pinrangpost.com – Ikan oarfish, Pertanda Bencana Gempa Bumi dan Tsunami?
Jakarta – Ikan oarfish (Regalecus glesne) kerap dikaitkan dengan kemunculan bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami. Dalam beberapa budaya, terutama di Jepang, kemunculan ikan laut dalam ini diyakini sebagai pertanda akan terjadinya gempa besar atau tsunami.
Menurut pinrangpost.com, cerita rakyat Jepang menyatakan bahwa kemunculan oarfish menandakan akan terjadi gempa bumi besar. Namun, penelitian terhadap laporan surat kabar dan catatan dari 1928 oleh ilmuwan Jepang tidak menemukan hubungan antara penampakan oarfish dan gempa bumi.
Para ilmuwan Jepang mencatat 336 penampakan ikan laut dalam di Jepang antara November 1928 dan Maret 2011. Namun, tidak ada satu pun penampakan yang terjadi dalam waktu 30 hari setelah gempa bumi berkekuatan 7,0 atau lebih.
Meskipun legenda tentang oarfish menarik, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa ikan ini dapat digunakan sebagai sistem peringatan gempa bumi. Para ilmuwan terus menyelidiki penampakan oarfish di perairan dangkal, terutama karena ikan ini sering muncul dalam kelompok atau gelombang.
Studi tahun 2018 menemukan korelasi antara penampakan oarfish dan tahun-tahun El-Nino, ketika suhu air di Samudra Pasifik ekuator jauh lebih hangat. El-Nino mempengaruhi suhu laut secara berbeda antara permukaan dan kedalaman, membuat kedalaman tempat tinggal oarfish lebih dingin.
Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa suhu yang lebih dingin di kedalaman mungkin mendorong oarfish untuk berenang ke perairan dangkal demi mencari plankton.
Pejabat di Akuarium Uozu menduga bahwa suhu air laut atau perubahan dalam ekosistem laut dalam dapat menjadi penyebab meningkatnya penampakan oarfish di pantai Jepang pada awal 2019. Namun, tanpa pemahaman lebih lanjut tentang perilaku dan ekologi oarfish serta ekosistemnya, sulit untuk memberikan jawaban yang lebih rinci.











