My WordPress Blog

Wow! Bahlil Lahadalia Dikritik karena Usulkan Penghapusan Pengecer Gas 3 Kg

Mengejutkan! Bahlil Lahadalia Diserang karena Usul Hapus Pengecer Gas 3 Kg dan Raih Gelar Doktor Secara Kilat

pinrangpost.com – JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi sorotan publik karena kontroversi kebijakannya, termasuk penghapusan pengecer gas 3 kg.

Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil juga mendapat penilaian buruk sebagai salah satu menteri Kabinet Merah Putih.

Jika melihat latar belakangnya, Bahlil dikenal sebagai sosok yang cukup kontroversial. Berikut adalah beberapa kontroversi yang melibatkan Bahlil.

6 Kontroversi Bahlil Lahadalia

1. Penghapusan Pengecer Gas 3 Kg

Bahlil menjadi kontroversial karena menghapus pengecer gas 3 kg. Keputusan ini diambil karena para pengecer dinilai menaikkan harga tabung gas seenaknya, sehingga masyarakat miskin tidak bisa menikmati harga yang seharusnya sudah disubsidi.

Meskipun kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan pemerintah dalam mengawasi harga gas di pasar, namun pengecer yang kebanyakan adalah pedagang kecil harus kehilangan pendapatannya.

Selain itu, masyarakat juga harus mengantre panjang di pangkalan untuk mendapatkan gas 3 kg.

2. Klaim Investasi Masuk IKN

Pada akhir tahun 2023, Bahlil mengklaim bahwa ada beberapa negara yang akan menanamkan modal di Kawasan Industri Kendal (IKN), termasuk Uni Emirat Arab (UEA), China, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa.

“Saya tidak boleh menyebutkan angka pasti, namun diperkirakan sudah ada investasi sebesar Rp200-Rp300 triliun yang masuk dan sebagian sudah berjalan,” ujar Bahlil pada Jumat, 2 Desember 2023.

3. Tudingan Terlibat Pihak Asing dalam Konflik Rempang

Dalam konflik Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Bahlil menyinggung adanya pihak asing yang terlibat.

“Saya mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam konflik ini, termasuk pihak luar negeri,” kata Bahlil pada konferensi pers di Kementerian Investasi, Jakarta, pada Senin, 25 September 2023.

4. Dituding Merebut Kursi Kepemimpinan Golkar

Bahlil terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar secara aklamasi pada Munas XI Golkar yang diadakan pada Rabu, 21 Agustus 2024. Namun, terpilihnya Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar diduga tidak lepas dari dukungan Istana.

Pada saat itu, Airlangga Hartarto menyindir, “Kursinya Pak Kapolri saja diambil oleh Pak Bahlil,” yang langsung disambut tawa oleh para menteri.

5. Diduga Terlibat dalam Jual Beli Izin Tambang

Bahlil diduga melakukan tebang pilih dalam membatalkan atau mencabut izin usaha tambang ketika menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Di sisi lain, puluhan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk wilayah konsesi yang berdekatan dengan konsesi PT Meta Mineral Pradana dicabut. Ternyata, PT Meta Mineral Pradana adalah perusahaan milik Bahlil.

6. Lulus Doktor dengan Cepat

Kasus ini bermula ketika Bahlil menjalani sidang doktor terbuka pada 16 Oktober 2024. Poster sidang doktor tersebut tersebar di media sosial dan menjadi perbincangan hangat.

Warganet mempertanyakan durasi kuliah S3 Bahlil yang hanya 1 tahun 8 bulan. Durasi tersebut dianggap tidak wajar karena normalnya gelar doktor bisa didapat setelah menjalani perkuliahan selama 3 tahun.

Hal ini membuat Universitas Indonesia menangguhkan kelulusan Bahlil dari program Doktoral. Keputusan ini diambil pada Rapat Koordinasi 4 Organ Universitas Indonesia di Kampus UI Salemba pada Selasa, 11 November 2024.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *