My WordPress Blog
Bisnis  

KBRI dan Asosiasi Pengacara Malaysia Menandatangani MoU Bantuan Hukum untuk WNI

KBRI dan Asosiasi Pengacara Malaysia Sepakat Kerjasama Bantu WNI terkait Bantuan Hukum

pinrangpost.com – Kuala Lumpur – Kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Asosiasi Pengacara Malaysia (Badan Peguam Malaysia) telah ditandatangani. Kerja sama ini merupakan sebuah skema perjanjian bantuan hukum bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia. Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Malaysia Hermono menyatakan bahwa penandatanganan MoU tersebut sangat penting karena persoalan utama yang dihadapi WNI di Malaysia adalah persoalan hukum. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian lebih besar terhadap pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI). Selain itu, Hermono juga mengatakan bahwa kerja sama ini akan menjadi model bagi Perwakilan RI di Malaysia dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi WNI. Menurutnya, hal ini juga akan menjadi perhatian bagi Jakarta dan Kantor Perwakilan RI di negara-negara lain. Dengan adanya MoU ini, akses keadilan bagi WNI di Malaysia akan lebih terjamin. Presiden Asosiasi Pengacara Malaysia Mohamad Ezri Abdul Wahab menyatakan bahwa falsafah pendirian asosiasi mereka adalah untuk memastikan keterjaminan akses keadilan bagi semua orang, tanpa memandang ras, etnis, dan status ekonomi. Kerja sama ini juga akan memudahkan WNI dalam mendapatkan bantuan hukum dari para pengacara di bawah Asosiasi Pengacara Malaysia. Saat ini, layanan bantuan hukum bagi WNI baru tersedia di Perak, Kuala Lumpur, dan Selangor. Namun, jika program ini sukses, maka akan dikembangkan di daerah lain. MoU ini ditandatangani oleh Duta Besar Hermono dan Presiden Asosiasi Pengacara Malaysia Mohamad Ezra Abdul Wahab di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur, disaksikan oleh jajaran Atase di KBRI dan juga para pengacara dan pengurus Asosiasi Pengacara Malaysia.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *