New York City, –
Wali Kota terpilih New York Zohran Mamdani akan mengucapkan sumpah jabatan di sebuah stasiun kereta bawah tanah lama yang terbengkalai, tepat di bawah City Hall, pada 1 Januari 2026. Acara tersebut akan digelar secara tertutup dan berlangsung pada saat yang sama dengan perayaan malam Tahun Baru di Times Square yang ramai dipadati ratusan ribu orang.
Pemilihan lokasi ini disebut sebagai simbol dari visi Mamdani untuk menghormati sejarah sekaligus membangun masa depan yang lebih baik bagi warga pekerja New York. Stasiun City Hall lama, yang pertama kali dibuka pada tahun 1904 sebagai salah satu dari 28 stasiun awal sistem subway New York, menjadi tempat pelantikan yang penuh makna.
Pelantikan di Tempat Bersejarah
Upacara pelantikan Mamdani akan dilakukan dalam acara tertutup di Stasiun City Hall lama. Lokasi ini tidak hanya memiliki nilai historis tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi Mamdani dalam memulai masa jabatannya sebagai Wali Kota New York. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa pelantikan ini dilakukan dengan rasa rendah hati atas kesempatan memimpin jutaan warga New York menuju era baru yang penuh peluang.
“Ketika saya mengucapkan sumpah jabatan dari stasiun ini pada fajar tahun baru,” katanya. “saya melakukannya dengan penuh kerendahan hati atas kesempatan memimpin jutaan warga New York menuju era baru penuh peluang, serta merasa terhormat melanjutkan warisan kejayaan kota ini.”
Jaksa Agung New York, Letitia James, yang dikenal sebagai sekutu dekat Mamdani, akan memimpin pengambilan sumpah tersebut. Upacara ini hanya akan dihadiri oleh keluarga Mamdani dan beberapa penasihat terdekat. Pemilihan lokasi ini pertama kali dilaporkan oleh Streetsblog NYC.
Mamdani menjelaskan bahwa Stasiun City Hall Lama adalah monumen fisik bagi sebuah kota yang berani menjadi indah sekaligus membangun hal-hal besar yang mengubah kehidupan kaum pekerja. Ia menambahkan bahwa ambisi itu tidak harus menjadi kenangan yang hanya terkurung di masa lalu atau terbatas di terowongan di bawah City Hall. Ambisi itu akan menjadi tujuan pemerintahan yang mendapat kehormatan melayani warga New York dari gedung di atasnya.
Seremonial di Luar Gedung City Hall
Sebelum acara pelantikan, Mamdani akan menggelar seremonial di luar gedung City Hall. Acara ini juga mencerminkan kedekatannya dengan kelas pekerja. Senator Bernie Sanders dari Vermont dijadwalkan memimpin pengambilan sumpah tersebut, dengan sebagian Broadway ditutup untuk menampung hingga 40.000 orang yang diperkirakan hadir.
Visi Politik dan Dukungan Publik
Pemilihan lokasi pelantikan ini dinilai sejalan dengan latar belakang dan agenda politik Mamdani. Sebagai seorang sosialis demokrat, ia berhasil mengatasi minimnya popularitas awal berkat fokus kuat pada isu keterjangkauan hidup. Program-programnya, seperti penyediaan penitipan anak, bus umum gratis dan cepat, serta pembekuan sewa untuk satu juta unit apartemen dengan sistem sewa terkendali, mendapat sambutan luas dari publik.
Letitia James mengatakan, lokasi tersebut sangat tepat karena subway merupakan “urat nadi” kota dan “penyamarata besar” bagi seluruh warga New York. Menurutnya, dengan segala kekuatan dan kelemahan kita sebagai individu, kita naik kereta yang sama menuju berbagai tempat.
Sejarah Stasiun City Hall
Stasiun City Hall dibuka pada 1904 dan ditutup pada Hari Tahun Baru 1945 karena peronnya yang melengkung tidak lagi sejajar dengan pintu kereta generasi baru, sehingga menimbulkan celah berbahaya. Kini, stasiun tersebut hanya bisa dilihat melalui tur resmi atau oleh penumpang yang tetap berada di dalam kereta jalur No. 6 setelah pemberhentian terakhir di Stasiun Brooklyn Bridge.
Saat Wali Kota George B McClellan Jr menarik tuas untuk memberangkatkan kereta pertama dari Stasiun City Hall pada 27 Oktober 1904, peristiwa itu menandai masuknya New York ke jajaran kota-kota kelas dunia seperti Paris dan London, menurut Polly Desjarlais dari New York Transit Museum. Saat itu, sistem subway dibangun oleh Interborough Rapid Transit Company dalam waktu empat tahun tujuh bulan dengan biaya 35 juta dolar AS, setara hampir 1,2 miliar dolar AS saat ini.
Lengkungan ubin stasiun tersebut dirancang oleh arsitek Spanyol Rafael Guastavino Moreno dan putranya, sementara plakat perunggu peringatan dibuat oleh Gutzon Borglum, yang kemudian dikenal sebagai pemahat wajah presiden di Gunung Rushmore.











