pinrangpost.com – JAKARTA – Pemerintah menargetkan program makan bergizi gratis akan menjangkau 19,4 juta orang pada tahun 2025. Program ini tidak hanya menyediakan makanan secara gratis, tetapi juga memastikan menu yang disajikan memiliki kandungan gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok usia penerima.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, meningkatkan prestasi dan partisipasi anak-anak sekolah, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan. Target penerima program ini pada tahun 2025 adalah sebanyak 19,47 juta orang dan diharapkan akan terus berlanjut selama lima tahun ke depan. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan tiga skema pengolahan makan bergizi gratis, yaitu melalui dapur milik BGN sendiri, bekerja sama dengan lembaga negara lain, dan bekerja sama dengan pihak swasta.
Untuk memasok menu makanan, BGN telah menyiapkan 190 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mulai beroperasi hari ini. SPPG ini bertugas sebagai unit pelaksana program makan bergizi gratis yang akan memasok makanan untuk para penerima manfaat. Dapur-dapur ini tersebar di 26 provinsi di seluruh Indonesia. Dalam pengelolaannya, BGN juga telah menempatkan tiga aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri dari kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan dan auditor yang bertanggung jawab atas pengelolaan uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Biaya yang dibutuhkan untuk memasak makanan bergizi gratis ini adalah sebesar Rp 10.000 per porsi, yang merupakan biaya barang baku actual cost dan menggunakan bahan-bahan makanan yang berasal dari komoditas lokal.
Berikut adalah daftar lengkap jumlah titik dapur SPPG di setiap kecamatan di 26 provinsi:
1. Aceh
1 titik di Kecamatan Johan Pahlawan, 1 titik di Kecamatan Tapak Tuan, 1 titik di Kecamatan Bebesen, 1 titik di Kecamatan Babussalam, 1 titik di Kecamatan Peureulak, 1 titik di Kecamatan Ulee Kareng.











