My WordPress Blog

Tokoh Adat Papua Dukung Tindakan Keras Lawan KKB



JAYAPURA,

Penindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat. Dukungan tersebut juga berasal dari lembaga adat yang menjadi bagian penting dari struktur sosial di Papua.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Lanny Jaya, Tias Urnom Kogoya, menyatakan bahwa lembaga adat selalu menjalin kerja sama erat dengan aparat keamanan di Papua Pegunungan untuk menjaga ketertiban masyarakat.

“Sinergi ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga kewajiban moral bagi seluruh komponen masyarakat,” ujar Tias pada Selasa (11/11/2025).

LMA memainkan peran penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah dinamika budaya yang beragam. Bagi masyarakat adat, keamanan merupakan bagian dari keseimbangan hidup. Oleh karena itu, kerja sama dengan aparat menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap warga dapat hidup damai dan fokus pada pembangunan.

Wilayah Papua Pegunungan yang terdiri dari delapan kabupaten memerlukan pendekatan menyeluruh agar stabilitas tetap terjaga di tengah potensi gesekan sosial yang ada.

Sebelumnya, pengamanan wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kini terus diperketat. Peningkatan pengamanan dilakukan usai aparat menewaskan satu pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Kamis (7/11/2025) malam.

Peningkatan pengamanan merupakan tindak lanjut dari analisis dan evaluasi situasi keamanan di wilayah tersebut. “Peningkatan pengamanan ini adalah tindak lanjut dari analisis dan evaluasi situasi keamanan di wilayah Yahukimo,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Cahyo Sukarnito, Selasa (11/11/2025).

Personel gabungan dari Polres Yahukimo, Satuan Brimob, dan Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan patroli intensif serta mendirikan pos pengamanan di sejumlah titik strategis. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi dan mencegah gangguan keamanan yang berpotensi timbul pascaoperasi penegakan hukum.

“Kami akan terus memantau setiap pergerakan mencurigakan guna memastikan stabilitas keamanan wilayah tetap terjaga,” tambah Cahyo.

Diketahui, pimpinan KKB yang dilumpuhkan bernama Lipes Sobolim alias Cocor Sobolim yang mengeklaim diri sebagai Komandan Batalyon Semut Merah KKB Kodap Yahukimo. Berdasarkan data analisis dan evaluasi Polda Papua per 23 Oktober 2025, Yahukimo mencatat 22 kejadian menonjol dengan total 34 korban jiwa.

Kondisi keamanan di ibu kota Kabupaten Yahukimo saat ini terpantau aman dan terkendali setelah operasi penegakan hukum dilaksanakan.

Sementara itu, anggota KKB Papua bernama Jayainus Pogau alias Supi Pogau juga ditangkap oleh Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Nabire. Penangkapan berlangsung Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 15.10 WIT di kawasan Pasar Kalibobo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Pogau mengaku sebagai Komandan Batalyon Hetobia Kodap III Nduga di bawah pimpinan Aibon Kogoya.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *