Dinamika Kepemimpinan di Kota Madiun
Kota Madiun kini memasuki babak baru dalam kepemimpinannya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi menunjuk Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun mulai Rabu (21/1/2026). Penunjukan ini dilakukan setelah Wali Kota Maidi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Bagus Panuntun kini mengambil alih tugas kepemimpinan untuk menjaga stabilitas wilayah yang dikenal dengan julukan Kota Pendekar. Ia merupakan sosok yang telah berpengalaman dalam pemerintahan dan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat.
Profil F. Bagus Panuntun
Menurut penelusuran dari berbagai sumber, F. Bagus Panuntun dikenal sebagai pejabat yang pernah mendampingi Maidi dalam memimpin Kota Madiun. Keduanya berhasil memenangkan Pilkada Kota Madiun 2024. Sebelumnya, ia juga menjadi anggota DPRD Kota Madiun dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Bagus Panuntun dikenal sebagai politisi muda yang aktif dan memiliki banyak ide segar. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang manajemen, termasuk menempuh pendidikan S2 di bidang tersebut. Selain itu, ia juga aktif sebagai pengajar di perguruan tinggi.
Harta Kekayaan F. Bagus Panuntun
Berdasarkan data LHKPN, kekayaan bersih F. Bagus Panuntun mencapai Rp4,77 miliar. Berikut rincian harta kekayaannya:
- Tanah dan Bangunan: Total sebesar Rp4.830.454.545
- Tanah dan Bangunan Seluas 323 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN , HASIL SENDIRI Rp.360.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 487 m2/487 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN , HASIL SENDIRI Rp.600.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 185 m2/185 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN , HASIL SENDIRI Rp.325.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 294 m2/294 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN , HASIL SENDIRI Rp.1.500.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 321 m2/321 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN , HASIL SENDIRI Rp.500.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 614 m2/614 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN , HASIL SENDIRI Rp.1.545.454.545
- Alat Transportasi dan Mesin: Total sebesar Rp. 677.000.000
- MOBIL, HONDA SEDAN Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000
- MOBIL, HONDA MPV Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000
- MOTOR, HONDA SPM SOLO Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 6.000.000
- MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR SOLO Tahun 1975, HASIL SENDIRI Rp. 8.000.000
- MOBIL, DAIHATSU BARANG Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000
- MOBIL, DAIHATSU PICK UP Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000
- MOTOR, KAWASAKI SEPEDA MOTOR SOLO Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 36.000.000
- MOTOR, HONDA SCOOPY SEPEDA MOTOR SOLO Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 21.000.000
- MOTOR, VESPA SCOOTER Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 56.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp. 30.000.000
- Surat Berharga: Rp. —-
- Kas dan Setara Kas: Rp. 80.000.000
- Harta Lainnya: Rp. —-
- Sub Total: Rp. 5.617.454.545
- Hutang: Rp. 840.952.891
- Total Harta Kekayaan (II-III): Rp. 4.776.501.654
Jaminan Pelayanan Publik Tetap Stabil
Kepala Diskominfo Kota Madiun, Noor Aflah, mengonfirmasi bahwa surat penunjukan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah diterima. Ia memastikan bahwa transisi kepemimpinan ini tidak akan mengganggu pelayanan publik karena arah kebijakan sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kami tetap melaksanakan sesuai RPJMD. Sudah ada rencana-rencana kerja yang akan dilakukan di tahun 2026 ini,” ujar Noor Aflah saat memberikan keterangan kepada di Kantor Diskominfo Kota Madiun, Rabu (21/1/2026).
Menurut Aflah, program kerja tahun ini telah disusun matang berdasarkan APBD 2026. Dengan penunjukan Bagus Panuntun sebagai Plt, fokus utama saat ini adalah eksekusi anggaran.
Fokus Eksekusi Anggaran dan Pengawasan OPD
Memasuki akhir Januari 2026, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini berfokus pada pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) serta Rencana Anggaran Kas (RAK). “Detail pekerjaan tiap bulan semuanya telah disusun, tinggal meneruskan saja,” imbuh Noor Aflah.
Untuk memastikan kinerja jajaran ASN tetap optimal di bawah kepemimpinan Bagus Panuntun, rapat koordinasi rutin akan terus digelar sebagai sarana evaluasi capaian target di setiap unit kerja. “Target-target yang akan dilaksanakan oleh UPT sudah ada evaluasinya semua. Setiap ASN, pejabat hingga OPD memiliki detail rencana aksi yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja,” pungkasnya.











