My WordPress Blog
Budaya  

Warga Kecewa Acara Isra Miraj Tampilkan Biduan Joget, Panitia Minta Maaf

Peringatan Isra Miraj di Banyuwangi dan Dangdutan di Tasikmalaya

Acara peringatan Isra Miraj di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi sorotan masyarakat setelah video yang menampilkan biduan berpakaian minim sedang berjoget viral. Video tersebut menunjukkan seorang penyanyi yang menggunakan pakaian minim dengan gerakan yang cukup erotis, sementara di sisi panggung lainnya, ada penyanyi lain yang duduk menunggu giliran untuk tampil.

Ketua panitia acara, Muhammad Hadiyanto, mengakui bahwa aksi joget tersebut terjadi usai acara Isra Miraj selesai dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa saat itu, seluruh undangan dan kiai sudah tidak ada di lokasi. Aksi tersebut digelar sebagai hiburan bagi panitia yang sedang melakukan kegiatan bersih-bersih setelah acara.

Video ini tersebar melalui pesan berantai di WhatsApp dan menuai beragam komentar dari masyarakat. Banyak yang menyentil tanggapan dari ormas Islam seperti MUI Banyuwangi. Menanggapi hal ini, panitia merilis video permintaan maaf. Hadiyanto menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan membenarkan bahwa aksi joget terjadi sesuai penjelasannya.

Klarifikasi Mengenai Acara Dangdutan di Tasikmalaya

Selain peristiwa di Banyuwangi, kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah pegawai Kemenag Kabupaten Tasikmalaya melakukan aksi dangdutan di halaman kantor setelah pelaksanaan rangkaian kegiatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Video yang menampilkan aksi tersebut ramai dibicarakan di media sosial.

Ketua PHBI sekaligus Kasi Zakat Wakaf Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, H Asep M Nurman, memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan malam tahun baru Hijriah dilaksanakan secara khidmat dan penuh spiritual. Rangkaian acara dimulai dari tadarus subuh hingga salat magrib berjemaah, serta dihadiri oleh sekitar 1400 pegawai.

Asep menegaskan bahwa aksi dangdutan yang viral tidak termasuk dalam susunan acara resmi. Kejadian ini terjadi secara spontan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Beberapa panitia memutar musik religi, namun salah seorang panitia menyanyikan lagu yang tidak sesuai dengan suasana. Hal ini tidak direncanakan dan tidak melibatkan peserta kegiatan.

Pihak Kemenag Kabupaten Tasikmalaya kemudian memberikan peringatan kepada yang bersangkutan dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat video tersebut.

Penutup

Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan pentingnya pengaturan acara dan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan publik. Meskipun beberapa kejadian terjadi secara spontan, penting bagi panitia dan instansi terkait untuk lebih hati-hati dalam mengelola acara agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kontroversi.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *