My WordPress Blog

Peringatan SBY: Apakah RI Bisa Cegah Perang Dunia III?

Peringatan SBY tentang Potensi Perang Dunia Ketiga

Presiden Keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan peringatan penting terkait ancaman Perang Dunia Ketiga. Dalam cuitannya di akun X-nya @SBYudhoyono pada Senin (19/1/2026), ia mengatakan bahwa tanda-tanda keberadaan perang tersebut sudah mulai muncul.

“Perang Dunia Ketiga sangat mungkin terjadi. Meskipun saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah, namun ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit,” ujarnya.

SBY menjelaskan bahwa situasi saat ini memiliki kesamaan dengan penyebab Perang Dunia Pertama (1914–1918) dan Perang Dunia Kedua (1939–1945). Salah satu faktor utamanya adalah munculnya pemimpin-pemimpin kuat dari negara-negara besar yang cenderung haus akan peperangan. Mereka membangun aliansi militer dan saling bersaing dalam konflik global.

Beberapa tahun terakhir, isu ini kembali menarik perhatian dunia, terutama karena sikap para pemimpin negara-negara besar yang saling menggertak. Contohnya adalah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang telah melakukan berbagai tindakan yang dinilai ekspansif dan tidak stabil.

Pada awal tahun ini, Trump menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Selanjutnya, ia mencoba campur tangan dalam urusan dalam negeri Iran dan bahkan mencoba menganeksasi wilayah Denmark, Greenland. Di sisi lain, Rusia yang dipimpin Vladimir Putin juga terlibat dalam konflik, sementara China mengancam kedaulatan Jepang dan memperjuangkan wilayah Taiwan.

SBY menekankan bahwa situasi dunia yang semakin memanas bukan hanya disebabkan oleh perubahan iklim, tetapi juga oleh dinamika geopolitik yang sering kali diabaikan oleh para pemimpin dunia. Ia hanya bisa berdoa dan memberikan saran kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera mengadakan sidang darurat untuk mencegah kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga.

“Saya tahu PBB saat ini tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tapi jangan sejarah mencatat bahwa PBB melakukan pembiaran dan melakukan nothing,” katanya.

Peran Indonesia dalam Mencegah Konflik Global

Indonesia memiliki reputasi sebagai negara non-blok dan dipercaya dalam beberapa forum internasional sebagai pendorong gerakan perdamaian. Namun, menurut Director of Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), Ahmad Khoirul Umam, Indonesia tidak bisa bergerak sendiri.

“Indonesia belum memiliki nama besar yang bisa membuat pemimpin negara-negara besar diam,” ujarnya. Namun, ia menekankan bahwa Indonesia tetap bisa mempersempit peluang terjadinya Perang Dunia Ketiga.

Dalam konteks ini, Indonesia harus bersikap tegas secara prinsip, tetapi cerdas secara strategi. Ia dapat mendorong de-eskalasi, melindungi warga sipil, dan menghormati hukum internasional. Indonesia juga bisa menjual preseden bahwa “kekuatan mengalahkan aturan” selalu merugikan negara menengah dan berkembang.

Namun, ia harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam retorika blok yang justru menyempitkan ruang manuver diplomatik. Indonesia juga tidak boleh pasif, tetapi harus aktif dalam diplomasi pencegahan.

“Peran paling realistis bagi Indonesia sebagai middle power adalah mendorong komunikasi, mengurangi salah persepsi, dan membuka ruang de-escalation melalui forum-forum yang relevan,” tambahnya.

Bergantung pada Rakyat Amerika Serikat

Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, penyebab eskalasi konflik yang terus memanas adalah sikap Donald Trump yang terlalu pongah.

“Tidak oleh hukum internasional, tidak oleh organisasi internasional seperti PBB, dan tidak juga oleh negara-negara yang memiliki kekuatan seperti AS,” kata Hikmahanto. “Hanya satu yang dapat membendung ambisi Trump: rakyat AS.”

Menurutnya, dalam waktu dekat, AS akan mengadakan pemilihan anggota kongres (mid-term election). Forum inilah yang ditakuti oleh Trump, mengingat ia pernah dimakzulkan pada 2019 lewat kongres serupa.

“Di depan para anggota kongres Partai Republik, Trump mengatakan, ‘You gotta win the midterms’ atau ‘I’ll get impeached’,” ujarnya. Hikmahanto menilai, jika kongres dikuasai oleh Partai Demokrat, maka Trump akan menghadapi pemakzulan.

Hal ini diperkuat dengan penembakan Renee Good di Minnesota oleh agen ICE, yang membuat approval rating rakyat AS atas Trump menurun drastis.

“Kekuasaan absolut tidak mungkin bertahan dan dipertahankan. Kekuasaan absolut akan runtuh dengan suara mayoritas, apakah rakyat ataupun masyarakat internasional. Bila itu pun masih gagal, Tuhan dengan caranya akan menghentikan pemegang kekuasaan absolut,” katanya.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *