My WordPress Blog

Trump Minta Batas Bunga Kartu Kredit 10 Persen, Bank AS Menolak

Usulan Pembatasan Bunga Kartu Kredit oleh Presiden Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mengumumkan rencana untuk membatasi bunga kartu kredit maksimal sebesar 10 persen selama satu tahun. Usulan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi konsumen dengan menghemat puluhan miliar dolar AS. Namun, rencana tersebut langsung mendapat penolakan dari industri perbankan yang selama ini menjadi pendukung utama agenda Trump.

Trump tidak menjelaskan secara rinci apakah pembatasan bunga kartu kredit akan diimplementasikan melalui perintah eksekutif atau melalui proses legislasi. Seorang senator Partai Republik mengatakan bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump dan siap mengajukan rancangan undang-undang dengan dukungan penuh presiden. Rencananya, kebijakan ini akan mulai berlaku pada 20 Januari 2027, satu tahun setelah Trump kembali menjabat.

“Kami tidak akan lagi membiarkan masyarakat Amerika diperas oleh perusahaan kartu kredit yang mengenakan bunga 20 hingga 30 persen,” tulis Trump di platform Truth Social pada Jumat (9/1/2026). Penolakan dari Wall Street dan perusahaan kartu kredit dianggap pasti terjadi, karena mereka memberikan sumbangan besar bagi kampanye Trump pada 2024 serta mendukung agenda pemerintahan periode keduanya.

Perbankan berargumen bahwa pembatasan bunga kartu kredit justru akan merugikan masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka khawatir bank akan memangkas atau menghapus jalur kredit dan mendorong konsumen ke alternatif berbiaya tinggi seperti payday loans atau pegadaian.

Peneliti yang mengkaji janji kampanye Trump sebelumnya memperkirakan, masyarakat Amerika dapat menghemat sekitar 100 miliar dollar AS per tahun jika bunga kartu kredit dibatasi 10 persen. Meski industri kartu kredit diperkirakan terpukul, sektor tersebut dinilai tetap akan mencatat keuntungan, meski program hadiah dan berbagai fasilitas kemungkinan dipangkas.

Data Mengenai Penggunaan Kartu Kredit di AS

Data dari Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) mencatat, sekitar 195 juta penduduk Amerika Serikat memiliki kartu kredit pada 2024 dan membayar bunga mencapai 160 miliar dollar AS. Sementara itu, total utang kartu kredit mencapai sekitar 1,23 triliun dollar AS, berdasarkan data Federal Reserve Bank of New York pada kuartal ketiga tahun lalu.

Rata-rata bunga kartu kredit berada di kisaran 19,65 persen hingga 21,5 persen, menurut Federal Reserve dan sumber pemantau industri lainnya. Meski turun dalam setahun terakhir seiring penurunan suku bunga acuan, level tersebut mendekati titik tertinggi sejak regulator federal mulai mencatat bunga kartu kredit pada pertengahan 1990-an. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar satu dekade lalu, yang berada di kisaran 12 persen.

Pemerintahan Partai Republik sebelumnya dinilai cukup ramah terhadap industri kartu kredit. Capital One, misalnya, relatif tidak menghadapi hambatan dari Gedung Putih saat merampungkan akuisisi Discover Financial pada awal 2025, yang menjadikannya perusahaan kartu kredit terbesar di Amerika Serikat. CFPB, lembaga yang bertugas mengawasi praktik industri kartu kredit, juga dinilai tidak aktif sejak Trump kembali menjabat.

Reaksi dari Industri Perbankan

Dalam pernyataan bersama, industri perbankan menegaskan penolakannya terhadap usulan Trump. “Jika diberlakukan, pembatasan ini hanya akan mendorong konsumen ke alternatif yang kurang teregulasi dan lebih mahal,” kata American Bankers Association bersama kelompok industri lainnya. Pelobi perbankan telah lama berargumen bahwa penurunan bunga kartu kredit akan memaksa bank mengurangi penyaluran kredit kepada peminjam berisiko tinggi.

Mereka merujuk pengalaman ketika Kongres membatasi biaya transaksi kartu debit yang dibayarkan toko kepada bank besar. Saat itu, bank menghapus berbagai hadiah dan fasilitas kartu debit, yang baru perlahan kembali beberapa tahun terakhir.

Batasan Bunga di Berbagai Produk Keuangan

Amerika Serikat sejatinya telah menerapkan batas bunga pada sejumlah produk keuangan dan kelompok tertentu. Military Lending Act melarang pengenaan bunga di atas 36 persen kepada prajurit aktif, sementara regulator nasional menetapkan batas bunga kartu kredit koperasi kredit sebesar 18 persen.

Perusahaan kartu kredit memperoleh pendapatan dari tiga sumber utama, yakni biaya kepada pedagang, biaya kepada nasabah, dan bunga atas saldo. Sejumlah peneliti dan pembuat kebijakan berhaluan kiri menilai, pendapatan dari pedagang sudah cukup untuk menjaga profitabilitas meski bunga dibatasi.

“Batas bunga kartu kredit 10 persen akan menghemat 100 miliar dollar AS per tahun tanpa menyebabkan penutupan rekening secara masif seperti yang diklaim bank,” kata Brian Shearer, Direktur Kompetisi dan Kebijakan Regulasi Vanderbilt Policy Accelerator. Menurutnya, bank-bank besar yang mendominasi pasar meraih keuntungan sangat besar dari konsumen di semua tingkat pendapatan.

Namun, terdapat pula contoh historis bahwa pembatasan bunga dapat menyingkirkan peminjam berisiko dari pasar kredit. Negara bagian Arkansas, yang menerapkan batas bunga ketat sebesar 17 persen, menunjukkan bukti bahwa masyarakat berpenghasilan rendah dan kurang layak kredit tersingkir dari akses pembiayaan. Penelitian Shearer juga menunjukkan, batas bunga 10 persen berpotensi membuat bank mengurangi penyaluran kredit kepada peminjam dengan skor kredit di bawah 600.

Gedung Putih tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan mengenai mekanisme penerapan batas bunga tersebut atau apakah Trump telah berkomunikasi dengan perusahaan kartu kredit. Senator Roger Marshall dari Kansas mengatakan, dirinya telah berbicara dengan Trump pada Jumat malam. Ia menyebut upaya ini bertujuan “menurunkan biaya hidup keluarga Amerika dan mengekang perusahaan kartu kredit serakah yang telah memeras masyarakat pekerja terlalu lama”.

Rancangan undang-undang di DPR dan Senat sejatinya telah mengusung kebijakan serupa. Senator Bernie Sanders dan Senator Josh Hawley pada Februari lalu mengajukan proposal pembatasan bunga kartu kredit 10 persen selama lima tahun. Beberapa jam sebelum unggahan Trump, Sanders mengkritik presiden karena dinilai justru melonggarkan regulasi perbankan yang memungkinkan kenaikan biaya kartu kredit.

Anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez dan Anna Paulina Luna juga mengajukan rancangan undang-undang serupa. Ocasio-Cortez kerap menjadi sasaran kritik Trump, sementara Luna dikenal sebagai sekutu dekat presiden.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *