My WordPress Blog

Diterima dengan Baik, Prabowo Raih Penghargaan dari Kesultanan Johor Malaysia

Prabowo Terpilih sebagai Penerima Penghargaan dari Kesultanan Johor Malaysia

Pinrangpost.com – Presiden Indonesia Prabowo Subianto meraih penghargaan tertinggi dari Kesultanan Johor, Malaysia. Penghargaan tersebut berupa Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati Pangkat Pertama (DK I Johor) yang diberikan langsung oleh Raja Malaysia Sultan Ibrahim di Istana Negara Malaysia.

Kunjungan kenegaraan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah menteri yang mendampingi Prabowo. Kedatangan Presiden Indonesia disambut dengan upacara kenegaraan dan penandatanganan buku tamu. Selanjutnya, Prabowo mendapatkan presentasi mengenai Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati Pangkat Pertama (DK I).

Setelah rangkaian acara tersebut, Prabowo dan Raja Malaysia Sultan Ibrahim menuju ruang perjamuan untuk menikmati santap siang. Penghargaan DK I Johor sendiri diberikan kepada Kerabat Damping, Raja Melayu, dan Raja Asing.

DK I Johor sendiri terbit pada tahun 1886 dan memiliki slogan “Muafakat Itu Berkat”. Penghargaan ini berupa kalung rantai emas dengan nama Sultan Abu Bakar dan terdapat lencana perisai berwarna putih dengan gambar bulan sabit dan bintang lambang Islam, serta lambang mahkota di bagian atas.

Di bawahnya terdapat gulungan enamel gambir dan lada hitam dengan tulisan derajat seru dalam bahasa Jawa “Muafakat Itu Berkat”. DK I Johor juga dilengkapi dengan bintang besar (bintang dada) berbahan emas dan perak berbentuk bintang berujung sembilan yang memiliki bulan sabit emas dan tulisan Jawa “Kepada Allah Beserah” di tengahnya. Serta di atasnya terdapat pedang bersilang dengan keris yang memegang mahkota dikelilingi enamel merah bertuliskan “Muafakat Itu Berkat”.

Penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia, terutama karena Prabowo menjadi pemimpin ketujuh yang menerima penghargaan tersebut. Sebelumnya, penghargaan yang sama juga pernah diberikan kepada Presiden Soeharto pada tahun 1990.

Pinrangpost.com – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menerima penghargaan tertinggi dari Kesultanan Johor, Malaysia berupa Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati Pangkat Pertama (DK I Johor). Penghargaan ini diberikan langsung oleh Raja Malaysia Sultan Ibrahim di Istana Negara Malaysia.

Kedatangan Presiden Indonesia disambut dengan upacara kenegaraan dan penandatanganan buku tamu. Setelah itu, Prabowo mendapatkan presentasi mengenai penghargaan DK I Johor tersebut. Kemudian, rangkaian acara dilanjutkan hingga penganugerahan DK I Johor kepada Prabowo.

Penghargaan ini sendiri diberikan kepada Kerabat Damping, Raja Melayu, dan Raja Asing. Terbit pada tahun 1886, DK I Johor memiliki slogan “Muafakat Itu Berkat”. Penghargaan ini berupa kalung rantai emas dengan nama Sultan Abu Bakar dan terdapat lencana perisai berwarna putih dengan gambar bulan sabit dan bintang lambang Islam, serta lambang mahkota di bagian atas.

Di bawahnya terdapat gulungan enamel gambir dan lada hitam dengan tulisan derajat seru dalam bahasa Jawa “Muafakat Itu Berkat”. DK I Johor juga dilengkapi dengan bintang besar (bintang dada) berbahan emas dan perak berbentuk bintang berujung sembilan yang memiliki bulan sabit emas dan tulisan Jawa “Kepada Allah Beserah” di tengahnya. Serta di atasnya terdapat pedang bersilang dengan keris yang memegang mahkota dikelilingi enamel merah bertuliskan “Muafakat Itu Berkat”.

Sebagai informasi, penghargaan ini juga pernah diberikan kepada Presiden Soeharto pada tahun 1990. Penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia, terutama karena Prabowo menjadi pemimpin ketujuh yang menerima penghargaan tersebut.

Setelah menerima penghargaan, Prabowo dan Raja Malaysia Sultan Ibrahim menuju ruang perjamuan untuk menikmati santap siang. Kunjungan kenegaraan ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri yang mendampingi Prabowo.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *