My WordPress Blog
Bisnis  

Ridha Wirakusumah: Jalur Panjang Menuju Pucuk Kepemimpinan INA

Perjalanan Karier yang Panjang dan Berbagai Pengalaman

Ridha D.M Wirakusumah memiliki perjalanan karier profesional yang sangat panjang sebelum akhirnya diangkat sebagai pemimpin Indonesia Investment Authority (INA), sebuah lembaga pengelola investasi nasional. Ia mengungkapkan bahwa ia telah menekuni dunia profesional selama hampir 40 tahun, dengan sekitar 19 tahun dihabiskan bekerja di luar negeri. Pengalamannya ini mencakup penugasan di berbagai kota di Amerika Serikat seperti Atlanta, New York, dan Chicago, serta penempatan jangka panjang di Bangkok, Hong Kong, Singapura, dan Thailand.

“Jadi memang kalau orang bicara mengenai diaspora yang kembali ke Indonesia tuh, saya itu udah bolak-balik dari dulu deh. Kerja di luar, balik ke Indonesia, kerja di luar lagi, balik lagi di Indonesia,” ujarnya dalam Program Real Talk bersama Editor In Chief IDN Times Uni Lubis, dikutip Jumat (2/1/2026).

Pernah Memimpin Bank Permata yang Sedang Terpuruk

Salah satu pengalaman penting dalam karier Ridha adalah saat ia diminta untuk memimpin Bank Permata yang sedang dalam kondisi sulit. Saat itu, ia sedang menempuh studi doktoral di Hong Kong, dan beberapa kali diminta oleh Standard Chartered dan Jardine untuk mengambil alih kepemimpinan Bank Permata. Bank tersebut sempat mencatatkan kerugian hampir Rp7 triliun, yang disebut sebagai salah satu kerugian terbesar dalam sejarah perbankan Indonesia.

Bersama jajaran manajemen dan karyawan, ia berupaya melakukan pembenahan menyeluruh hingga kondisi bank tersebut berangsur pulih. Proses tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan profesional yang membentuk rekam jejak kepemimpinannya.

“Nah, saya waktu itu, bersama-sama dengan teman-teman-teman di Permata, we turnaround the bank (kami berhasil memulihkan kinerja bank tersebut),” ujarnya.

Bank Permata Setelah Sehat Dijual ke Bangkok Bank

Setelah proses pemulihan berjalan, para pemegang saham Bank Permata kemudian memutuskan untuk melepas kepemilikan bank tersebut. Bangkok Bank akhirnya menjadi pemenang dan masuk sebagai pemilik baru. Ridha menuturkan, ketertarikan Bangkok Bank tidak lepas dari hubungan profesional yang telah terjalin sebelumnya, termasuk pengalaman bersaing di segmen pembiayaan konsumen. Dia pun melanjutkan perannya sebagai CEO setelah perubahan kepemilikan tersebut.

“Jadi pemiliknya Bangkok Bank pada saat itu masuk, salah satunya karena mereka tertarik karena pernah kenal saya dulu,” kata Ridha.

Ditawarkan Jadi Calon CEO INA

Pada masa kepemimpinannya di Bank Permata, pemerintah mulai membentuk INA. Ridha mengaku tidak terlibat dalam tahap awal seleksi dan tidak tertarik mengikuti proses tersebut. “Nah setelah ada shortlisted, terus tiba-tiba saya dihubungi diminta untuk jadi salah satu calon untuk CEO,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, latar belakangnya dinilai relatif lengkap karena mencakup pengalaman di private equity, investment banking, perusahaan pembiayaan, hingga perbankan. Proses seleksi dilakukan oleh Dewan Pengawas INA yang melibatkan Menteri BUMN yang saat itu dijabat Erick Thohir dan Menteri Keuangan yang dijabat Sri Mulyani kala itu, sebelum penetapan akhir dilakukan oleh presiden yang masih dijabat oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Ridha menambahkan, meski keputusannya meninggalkan Bank Permata sempat mengejutkan pihak Bangkok Bank, dia memandang amanah memimpin INA sebagai panggilan untuk mengabdi kepada negara.

“Tentunya sesuatu yang baik, toh fondasi banknya juga sudah baik, saya juga meninggalkan dengan baik-baik,” katanya.

Karier dan Pendidikan

Dikutip dari laman resmi INA, sebelum bergabung di INA, Ridha menjabat sebagai Direktur Utama Bank Permata, Head of Indonesia KKR & Co., dan Direktur Utama Bank Maybank Indonesia. Ridha juga pernah menjabat di beberapa perusahaan multinasional, yakni CEO Asia Pasifik AIG Consumer Finance, CEO Asia Pasifik GE Capital Consumer Finance and Banking, CEO GE Capital Thailand, CEO GE Capital Indonesia, serta Head of Corporate Finance di Bankers Trust dan Head of Public Sector di Citibank Indonesia.

Mengenai latar pendidikannya, Ridha meraih gelar Doktor di bidang Administrasi Bisnis dari City University Hong Kong, MBA di bidang Finance and International Business dari Ohio University, dan Sarjana bidang Electrical Engineering, Electronic, and Science dari Ohio University; serta Program Manajemen Lanjutan dari University California, Berkeley.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *