pinrangpost.com – JAKARTA – Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah menyebut mekanisme demokrasi dengan daulat rakyat sangat penting, terutama jika dipelopori oleh kaum pemuda.
Hal tersebut disampaikan oleh Ferry saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik Catatan Awal Tahun 2025 yang diadakan oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Acara ini bertajuk “Mencari Format Pemilu Terbaik 2029 Melalui Revisi Paket UU Politik; Menakar Tantangan Partai Politik Non Parlemen” dan berlangsung di Gedung Joeang ’45, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (17/1/2025) sore.
Ferry juga menambahkan bahwa diskusi publik setelah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai Presidential Threshold sangatlah penting. “Saya pikir acara ini sangat penting, terutama setelah keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai Presidential Threshold dan revisi UU Politik dan Pemilu yang akan dibahas di Senayan. Saya sangat mengapresiasi KNPI yang membawa isu ini ke Komisi II dan Baleg di DPR,” ujar Ferry.
Selain itu, Ferry juga menyatakan bahwa Partai Perindo siap untuk bekerja sama dengan KNPI terkait hal ini. Ia juga menyambut baik keikutsertaan partai non parlemen dalam diskusi ini.
Ferry juga membeberkan tiga poin penting yang menjadi catatan, mulai dari partisipasi publik hingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik di Indonesia. “Pertama, partisipasi publik menjadi hal yang penting dan harus dipelihara. Kedua, sistem pemilu terutama terkait Presidential Threshold harus dibedah bersama untuk mencapai persepsi yang sama di masyarakat. Dan ketiga, KNPI memiliki tekad untuk menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi seutuhnya,” tambah Ferry.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP KNPI Putri Khairunnisa menyatakan bahwa dialog publik ini merupakan agenda pembuka awal tahun bagi KNPI. Ia juga menegaskan tekad KNPI untuk menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi yang seutuhnya.
“Kami sebagai pemuda ingin menjadi penerus, tonggak utama, dan estafet penerus kepemimpinan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi seutuhnya. Kami akan membawa hasil diskusi ini ke Banggar DPR dan berharap tidak ada hambatan dalam menjalankannya. Kami juga berpesan agar pemimpin yang dipilih mampu memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan rakyat,” tutur Putri.











