Perayaan HUT ke-53 PDIP di Manado Berlangsung dalam Suasana Duka
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Manado berlangsung dalam suasana duka. Acara yang digelar di Kantor DPC PDIP Manado di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, kota Manado, provinsi Sulawesi Utara, pada Sabtu (10/1/2026), turut menyedihkan para kader partai.
Para kader PDIP Manado mengalami duka setelah salah satu tokoh terbaik mereka, Astrid Kumentas, meninggal dunia. Astrid yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi di DPC PDIP Manado, wafat tepat di hari Hut PDIP. Kepergiannya menjadi pukulan berat bagi seluruh jajaran PDIP Manado.
Perayaan yang Sederhana Namun Penuh Makna
Kegiatan syukuran diawali dengan upacara hening cipta untuk menghormati almarhumah. Selanjutnya, para pengurus menyampaikan ungkapan duka atas kehilangan yang dialami. “Kita semua hari ini berduka, kehilangan salah satu kader terbaik, tapi biarlah api perjuangan dari almarhumah dapat diteruskan oleh kita semua,” ujar seorang pengurus dalam taklimatnya.
Acara berlangsung sederhana, dimulai dengan doa, kemudian pembacaan dedication of life. Hadirin juga mendengarkan sambutan Ketua DPC PDIP Manado Richard Sualang yang dibacakan oleh Wakabid Kehormatan Partai, Markho Bryner Tampi. Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue tumpeng dan ditutup dengan doa.
Richard Sualang melalui Tampi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemenangan PDIP selama empat kali di era reformasi bukan hal yang mudah. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam memperjuangkan suara rakyat. “Kita harus konsisten memperjuangkan suara rakyat,” katanya.
Ia juga menegaskan sikap PDIP Manado yang menolak wacana Pilkada lewat DPRD. Sikap ini sesuai dengan kebijakan DPP PDIP dan searah dengan aspirasi masyarakat. “PDIP tetap konsisten mempertahankan Pilkada langsung oleh rakyat. Untuk itu, kita harus solid dan bersatu mengawal demokrasi Indonesia,” ujarnya.
Para Pengurus Hadir dalam Acara
Acara syukuran ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPC PDIP Manado, antara lain:
- Wakabid Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Fanny Mantali
- Wakabid Pertanian dan Lingkungan Fatma Bin Syech Abubakar, S.E
- Wakabid Hukum dan Advokasi Steven Bernadino Sekeon, S.H
- Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak, Novia Mary Lontoh, S.I
- Wakabid Keagamaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Franklin Clif Tamara
- Para ketua dan sekretaris PAC serta Ketua Ranting PDIP se-Kota Manado
Kabar Duka di Tengah Sukacita
Kabar duka datang di tengah sukacita perayaan HUT ke-53 PDI Perjuangan, Sabtu (10/1/2026). Salah satu kader terbaik PDIP kota Manado, Astrid Kumentas, mengembuskan nafas terakhirnya pada hari yang sama sekira pukul 07.23 Wita di Rumah Sakit Umum Provinsi Prof Kandou Malalayang, Manado. Astrid wafat di usia 40 tahun.
Di DPC PDIP Manado, Astrid tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi. Kabar duka ini disambut dengan kesedihan para kader PDIP kota Manado. Suasana syukuran HUT PDIP di kantor DPC PDIP Manado beralamat Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, kota Manado, provinsi Sulut, menjadi agak sendu.
Para kader bersaksi tentang kiprah Astrid yang berjuang tanpa henti dan tak pernah letih hingga akhir hayatnya untuk kebesaran PDIP di kota Manado. Astrid memang memberikan jiwa raganya untuk PDIP. Mantan Noni Sulut 2004 ini memilih berkiprah di bidang politik dan PDIP adalah pilihannya.
Ladang perjuangan Astrid adalah ideologi partai. Ia getol memperjuangkan itu, terutama membumikannya di kalangan kaum muda. Belasan tahun berkarir di PDIP, sejumlah capaian ia raih. Antaranya Juru Bicara Terbaik di Pelatihan Nasional Tim Pemenangan Pilkada 2024 utusan PDIP Manado. Rangkaian prestasi itu mengantarnya sebagai Staf Khusus Wali Kota Manado.
Perasaan Kehilangan dari Ketua DPC
Ketua DPC PDIP Kota Manado, dr Richard Sualang, mengaku kehilangan sosok yang tangguh dan pejuang ideologi parpol. “Selamat Jalan Acid. Di HUT Partai ini, kami kehilangan kawan seperjuangan yang tangguh,” katanya.











