pinrangpost.com – JAKARTA – Firman Soebagyo, anggota Fraksi Golkar, menunjukkan tindakan yang mengejutkan saat rapat kerja (raker) bersama Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono pada Kamis (23/1/2025). Ia melepas lencana DPR yang melekat pada jas abu-abunya sebagai bentuk protes atas polemik pagar laut yang semakin memanas di perairan Tangerang.
“Pak menteri, rakyat menanti jawaban dari rapat ini. Jangan sampai rapat ini hanya menjadi anti klimaks jika tidak ada kesimpulan yang memuaskan rakyat,” ujar Firman dalam rapat tersebut.
Meskipun demikian, Firman juga meminta maaf karena harus melepas lencana DPR yang menjadi simbol dari tugasnya sebagai wakil rakyat. Ia merasa malu karena masalah pagar laut yang semakin memanas belum juga mendapat penyelesaian.
“Saya mohon maaf, Pak. Saya harus melepas lencana saya sekarang. Saya malu sebagai wakil rakyat karena masalah ini terus berlarut-larut,” ungkapnya.
Firman juga menyatakan bahwa rakyat telah menuduh adanya skenario dari para pejabat yang bertujuan untuk melindungi proyek besar tersebut. Ia berharap agar semua pihak, termasuk Menteri Trenggono, harus semangat dalam menyelesaikan masalah ini.
“Kita semua harus semangat, Pak. Presiden juga sudah memberikan semangat kepada kita. Setelah paripurna, kita juga diterjunkan ke lapangan. Saya berharap Menteri juga memiliki semangat yang sama, jangan sampai kendur. Itu harapan saya,” tegasnya.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











