pinrangpost.com – Beijing – China mengharapkan hubungan dengan Korea Selatan tetap terjaga setelah pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Senin.
Lin Jian mengatakan bahwa China berharap Korea Selatan akan terus melakukan upaya positif untuk memperkuat kerja sama persahabatan dan kemitraan dalam kerja sama strategis kedua negara. Hal ini merupakan kepentingan kedua belah pihak.
Pada Sabtu (14/12), Majelis Nasional Korea Selatan memutuskan untuk memakzulkan Presiden Yoon Suk Yeol setelah keputusannya untuk menyatakan darurat militer pada 3 Desember yang kemudian dicabut pada 4 Desember. Mosi pemakzulan ini disetujui oleh 204 dari total 300 anggota Majelis Nasional.
Lin Jian menegaskan bahwa China dan Korea Selatan adalah tetangga dan mitra kerja sama yang penting. Pertumbuhan hubungan bilateral yang sehat dan stabil merupakan kepentingan kedua belah pihak. China juga telah mempertahankan kesinambungan kebijakan terhadap Korea Selatan.
Menurut Lin Jian, Semenanjung Korea yang damai dan stabil adalah kepentingan bersama dan membutuhkan upaya bersama dari semua pihak. China berharap Korea Selatan dapat terus berkontribusi dalam mencapai tujuan ini.
Mosi pemakzulan pertama yang diajukan pada Sabtu (7/12) lalu gagal disahkan karena hampir semua anggota parlemen dari PPP memboikot sidang. Namun, mosi pemakzulan kedua berhasil disahkan dengan beberapa tuduhan terhadap Yoon, termasuk dugaan bahwa Yoon memerintahkan pasukan militer dan kepolisian menahan anggota parlemen selama darurat militer.
Langkah selanjutnya adalah proses di Mahkamah Konstitusi yang memiliki waktu 180 hari untuk memutuskan apakah Yoon dimakzulkan secara permanen dari jabatan presiden atau dapat kembali menduduki jabatan itu. Jika Yoon diberhentikan, pemilihan umum akan diadakan dalam waktu 60 hari. Yoon akan menjadi presiden Korsel kedua yang berhasil dimakzulkan setelah Park Geun-hye pada 2017.











