menjadi pendorong utama pergerakan pasar sepanjang tahun. Dengan kenaikan tersebut, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebanyak 24 kali selama tahun ini.
Berdasarkan riset dari Stockbit Sekuritas, momentum kenaikan saham-saham konglomerasi tahun ini lebih merata dan tidak hanya terpusat pada segelintir emiten. Hal ini membantu menjaga stabilitas IHSG, terutama ketika saham-saham perbankan jumbo mengalami tekanan. Sementara itu, indeks IDX30 hanya mencatatkan kenaikan sebesar 3% sepanjang 2025.
Meskipun tampil moncer, perjalanan saham-saham konglomerasi sepanjang tahun tidak sepenuhnya mulus. Dari sisi sentimen global, pergerakannya dapat dibagi ke dalam dua fase utama yang sangat dipengaruhi oleh dinamika indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pada semester pertama 2025, sentimen terhadap saham-saham konglomerasi cenderung negatif menyusul pengumuman dan wacana MSCI untuk memperketat kriteria inklusi indeks. Kekhawatiran tersebut menekan pergerakan harga sejumlah saham. Namun, sentimen berbalik pada paruh kedua tahun setelah MSCI membatalkan rencana pengetatan tersebut.
Momentum penguatan semakin terasa ketika MSCI mengumumkan hasil rebalancing pada Agustus 2025. Dalam pengumuman tersebut, dua saham konglomerasi yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terafiliasi oleh Grup Sinar Mas dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang terafiliasi oleh konglomerat Prajogo Pangestu berhasil masuk ke dalam indeks MSCI Indonesia Global Standard. Masuknya kedua saham ini menjadi katalis tambahan bagi penguatan saham-saham konglomerasi lainnya.
Tiga Nama Konglomerat yang Menarik Perhatian
Di antara berbagai kelompok usaha tersebut, terdapat tiga nama konglomerat yang paling mencuri perhatian pasar tahun ini, yakni Happy Hapsoro, Grup Bakrie dan Haji Isam. Ketiganya berhasil membawa saham-saham yang berada di bawah kendalinya mencatatkan lonjakan harga yang signifikan sepanjang 2025.
Berikut ini pergerakan saham-saham yang dimiliki maupun terafiliasi dengan ketiga konglomerasi tersebut:
Geliat Emiten Happy Hapsoro
Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro ramai diperbincangkan di kalangan investor pasar modal karena kinerja saham-saham yang berada di bawah kendalinya melesat sepanjang 2025. Hapsoro merupakan pebisnis dengan portofolio usaha yang mencakup sektor energi, properti, hingga logistik.
Suami Ketua DPR RI Puan Maharani ini tercatat mengendalikan sejumlah perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten-emiten tersebut antara lain PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA).
| No | Emiten | Harga saham 2 Januari 2025 (per saham) | Harga saham 30 Desember 2025 (per saham) | Naik/Turun Ytd (%) |
|---|---|---|---|---|
| 1. | PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) | Rp 2.860 | Rp 6.100 | 124,26% |
| 2. | PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) | Rp 1.150 | Rp 9.850 | 756,52% |
| 3. | PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) | Rp 49 | Rp 1.390 | 2.680% |
| 4. | PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) | Rp 47 | Rp 382 | 712,77% |
(Khusus emiten RATU, kenaikan harga saham dihitung pasca perseroan melaksanakan IPO pada 8 Januari 2025)
Gerak Saham Grup Bakrie
Pergerakan saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie juga tak luput dari sorotan investor pasar modal. Emiten-emiten yang berada di bawah kendali keluarga Bakrie mencatatkan kinerja yang moncer, ditopang oleh sejumlah aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun. Mulai dari akuisisi perusahaan, diversifikasi portofolio bisnis, perolehan kontrak dan tender strategis hingga pengamanan fasilitas kredit bernilai jumbo untuk mendukung ekspansi usaha.
Saat ini, gurita bisnis Grup Bakrie mencakup sedikitnya 12 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan bidang usaha yang beragam. Di antaranya ada PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA) hingga PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).
| No | Emiten | Harga saham 2 Januari 2025 (per saham) | Harga saham 30 Desember 2025 (per saham) | Naik/Turun Ytd (%) |
|---|---|---|---|---|
| 1. | PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) | Rp 32 | Rp 127 | 262,86% |
| 2. | PT Bumi Resources Tbk (BUMI) | Rp 123 | Rp 366 | 210,17% |
| 3. | PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) | Rp 402 | Rp 1.100 | 217,92% |
| 4. | PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) | Rp 242 | Rp 1.600 | 595,65% |
| 5. | PT Darma Henwa Tbk (DEWA) | Rp 118 | Rp 670 | 503,60% |
| 6. | PT Visi Media Asia (VIVA) | Rp 6 | Rp 48 | 700% |
| 7. | PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) | Rp 10 | Rp 88 | 780% |
| 8. | PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) | Rp 93 | Rp 436 | 349,48% |
| 9. | PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) | Rp 11 | Rp 45 | 275% |
| 10. | PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) | Rp 5 | Rp 41 | 583,33% |
| 11. | PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) | Rp 50 | Rp 50 | 0% |
| 12. | PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) | Rp 129 | Rp 845 | 550% |
Kinerja Saham Emiten Haji Isam
Selain itu, saham-saham yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam juga naik signifikan sepanjang tahun ini. Salah satunya, bahkan telah naik mencapai 2.205% sepanjang tahun ini atau secara year to date (ytd).
Emiten-emiten yang terafiliasi Haji Isam, di antaranya PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), hingga PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).
| No | Emiten | Harga saham 2 Januari 2025 (per saham) | Harga saham 30 Desember 2025 (per saham) | Naik/Turun Ytd (%) |
|---|---|---|---|---|
| 1. | PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) | Rp 340 | Rp 3.230 | 941,94% |
| 2. | PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) | Rp 424 | Rp 9.775 | 2.205,42% |
| 3. | PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) | Rp 625 | Rp 2.610 | 317,60% |
| 4. | PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) | Rp 292 | Rp 585 | 100,34% |
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











