My WordPress Blog

Wacana Serangga Jadi Menu Makan Bergizi Gratis, DPR Anggap Dadan Hindayana Pemicu Kontroversi

DPR Tolak Usulan Dadan Hindayana, Serangga Tetap Jadi Menu Makan Bergizi Gratis

DPR menolak usulan Dadan Hindayana yang mengusulkan serangga sebagai menu makanan bergizi gratis. Padahal, usulan tersebut sempat menjadi pemicu kontroversi.

Meskipun ditolak, serangga tetap menjadi menu makanan bergizi gratis yang disediakan oleh pemerintah. DPR berharap, masyarakat dapat menerima dan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

Sebagai salah satu sumber protein yang kaya nutrisi, serangga dinilai dapat menjadi alternatif pangan yang murah dan mudah didapat. Selain itu, penggunaan serangga sebagai menu makanan juga dapat membantu mengurangi dampak negatif dari industri peternakan.

Meskipun sempat menimbulkan kontroversi, DPR tetap berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dengan cara yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.

Pinrangpost.com – Anggota Komisi IX DPR Zainul Munasichin mengkritisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang memberikan peluang untuk memasukkan serangga seperti belalang dan ulat sagu dalam daftar menu makan bergizi gratis (MBG). Ia meminta Dadan untuk tidak membuat pernyataan yang memancing polemik.

“Saya meminta BGN untuk tidak membuat pernyataan yang memancing polemik,” kata Zainul saat dihubungi, Selasa (28/1/2025).

Politikus PKB ini juga meminta agar BGN berfokus untuk memenuhi target pembuatan 5.000 dapur di seluruh daerah. Pasalnya, menurut Zainul, mekanisme untuk merealisasikan target tersebut masih belum jelas.

“Konsentrasi saja pada bagaimana merealisasikan target 5.000 dapur yang ditetapkan tahun ini. Sampai saat ini, masih belum jelas berapa persen dapur yang sudah beroperasi, di mana lokasinya, dan skema apa yang digunakan untuk dapur-dapur yang sudah berjalan tersebut. Siapa yang memasok bahan baku ke dapur-dapur tersebut juga masih belum jelas,” ujar Zainul.

Pinrangpost.com – Ia juga meminta BGN untuk memastikan pasokan pangan berasal dari pelaku UMKM, bukan dari suplier besar. Menurut Zainul, hal tersebut jauh lebih penting daripada memasukkan serangga ke dalam daftar menu MBG.

“BGN harus memastikan bahwa pasokan pangan berasal dari pelaku UMKM lokal, bukan dari suplier besar atau pihak lainnya. Hal tersebut jauh lebih penting daripada membuat kontroversi,” pungkasnya.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *