My WordPress Blog
Bisnis  

“Dewa Rock” Membuat Sejarah di Industri Musik Indonesia

"Dewa Rock" Mencatat Prestasi Baru dalam Dunia Musik Tanah Air

pinrangpost.com – Jakarta – Log Zhelebour adalah sosok yang tidak bisa diabaikan dalam sejarah musik rock di Indonesia. Melalui perusahaan rekaman Logiss Record, Log telah melahirkan banyak produk rock yang sukses di pasaran, seperti Jamrud, Boomerang, Elpamas, Power Metal, Mel Shandy, dan Nicky Astria.

Meskipun anak-anak zaman sekarang mungkin tidak mengenal Log, namun pada masa 1980 hingga 2000-an, koleksi kaset Log Zhelebour pasti tersimpan di rak kaset mereka. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh Log terhadap musik rock di Indonesia.

Pada tahun 1984, Log menginisiasi kompetisi musik rock yang bertajuk Djarum Super Rock Festival. Festival ini mendapatkan sambutan meriah dari para pecinta musik rock di Indonesia. Pada episode kedua, grup musik Elpamas dari Malang, Jawa Timur, berhasil keluar sebagai juara.

Festival ini terus berlanjut dan semakin menarik perhatian publik. Pada tahun 1986, grup musik Grassrock berhasil meraih kemenangan, disusul oleh Power Metal pada tahun 1989. Namun, kiprah Log benar-benar meroket ketika ia menemukan dua “mutiara” di industri musik rock Indonesia, yaitu Boomerang dan Jamrud.

Pada tahun 1994, Boomerang yang awalnya dikenal dengan nama Lost Angels, mendapatkan kesempatan untuk merekam album di bawah naungan Logiss Record. Boomerang kemudian merilis delapan album dalam waktu enam tahun, dengan kepercayaan penuh dari Log.

Hal yang sama juga terjadi pada Jamrud, yang menjadi anak emas Log di Logiss Record. Pada awalnya, Jamrud dikenal dengan nama Jamrock dan sering membawakan lagu dari band lain di atas panggung. Namun, setelah bergabung dengan Logiss Record, mereka mengubah nama menjadi Jamrud dan merilis album pertama mereka, Nekad, pada tahun 1995.

Album ini menjadi tonggak awal kesuksesan Jamrud, yang kemudian diikuti oleh album-album lainnya seperti Putri (1997) dan Terima Kasih (1998). Album Terima Kasih yang dirilis pada tahun 1998, membuat Jamrud semakin dikenal di kancah musik rock Indonesia, terutama setelah Log membuat video klip untuk empat lagu di album tersebut, yaitu “Terima Kasih”, “Dokter Suster”, “Berakit-rakit”, dan “Otak Kotor”.

Banyak musisi rock di Indonesia yang mengakui bahwa Jamrud dan Boomerang adalah inspirasi bagi mereka. Hal ini juga diakui oleh gitaris Cokelat, Edwin Marshal Syarief, yang mengatakan bahwa ia terinspirasi oleh kedua grup musik tersebut.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *