Elida Netti: Kuasa Hukum Eggi Sudjana yang Terlibat dalam Pertemuan dengan Presiden Joko Widodo
Elida Netti, kuasa hukum dari Eggi Sudjana, turut serta dalam pertemuan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di kediaman Solo pada Kamis (8/1/2026). Ia hadir bersama dua tersangka kasus ijazah Jokowi, yaitu Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Selain itu, ia juga didampingi oleh Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJo) Darmizal dan Sekjen ReJo Rakhmad.
Pertemuan tersebut berlangsung pada sore hari hingga menjelang Maghrib. Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan adanya pertemuan ini. “Betul (Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis bertemu Jokowi),” ujar Kompol Syarif, seperti dikutip dari TribunSolo.com.
Meski isi pertemuan belum diketahui secara pasti karena terjadi secara tertutup, diperkirakan bahwa pertemuan ini terkait dengan sikap melunak dari Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Hal ini terlihat dari pernyataan Elida Netti beberapa waktu lalu yang mengakui bahwa ijazah Jokowi asli setelah diperlihatkan oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam gelar perkara khusus pada Senin (15/12/2025).
Penunjukan Ijazah Jokowi dalam Gelar Perkara Khusus
Elida Netti menjelaskan bahwa ijazah Jokowi ditunjukkan dengan sangat hati-hati oleh penyidik Polda Metro Jaya. Ia menyebut bahwa ijazah Jokowi terdapat dalam sebuah amplop yang digunting oleh penyidik. Dalam amplop tersebut terdapat dua ijazah, yaitu ijazah SMA dan ijazah S-1 Jokowi.
Saat ijazah S-1 Jokowi ditunjukkan, semua peserta gelar perkara khusus mengerubungi penyidik karena ingin melihat ijazah yang selama ini menjadi perbincangan publik. Namun, mereka dilarang untuk menyentuhnya. Elida mencari celah untuk menyentuh ijazah tersebut dan berhasil.
Ia menekankan bahwa ijazah Jokowi yang ditunjukkan dalam gelar perkara khusus merupakan ijazah asli dan mirip seperti foto ijazah yang diunggah oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama di media sosial. Elida juga menyebut bahwa terdapat emboss (kertas timbul) dan watermark UGM pada ijazah tersebut.
Tanggapan Joko Widodo
Jokowi sendiri memberikan tanggapan terkait pernyataan Elida Netti yang mengakui bahwa ijazahnya asli. Ia menegaskan kepada Elida Netti dan Eggi Sudjana bahwa ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) miliknya memang asli, tidak palsu.
“Ya memang asli, bagaimana sih? Memang asli. Artinya memang asli,” kata Jokowi sambil tertawa, dikutip dari tayangan kanal YouTube TribunSolo.com, Rabu (24/12/2025).
Status Tersangka dalam Kasus Ijazah Jokowi
Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan 8 tersangka. Penetapan 8 tersangka dibagi menjadi dua klaster. Klaster pertama terdiri dari lima tersangka, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Mereka berlima sampai sekarang belum diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Klaster kedua terdiri dari tiga tersangka, yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. Ketiganya diketahui sudah diperiksa sebagai tersangka sebanyak 2 kali oleh Polda Metro Jaya.
Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 27A dan Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.
Profil Elida Netti
Elida Netti lahir di Bengkalis, Riau, pada 8 Agustus 1962. Di usia 63 tahun, ia dikenal sebagai akademisi hukum yang menempuh pendidikan di Universitas Lancang Kuning. Gelar sarjana Hukum diraih pada tahun 2010, dan Magister Hukum (M.H.) diselesaikan pada 2014.
Pengalaman dan Aktivitas
Sebagai advokat yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Elida aktif sebagai anggota Tim Pembela Aktivis dan Ulama (TPAU). Pengalaman perkaranya mencakup berbagai bidang, antara lain:
* Dugaan pencemaran nama baik
* Sengketa keluarga yang melibatkan figur publik
* Pendampingan hukum hingga tingkat Mahkamah Agung
Elida juga pernah mencoba masuk ke dunia politik. Ia maju sebagai calon anggota DPR RI melalui dua partai berbeda, yaitu Pemilu 2019 melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dan Pemilu 2024 melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kasus Razman Nasution
Nama Elida Netti mulai mencuat setelah mendampingi Razman Nasution yang berkonflik dengan Hotman Paris Hutapea dalam perkara pencemaran nama baik. Elida sempat dilaporkan Hotman karena terlibat kericuhan saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Insiden ini dipicu oleh keputusan majelis hakim yang menetapkan persidangan berlangsung tertutup. Razman menolak keputusan tersebut dan menganggapnya tidak adil. Akibat aksi tersebut, Hotman Paris melaporkan empat orang, termasuk Elida Netti.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











